<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311</id><updated>2012-01-27T10:39:20.675-08:00</updated><category term='Rencana Untuk Wildan'/><category term='Perasaan untuk Wildan'/><category term='Rencana utk Wildan'/><category term='Kisah Autisme Wildan'/><category term='Kisah Autis Wildan'/><category term='Apresiasi thd Karya Wildan'/><category term='#bookyourblog'/><category term='awards'/><category term='Cerita Kegiatan Melukisnya'/><title type='text'>Autisme Wildan</title><subtitle type='html'>Vonis autis pada anak kita bukan akhir segalanya. Banyak hal bisa kita lakukan. Semua demi kebaikan dan kebahagiaan bersama, keluarga dan anak kita yang autis. Allah SWT menguji umatnya sesuai dengan kemampuannya. Dan ingat janji Allah SWT : " Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan ". Kita perlu tabah dan sabar menghadapi semua...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-5483763579354377729</id><published>2011-12-26T22:01:00.000-08:00</published><updated>2011-12-26T22:03:51.902-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Autisme Wildan'/><title type='text'>Apa sih Autis itu?</title><content type='html'>Kami bukanlah ahli atau pakar autisme, sehingga menjelaskan kepada orang lain tentang autisme, susah-susah gampang. Apalagi kepada awam dan kepada yang baru tahu sepintas-pintas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pertanyaan ini, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bagaimana sih anak autis itu&lt;/span&gt;?.”. Nah, ini khan pertanyaan yang intepretasinya sangat luas. Menghadapi pertanyaan seperti ini, kami memiliki kesimpulan jika orang tersebut pasti masih sangat awam. Itu artinya jawabannya tidak perlu terlalu luas dan mendalam hehehe... bukan apa-apa,tuwas habisin waktu dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;abab&lt;/span&gt; hahaha...ya maaf. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap pertanyaan itu, saya biasanya akan berikan jawaban sederhana secara umum dan beberapa contoh perilaku si Wildan. Seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Anak yang menyandang autisme, paling menyolok bisa dilihat dari penghindaranya pada kontak mata dengan orang lain, perilakunya yang  ritual atau berulang-ulang, serta sangat kentara berorientasi pada dirinya sendiri.&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih belum jelas?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Penghindaran kontak mata, bahasa lainnya adalah dia tidak mau menatap mata orang lain termasuk yang sedang mengajaknya bicara. Dia bisa menunduk, melengos, atau melihat hal lain. Meskipun nampaknya mendengarkan atau menyimak pembicaraan.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah, mulai bisa bayangkan bukan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Perilakunya yang ritual atau berulang-ulang, maksudnya adalah dia memiliki pola tetap dalam berinteraksi dengan objek. Memperlakukan objek dengan pola yang sama berulang-ulang. Misalnya, kalau mau makan sesuatu, dia harus mencium (membau) makanan tersebut, maka itu akan dilakukan setiap kali mau makan. Kalau bertemu anda dia cium pipi...maka setiap bertemu dengan anda itu cium pipi menjadi ritual. Sesuatu yang harus terjadi. Hmmm....berarti Tukul pernah juga autis karena selalu ada ritual cipika cipiki dengan bintang tamunya hahaha.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah tuliskan perilaku ritual Wildan dalam suatu tulisan di blog ini. Sekitar tahun 2008. Coba deh dibuka-buka gitu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Terakhir, perilaku yang berorientasi pada diri sendiri. Begini, contoh pada Wildan. Dulu kami mengajari Wildan supaya kalau bangun tidur segera melipat selimut, dan merapikan bantal dengan cara ditumpuk. Selimut dan bantalnya sendiri sih. Lalu selimut dan bantal itu harus diletakkan pada tempat yang semestinya...walah..maksudnya, selimut di ujung bawah kasur dan bantal di atas kasur..eh, maksudnya selimut di tempat bawah kaki, bantal di tempat kepala (hihihi..sama-sama ngerti khan maksud saya?.). Begitulah akhirnya yang terjadi di rumah kami setiap pagi. Wildan paling rajin bangun pagi. Cenderung lebih sering bangun pagi dibanding makhluk lain di rumah kami.  Seperti yang dia ingat dari pelajaran kami, Wildan segera melipat selimut dan menumpuk bantal (ini juga bisa dianggap dengan salah satu ritual). Tapiiiii.....ini perilaku autisnya: dia tidak peduli apakah tempat bantal itu masih ada orangnya apa tidak!. Meskipun adiknya masih tidur, Wildan akan menumpuk bantalnya....meski harus dikepala adiknya! Hahaha...Begitupula seandainya adik tidurnya melorot sampai sisi bawah, Wildan juga akan meletakkan lipatan selimut menutupi tubuh sang adik!. Kadang adik kaget dan tergopoh-gopoh bangun karena kepalanya ditekan-tekan tumpukan bantal oleh Wildan jika bantalnya menumpuk kurang rapi. Seperti apa ekspresi Wildan saat melakukan itu?. No problemo...dia tidak nampak marah/terganggu, juga tidak nampak bersalah....biasa saja seolah memang begitulah yang seharusnya.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ingat-ingat itu, saya bisa tertawa terusss. Apalagi kalau ingat ekpresi Wildan yang “tak berdosa" sementara adik tergopoh-gopoh mengira ada gempa kaliiiii” hahahaha.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupula bila giliran Wildan mengelap meja kursi. Bila sudah tiba waktunya bersihkan kursi, meskipun ada yang sedang duduk di kursi tersebut, Wildan tetap akan mengelapnya. Walau andai harus menarik bantalan kursi untuk mengelap dibaliknya, dia akan tarik bantalan tersebut walau ada yang sedang duduk!. Dan..tetap dengan ekspresi no problemo-nya. Mungkin dalam pikiran Wildan adalah “yang penting urusanku segera beres.”. itulah yang saya maksud dengan berorientasi pada diri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Semoga kita bukan termasuk orang yang berorientasi pada diri sendiri karena kita tidak menyandang autis, bukan?.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-5483763579354377729?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/5483763579354377729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=5483763579354377729&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/5483763579354377729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/5483763579354377729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/12/apa-sih-autis-itu.html' title='Apa sih Autis itu?'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-1004226379437585163</id><published>2011-12-04T06:15:00.001-08:00</published><updated>2011-12-04T18:41:42.115-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Autisme Wildan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Kegiatan Melukisnya'/><title type='text'>Berelasi dengan Televisi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Z6BgN1Y3Eys/TtuBumr0BDI/AAAAAAAAAS0/T7tLqB5t09g/s1600/chef%2B1.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 118px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Z6BgN1Y3Eys/TtuBumr0BDI/AAAAAAAAAS0/T7tLqB5t09g/s200/chef%2B1.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682277992516289586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-igO5pM41I5k/TtuBubI47ZI/AAAAAAAAASs/T1opWyC_gpw/s1600/chef%2B2.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 114px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-igO5pM41I5k/TtuBubI47ZI/AAAAAAAAASs/T1opWyC_gpw/s200/chef%2B2.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682277989417020818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal penyandang autis sangat suka dengan televisi, bukan isapan jempol. Seperti kebiasaan Wildan selama ini. Setiap hari, selama dia di rumah....televisi (TV) tidak pernah mati. Bahkan pada saat dia tidur. Betapa tidak, saat Wildan tidur....kami matikan TV, dia akan segera bangun lalu TV di "nyalakan"...lalu dia tidur lagi. Dahulu, malah matinya TV membuat Wildan terbangun dari tidur hingga malam esok hari alias tidak tidur lagi alias begadang!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah setelah berusia 14 tahun, akhirnya saat dia tidur TV bisa kami istirahatkan. Walaupun bila dia terjaga, tetap langsung nyalakan TV lagi. Namun terjaganya itu seperti bukan karena TV mati. Berbeda dengan masa-masa sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perilaku unik antara Wildan dan TV. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, dia bisa menggambar semua logo TV sejak usia 8 tahun dengan cara mengingat.  Meskipun tidak tepat betul, tapi gambarnya bisa dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Vz3DN1Iv5hA/Ttwns1gRP0I/AAAAAAAAAUM/t5u-Pwvi3Og/s1600/2011-12-05%2B08.43.33-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 194px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Vz3DN1Iv5hA/Ttwns1gRP0I/AAAAAAAAAUM/t5u-Pwvi3Og/s200/2011-12-05%2B08.43.33-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682460481064877890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-c7nKJqUzqL0/Ttwnsm6Fw6I/AAAAAAAAAUA/qHN0zYe48Zg/s1600/2011-12-05%2B08.42.46-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 82px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-c7nKJqUzqL0/Ttwnsm6Fw6I/AAAAAAAAAUA/qHN0zYe48Zg/s200/2011-12-05%2B08.42.46-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682460477146645410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-FjPh8Z85eYo/TtwnsbMtpPI/AAAAAAAAAT0/3Uh6pLw8Rcs/s1600/2011-12-05%2B08.42.21-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 78px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-FjPh8Z85eYo/TtwnsbMtpPI/AAAAAAAAAT0/3Uh6pLw8Rcs/s200/2011-12-05%2B08.42.21-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682460474003530994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-wpBtQcf1lTQ/TtwnsG-L76I/AAAAAAAAATk/KTr2g_7uCRY/s1600/2011-12-05%2B08.42.00-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 130px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-wpBtQcf1lTQ/TtwnsG-L76I/AAAAAAAAATk/KTr2g_7uCRY/s200/2011-12-05%2B08.42.00-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682460468573892514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-YyhytwikOg0/Ttwnr0CNrmI/AAAAAAAAATc/awqoYhRcvZE/s1600/2011-12-05%2B08.41.47-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 126px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-YyhytwikOg0/Ttwnr0CNrmI/AAAAAAAAATc/awqoYhRcvZE/s200/2011-12-05%2B08.41.47-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682460463490510434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dia sangat-sangat menyukai lagu-lagu nasional yang digunakan beberapa stasiun TV untuk opening dan closing. Bahkan lagu Rayuan Pulau Kelapa di TV mampu membuat Wildan mewek alias menangis bercucuran air mata. Sampai saat ini di usia 15 tahun, Wildan kadang masih menangis saat mendengar dan atau sambil menirukan menyanyi lagu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, dia memiliki stasiun favorit yang tidak bisa diganti oleh orang lain kecuali oleh adeknya. Kalau adek yang ganti channel, Wildan cenderung diam ataudia akan meminta orang lain yang menggeser channel. Tapiiiii.....kalau selain adek, walah...lanfsung deh dia rebut remote dan pindah ke stasiun favorit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-gWJ4AgvS7Gk/TtuCcQV5VfI/AAAAAAAAATM/kr09-kQCUmY/s1600/TVRI.png"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 90px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-gWJ4AgvS7Gk/TtuCcQV5VfI/AAAAAAAAATM/kr09-kQCUmY/s200/TVRI.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682278776792765938" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ISwuuugqW2o/TtuCcFyJvfI/AAAAAAAAATE/wr2kERIYrfU/s1600/RCTI.png"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 90px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ISwuuugqW2o/TtuCcFyJvfI/AAAAAAAAATE/wr2kERIYrfU/s200/RCTI.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682278773958491634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, sebenarnya dengan kebiasaan pertama, kedua, dan ketiga itu.... Wildan nampak tidak benar-benar menikmati tayangan TV-nya kok. Lha wong dia tuh jalan-jalan mulu di rumah. Andai duduk di depan TV juga matanya tidak melihat layar, namun sambil laptop-an atau  sambil nggambar, sambil ngemil, dsb. Sesekali saja dalam hitungan detik, matanya menatap layar TV, senyum atau tertawa atau cuma ngowoh entah apa yang dipikirkan sambil memandang layar TV. Tetapi heran....bisa jadi Wildan sebenarnya memperhatikan juga. Buktinya, saya menemukan dua gambar yang mengindikasikan acara masak memasak semacam Master Chef. Oalah...ingin sekali mama mengerti apa yang sedang kamu pikirkan, nak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-1004226379437585163?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/1004226379437585163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=1004226379437585163&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/1004226379437585163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/1004226379437585163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/12/soal-penyandang-autis-sangat-suka.html' title='Berelasi dengan Televisi'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Z6BgN1Y3Eys/TtuBumr0BDI/AAAAAAAAAS0/T7tLqB5t09g/s72-c/chef%2B1.png' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-5637473420774240755</id><published>2011-11-27T00:50:00.000-08:00</published><updated>2011-11-27T01:11:36.224-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Apresiasi thd Karya Wildan'/><title type='text'>Kota Batu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-jS6LhHSxvRM/TtH9ammyNQI/AAAAAAAAARo/KbJkpG2nKaY/s1600/2011-11-27%2B15.42.06-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 99px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-jS6LhHSxvRM/TtH9ammyNQI/AAAAAAAAARo/KbJkpG2nKaY/s200/2011-11-27%2B15.42.06-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679599238572553474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-y8pTDeZCSiM/TtH9ahAeG3I/AAAAAAAAARY/3IvGKnIbx7k/s1600/2011-11-27%2B15.42.35-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 102px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-y8pTDeZCSiM/TtH9ahAeG3I/AAAAAAAAARY/3IvGKnIbx7k/s200/2011-11-27%2B15.42.35-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679599237069675378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Kota Batu, kota kelahiran Wildan dalam rekaman Wildan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginya, alun-alun kota meninggalkan kesan tersendiri. Terutama monumen buah Apel dan monumen Adipura. Pada saat dia di rumah Yang Ti dalam waktu yang lama, secara bertahap kami ajak dia keluar rumah. Paling sering ke alun-alun. Selama di sana, sepertinya dia senang dengan air mancur dan TV layar lebar. Bahkan ada saat Wildan meminta mobil berhenti hanya untuk melihat tayangan di layar besar tersebut. Pernah juga bersama Yang Teu hanya mengajak duduk di depan layar TV besar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekaman Wildan tentang Kota Batu.....adalah monumen apel room beauty-apel asli Kota Batu dan kemacetan disekitar monumen adipura depan Batu Plaza!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-5637473420774240755?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/5637473420774240755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=5637473420774240755&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/5637473420774240755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/5637473420774240755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/11/kota-batu.html' title='Kota Batu'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-jS6LhHSxvRM/TtH9ammyNQI/AAAAAAAAARo/KbJkpG2nKaY/s72-c/2011-11-27%2B15.42.06-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-6335099834671775178</id><published>2011-11-20T15:00:00.000-08:00</published><updated>2011-11-20T16:53:15.025-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Apresiasi thd Karya Wildan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rencana utk Wildan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Kegiatan Melukisnya'/><title type='text'>That's Enough</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-hw6ly0OrdTU/TsmJ5WdlTfI/AAAAAAAAARM/b81vmoODdZ0/s1600/TALKSHOW%2BKAKAK.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-hw6ly0OrdTU/TsmJ5WdlTfI/AAAAAAAAARM/b81vmoODdZ0/s200/TALKSHOW%2BKAKAK.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677220423652429298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-j6iJf9NVW24/TsmJFXIr1FI/AAAAAAAAAQw/raDAKJZzo-I/s1600/PAMERAN%2BKAKAK%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-j6iJf9NVW24/TsmJFXIr1FI/AAAAAAAAAQw/raDAKJZzo-I/s200/PAMERAN%2BKAKAK%2B2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677219530480014418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-m5KkWeCFi6c/TsmJFX3vtqI/AAAAAAAAAQo/Rq0AYQaaMqA/s1600/PAMERAN%2BKAKAK%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-m5KkWeCFi6c/TsmJFX3vtqI/AAAAAAAAAQo/Rq0AYQaaMqA/s200/PAMERAN%2BKAKAK%2B1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677219530677401250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-f7CY5iyia8s/TsmJFo9jy3I/AAAAAAAAAQ4/LdawBWR4VVk/s1600/PAMERAN%2BKAKAK%2B3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-f7CY5iyia8s/TsmJFo9jy3I/AAAAAAAAAQ4/LdawBWR4VVk/s200/PAMERAN%2BKAKAK%2B3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677219535265188722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini telat saya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;upload.&lt;/span&gt; Peristiwanya sudah bulan lalu. Tepatnya 30 Oktober 2011. Saat itu kami mengikuti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Talk Show/sharing&lt;/span&gt; dengan para orang tua anak-anak berkebutuhan khusus. Penyelenggaranya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SMART Center: Play, Learn, and Grow.&lt;/span&gt; Sebelumnya selama seminggu di tempat SMART Center diselenggarakan pameran lukisan dan foto karya anak-anak berkebutuhan khusus. Wildan bersama Raihan (fotografi), Nia (lukisan n kartun), Umar (lukusan) diundang untuk ikut pameran lukisannya. Ada 12 lukisan Wildan yang dipajang disana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu sekali saat pertama kami antarkan lukisan, Wildan ikut. Saat mau pulang, Wildan terlihat keberatan lukisannya ditinggal. Dia minta supaya lukisannya dibawa pulang lagi. Walau akhirnya dia mau pulang tanpa lukisannya.....sampai di rumah Wildan “protes’ karena dinding di ruang tamu jadi kosong. Berkali-kali dia tunjukkan dinding kosong itu. Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya selama seminggu kedepan dia tidak lagi “protes”. Bahkan saat 30/10 kami menghadiri sesi talk show (sharing), Wildan nampak senang melihat lukisannya dipajang di ruang SMART Center. Berkali-kali dia pose utuk di foto Om Fajar Embun Bon2 hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;talk show&lt;/span&gt;, panitia mengundang tiga ibu dengan anak berkebutuhan khusus, termasuk MamaFrida. Kesempatan pertama adalah Mamanya ananda Umar - penyandang tuna rungu yang hobi juga melukis. Luar biasa, Umar memiliki IQ diatas 150!. Wajahnya cerah dan sangat ceria. Lalu waktunya Mamanya ananda Nia – penyandang autis yang sangat sukses dengan prestasi gemilang baik di akademik maupun keterampilan. Nia sudah kelas satu SMU. Karyanya adalah melukis, membuat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;handy craft&lt;/span&gt;, dan membuat kartun-kartun manga.  Sangat luar biasa...Nia memiliki IQ 190!. Very excelent. Lalu terakhir giliran mamanya Wildan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama saya sampaikan.... Wildan belum pernah test IQ. Namun dilihat dari kemampuan akademiknya, mama Frida mengira IQ Wildan di bawah rata-rata atau yeah rata-rata.....mungkin sekitar 100 saja.  Lalu bagaimana dooong?.  Mama Frida sampaikan, bahwa kalau memang Wildan belum mampu mengejar akademik, maka harus dicari sisi yang lain. Kalau dia memang bisanya melukis....&lt;span style="font-style:italic;"&gt;it’s enough&lt;/span&gt;.  Kita &lt;span style="font-style:italic;"&gt;push&lt;/span&gt; dia di melukis. Namun yang utama adalah anak-anak berkebutuhan khusus ini harus distimulasi untuk bisa mandiri mengurus diri sendiri. Alhamdulillah, Wildan sudah sangat mandiri dalam hal tersebut. Kami juga mendorong Wildan meningkatkan kopetensi sosialnya. Alhamdulillah...Wildan juga memiliki kompetensi sosial yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses untuk meningkatkan kompetensi sosialnya  mengalami perkembangan pesat saat kami tinggal di perkampungan daerah Dau, tepatnya di Jetak Lor. Saat itu rumah yang kami kontrak tidak berpagar.  Suasana perkampungan dengan suasana pedesaan terasa sekali. Hubungan antar warga adalah hubungan paguyuban.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Adalah Sarinah pembantu rumah tangga kami. Berasal dari Desa di Blitar. Sarinah lebih populer dibandingkan saya di Jetak Lor. Selain saat itu saya masih studi di Bogor, Sarinah juga memiliki banyak kegiatan dengan warga sekitar. Baik itu olah raga dalam rangka lomba-lomba desa (misal 17 agustusan), gotong royong, atau sekedar “ngerumpi”. Nah, disetiap kegiatannya itu Wildan seringkali di ajak serta. Sehingga warga juga sangat mengenal Wildan. Rupanya selain ada sisi negatif, upaya Sarinah mengajak Wildan itu membawa efek positif bagi perkembangan kompetensi  sosial Wildan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya pulang, saya melihat sendiri Wildan bermain dan bertamu ke rumah-rumah tetangga. Saking “terbiasanya” Wildan hadir di tengah-tengah warga, sebagian warga menjadi tidak takut lagi dengan Wildan. Pernah suatu ketika saya bingung cari Wildan...eh ternyata 30 menit kemudian Wildan nongol bersama Bapak depan rumah, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Saya baru ajak Wildan jalan pagi bu..keliling kampung.&lt;/span&gt;”....walaaaah... Atau ibu sebelah rumah yang serig ijin, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;bu..Wildan saya ajak belanja yaaa”&lt;/span&gt;.  Bahkan si mamang penjual tempe kadang minta ijin, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bu, Wildan saya bonceng keliling jual tempe yaaa..nanti saya antar pulang lagi kesini&lt;/span&gt;.” Hahaha...bagaimana yaaaaa....sulit sekali saya melarang “penerimaan” mereka semua. Indikasi mereka “tidak takut” dan “menyadari” kehadiran Wildan sebagai penyandang autis itu lebih bermakna bagi kami dibanding mungkin bahaya-bahaya yang akan Wildan alami saat bersama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat “memasyarakatkan” kehadiran anak-anak berkebutuhan khusus itu pula yang mengilhami dibukanya sekolah inklusi di sekolah-sekolah pemerintah. Tidak hanya demi kepentingan internal anak-anak berkebutuhan khusus, sekolah inklusi juga memberi kesempatan anak-anak “normal” menyadari, mengenal, dan berinteraksi dengan anak-anak berkebutuhan khusus.  Anak autis yang masuk ke sekolah inklusi, otomatis harus mengikuti kurikulum nasional. Walaupun sekolah inklusi akan melakukan improvisasi, satu hal yang harus orang tua anak autis sadari adalah mereka harus mengenal kompetensi anak masing-masing.  Memberi beban yang berlebihan pada sekolah inklusi untuk membuat anak-anak berkebutuhan khusus berprestasi di segala bidang adalah hal yang kurang tepat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-6335099834671775178?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://www.detikinet.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/6335099834671775178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=6335099834671775178&amp;isPopup=true' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/6335099834671775178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/6335099834671775178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/11/thats-enough.html' title='That&apos;s Enough'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-hw6ly0OrdTU/TsmJ5WdlTfI/AAAAAAAAARM/b81vmoODdZ0/s72-c/TALKSHOW%2BKAKAK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-7593294070601047050</id><published>2011-11-13T04:29:00.000-08:00</published><updated>2011-11-13T04:57:03.740-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perasaan untuk Wildan'/><title type='text'>Kasih Sayang Adek adalah Proses yang Terus Menerus.</title><content type='html'>Sejak ayah banyak &lt;span style="font-style:italic;"&gt;share blog &lt;/span&gt;ini ke teman-temannya di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;facebook&lt;/span&gt;, banyak pula yang bertanya bagaimana bisa membuat adek Ghulam sangat sayang sama kakak, dan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mengingatkan kembali pada Mama, bahwa selama ini ayah telah dengan sengaja “membangun” sikap adek itu secara &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ajeg&lt;/span&gt; dan terus menerus. Mama jadi ingat saat pagi hari Sabtu (5/11) sebelum adek berangkat sekolah. Pagi itu adek mencari buku yang akan dibawa ke sekolah. Entah dimana, buku tersebut ketlisut. Mestinya dia siapkan di malam hari, tapi katanya semalam juga sudah tidak ada. Mama yang sibuk di dapur memberi usul, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kakak (Wildan)..bantu adek dong cari bukunya.” &lt;/span&gt;Dan seperti biasa, tidak perlu dua kali “perintah”....Wildan langsung ke kamar adek untuk ikut mencari buku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang terjadi di dalam kamar, tiba-tiba kakak keluar kamar berteriak keras sambil tangannya menuding-nuding adek dengan marah. Kami semua kaget melihat kakak nampak sangat marah sampai tangannya bergetar. Pasti adek baru “marah” sama kakak. Bisa jadi kakak malah membuatnya semakin panik tidak mendapatkan buku tersebut. Namun adek tidak mau mengakui. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Membuat kakak “marah” begitu menakutkan bagi adek karena dia tahu pasti siapa yang akan jadi "terdakwa."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan ayah rupanya sudah bisa menduga bahwa adek habis “kasar” pada kakak. Sebab Itu pernah juga  terjadi:  bila adek membentak kakak atau “menolak” kakak dengan “ketus”, Wildan akan bereaksi seperti itu. Baik saya maupun ayah, dan juga Yang Ti yang waktu itu ada ditarik sama Wildan diajak menuju adek dengan teriakan marah dan tangan menuding seolah mengadukan atau meminta kami “menindak” adek. Suasana cukup mencekam karena Wildan tidak berhenti teriak. Dan adek tetap cemberut.&lt;br /&gt;Ayah dan saya berusaha untuk menengahi dengan tidak menjadikan adek sebagai "terdakwa". Kami beri pengertian pada kakak bahwa adek tidak memarahinya dan meminta pada adek untuk tidak cemberut. Namun beberapa waktu usaha itu tidak berhasil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami diam saja menunggu akhir dari emosi masing-masing. Sesaat hanya terdengar kemarahan kakak, dan yang lain dalam kesunyian menarik diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba adek teriak sambil menangis, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kenapa aku yang disuruh mengalah teruuusss???!!. Aku sudah senyum tapi kakak tetap saja marah!!.&lt;/span&gt;” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati kami begitu tersayat mendengar protes adek tersebut. Tapi dengan suara tidak kalah keras ayah menyadarkan adek bahwa siapa lagi yang akan mengalah pada kakak kalau bukan adek- saudara kakak satu-satunya?. Kalau adek tidak mau mengalah sama kakak...apalagi orang lain!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama hanya bisa terdiam. Eyang Ti juga hanya bisa terdiam. Kami biarkan tiga lelaki di rumah ini teriak-teriak. Tidak usah ditambah dengan teriakan yang lain lagi.&lt;br /&gt;.........................&lt;br /&gt;..................................&lt;br /&gt;...........................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali ayah dan mama berbincang tentang “rasa bersalah” karena telah membuat adek harus lebih dewasa menghadapi kakak. Pernah ada rasa ketakutan bahwa adek akan terbebani dibatas kemampuannya.  Namun, itulah keputusan dan pilihan. Adek dalam posisi apapun memang harus menjadi yang lebih dewasa, harus bisa banyak memaklumi, dan tentu saja harus banyak melimpahkan kasih sayangnya pada kakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sering kami melibatkan adek dalam interaksi yang membangun semua itu. Baik dalam kata-kata maupun dalam  perbuatan.  Sejak adek batita hingga saat ini di usianya yang masuk ke 14 tahun, pertanyaan ayah yang selalu diulang-ulang ke adek (bahkan disaat adek menjelang tidur dan saat terlelap. Di kemudian hari, mama baru menyadari bahwa upaya ayah ini sama dengan hipnoteraphy) adalah, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            - Ayah (A)   : Adek sayang sama kakak a?.&lt;br /&gt;            - Ghulam (G) : sayang (atau adek akan mengangguk bila pertanyaan itu  &lt;br /&gt;                           disampaikan saat adek sudah lelap tertidur.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini adalah pertanyaan ayah untuk Ghulam kecil sampai SD:&lt;br /&gt;            – A :  siapa pacar adek?.&lt;br /&gt;            - G : Kakak, ayah, mama, dan aku (diri sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering juga mereka bertiga tidur satu ranjang...lalu berebutan mencium kakak. Dan kakak tentu saja akan teriak-teriak tidak suka. Namun adek dan ayah tetap “memangsanya!”. Hahaha....lucu juga melihat tiga singa itu heboh!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering juga ayah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;narsis bin show up&lt;/span&gt; di tempat-tempat umum kalau kami berempat keluar. Pamer-pamer kemesraan dengan kakak gitu deh. Peluk-peluk. Cium-cium.Atau dorong-dorongan di mall atau saat kami makan di restoran. Ugh! pastinya menarik perhatian banyak orang yang melintasinya. Rupanya aksi itu yang diulang-ulang di depan adek, adalah salah satu upaya untuk menumbuhkan supaya adek tidak malu bersama kakak...seperti halnya ayah juga tidak malu semua orang tahu kakak berkebutuhan khusus. Termasuk tidak jarang juga ayah mengungkapkan secara frontal rasa tidak sukanya pada orang-orang yang memandang heran &lt;span style="font-style:italic;"&gt;show up&lt;/span&gt;nya dengan kakak. Aduh...kalo ayah sudah melotot ke orang yang memandang aneh kakak....mama mending ngaciiirrr...kabuuurrr hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan ayah yang ekspresif sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;homo ludens&lt;/span&gt; (hihihihi...), mama sering menstimulasi adek dengan ungkapan-ungkapan sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lihat dek wajah kakak....teduh ya?&lt;/span&gt;.” Lalu adek akan lihat wajah “teduh” Wildan sehingga seperti yang kurasakan dalam dada ini membuncah rasa damai saat memandang wajahnya. Atau akan mama bilang, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dek, mama lho kalau kesenggol kulit kakak..rasanya nyamaaaan gitu. Adek juga ya&lt;/span&gt;?.” Dan adek akan bilang “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;iya...aku juga&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu bila sedang “dewasa” ayah akan memberi adek nasihat-nasihat tentang perlunya kita semua termasuk adek untuk senantiasa menjaga kakak, melimpahinya dengan kasih sayang, dan banyak memaafkan kakak. Ayah akan ajak adek berhitung, betapa adek sangat beruntung dibanding kakak yang berkebutuhan khusus;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Coba ingat-ingat dek. Banyak hal yang    &lt;br /&gt;     dinikmati dan dipunyai adek, tetapi kakak tidak punya. Adek bisa sekolah, &lt;br /&gt;     banyak teman, banyak mainan, bisa menikmati hape, main internet, menikmati &lt;br /&gt;     acara-acara di TV, film, dan lagu2....serta banyak sekali kenikmatan yang bisa &lt;br /&gt;     adek rasakan. Tapi coba lihat kakak. Sehari-hari ya hanya itu-itu saja &lt;br /&gt;     kegiatannya. Tidak punya teman bermain, tidak punya hape, lihat TV ya seperti &lt;br /&gt;     tidak menghayati isinya.....kakak hanya punya adek, mama, ayah....dan barang-&lt;br /&gt;     barang yang sangat terbatas. Jadi kalau adek harus mengalah pada kakak, itu &lt;br /&gt;     sungguh tidak sebanding dengan kenikmatan yang bisa adek dapatkan. Siapa lagi &lt;br /&gt;     kalau bukan kita yang bisa membahagiakan kakak.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adekpun akan berkaca-kaca. Mama tahu apa yang ada di hatinya. Keharuan dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;welas asih  &lt;/span&gt; yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal seperti itulah yang setiap waktu kami induksikan kepada adek. Kami tunjukkan padanya supaya seperti kami- yang melihat Wildan sebagai butiran mutiara di lautan pasir, jangan sampai tersapu oleh gelombang. Seperti menjaga manusia lilin yang tak boleh meleleh oleh api, dan seperti pualam yang selalu licin mengkilat dan menyerap zat-zat yang membuatnya sejuk....#&lt;span style="font-style:italic;"&gt;lebay&lt;/span&gt; dikit tidak apa khan?:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-7593294070601047050?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://facebook.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/7593294070601047050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=7593294070601047050&amp;isPopup=true' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/7593294070601047050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/7593294070601047050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/11/kasih-sayang-adek-adalah-proses-yang.html' title='Kasih Sayang Adek adalah Proses yang Terus Menerus.'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-2207859763041081889</id><published>2011-11-10T16:17:00.002-08:00</published><updated>2011-11-11T21:56:17.340-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='awards'/><title type='text'>Horeee....Jadi Pemenang ISBA 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ptG2rznItL4/TryV5b8oleI/AAAAAAAAAQc/9aVg4RnL1LE/s1600/internet%2Bsehat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 75px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ptG2rznItL4/TryV5b8oleI/AAAAAAAAAQc/9aVg4RnL1LE/s200/internet%2Bsehat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5673574444567139810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah.....blog Wildan dipilih sebagai pemenang Internet Sehat Blog &amp; Content Award (ISBA) 2011 katagori BRONZE minggu ke 28 ini (10/11). Hmm... hadiah istimewa untuk Ultah adekku  Om Henry Yudianto Mawardi yang memiliki inisiatif membuatkan blog tersebut. Pas sekali Ultahnya 10 nopember. Dia yang mendesain blog www.anakkuautis.blogspot.com  ditahun 2008.  Sedangkan diriku tinggal merawat kontennya.  Tapi penghargaan ISBA ini membuatku ngeriiii karena harus semakin rajin merawat blog ini lebih bermanfaat dan menginspirasi. Semangaaaat!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya malah tahu dari seorang teman di fesbuk Mohammad Eddo Sapratama yang menyampaikan pesan selamat dan tautan ISBA 2011. Setelah saya cek..benarlah adanya. Alhamdulillah bila blog tersebut bermanfaat bagi orang lain.&lt;br /&gt;Ini beritanya di DetikInet.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jakarta - Tim Internet Sehat telah memilih dua blog pemenang Internet Sehat Blog &amp; Content Award (ISBA) 2011. Setelah melakukan proses verifikasi dan penilaian, bersama ini kami menyampaikan bahwa blog berikut ini layak dan berhak mendapatkan penghargaan ISBA 2011 untuk kategori Bronze minggu ini, Kamis (10/11/2011):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://anakkuautis.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih ISBA?. ISBA 2011 diinisiasi oleh ICT for Partnership (www.ictwatch.com), didukung oleh XL Axiata (www.xl.co.id), Norton Symantec (www.symantec.com), dan detikINET (www.detikinet.com).Teman-teman bisa buka website tentang ISBA di http://isba.ictwatch.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit saja yang bisa saya kutipkan dari website ISBA sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Internet Sehat Blog &amp; Content Award (ISBA) 2011 adalah sebuah penghargaan sepanjang tahun yang diberikan kepada pengelola Blog, Wiki, Forum, Portal dan berbagai jenis layanan konten lainnya, baik perseorangan ataupun berkelompok, yang dengan segenap daya kreatifitasnya telah menuangkan ide, gagasan dan pikirannya dalam bentuk tulisan secara online. Tulisan tersebut tentunya yang harus dapat memberikan ide ataupun mengarahkan pembaca untuk melakukan tindakan yang positif dan bermanfaat, bagi dirinya ataupun masyarakat sekitarnya di Indonesia. Goal dari program ini adalah untuk men-generate tumbuhnya konten-konten lokal sehingga semakin banyak generasi muda Indonesia yang aktif menulis di blog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ayo nge-blog yang sehat. Gunakan tehnologi dengan bijak dan positif bagi sesamanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-2207859763041081889?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/2207859763041081889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=2207859763041081889&amp;isPopup=true' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/2207859763041081889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/2207859763041081889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/11/ya-allah.html' title='Horeee....Jadi Pemenang ISBA 2011'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ptG2rznItL4/TryV5b8oleI/AAAAAAAAAQc/9aVg4RnL1LE/s72-c/internet%2Bsehat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-4996690326734898623</id><published>2011-11-07T00:27:00.000-08:00</published><updated>2011-11-07T00:32:01.877-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Autisme Wildan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Autis Wildan'/><title type='text'>Misteri Rumah Bagi Si Dia</title><content type='html'>Sudah tiga bulan lebih Eyang Teu pindah menetap Malang dari Makasar. Tapi sampai dengan hari ini, Wildan tetap tidak mau masuk rumah Eyang Teu. Kami semua bingung. Setiap mobil masuk area perumahan dimana Eyang Teu tinggal, Widan sudah rewel dan akan semakin rewel saat tiba di depan rumah. Begitu mobil berhenti di depan pagar, Wildan memandang kami dengan tatapan enggan turun, bahkan beberapa kali menahan tanganku atau ayah yang lagi di belakang kemudi supaya tidak turun mobil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan kami bisa memaksanya masuk rumah dengan beberapa alasan, dia akan masuk dengan menangis sepanjang tinggal di dalam. Berkali-kali akan terisak sambil bilang, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“ulang..ulang.. .(Pulang...pulang).”&lt;/span&gt;  Segala rayuan yang paling mautpun membuatnya bergeming ingin pulang. Sering Eyang Teu merayunya dengan memberinya kue atau makanan, Wildan akan menerima kue atau makanan tersebut...dengan menangis, kue dan makanan itu cepat-cepat dihabiskan supaya dia punya alasan minta pulang!. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya yang bisa sedikit menahannya adalah bila diminta siram-2 rumput di halaman depan.  Itupun kami harus sering-sering ingatkan sebab Wildan suka membelokkan air selang ke halaman tetatngga sebelah atau pada pohon-pohon pinggir jalan yang dibawahnya terdapat modil parkir.&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Ribet&lt;/span&gt; banget deh kalau sudah acara berkunjung ke Eyang Teu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang aneh respon Wildan pada rumah-rumah tertentu dan pada masa tertentu. Ada rumah yang Wildan sangat tidak mau masuk. Ada rumah yang Wildan mau masuk tapi sebentar saja. Dan ada rumah yang Wildan nampak merasa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;enjoy&lt;/span&gt; banget. Sampai sekarang kami belum menemukan faktor-faktor apa yang menyebabkan respon positif dan negatif tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu kala (..ketika matahari terbit dari timur), Wildan kecil tidak mau masuk rumah Mbah Buk (Buliknya Mama) di Desa Sidomulyo. Rumahnya besaaar dengan halaman depan, samping dan belakang yang luas. Bila disana, Wildan hanya mau masuk rumah bagian belakang (ruang makan dan dapur) lewat halaman samping. Jikalau dia sempat mau masuk ke ruang dalam, maka dia akan dengan takut-takut menoleh ke ruang keluarga samping sambil matanya melirik-lirik gambar-gambar yang terpaku di dinding dengan ekspresi ketakutan. Terutama gambar kaligrafi, pas photo presiden dan wakil presiden. Belum sempat kita memastikan sebab dia tidak mau masuk ruangan itu, beberapa tahun kemudian dia mau masuk ruang itu dan terlihat enjoy. Yaitu saat ruangan tersebut diganti cat dindingnya dari hijau ke abu2 terang dan digantinya kursi ukiran dengan sofa. Sementara itu satu-satunya kamar tidur yang pernah dia masuk, adalah kamar tidur tante Ulfa yang banyak bonekanya!. Disana Wildan bisa tidur-tiduran santai sambil “menthil” ujung bantal hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa-masa itu, bertamu atau berkunjung ke rumah orang lain selalu diawali dengan kekhawatiran, “Wildan mau masuk apa enggak yaaa.”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pas dia suka atau enjoy...waduh, bisa juga bikin kewalahan neh. Adalah rumahnya Mbah Dok (Mbah Wedok=mbah putri), orang tuanya Bude Shinta sahabat kami di Areng-Areng (satu dusun dengan kami saat ini). Sekitar tahun 2008-2009 merupakan rumah idola bagi Wildan. Sehari saja kami tidak antar dia kesana.....dia akan rewel dan maksa-maksa kesana. Di rumah Mbak Dok, Wildan keranjingan nge-game di komputer pakde Gun dan makan masakan Mbah Dok, terutama saat itu selalu disediakan nasi panas dari majic jar.  Maklum deh tahun2 itu saya belum punya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;majic jar&lt;/span&gt; hahaha...karena kami lebih suka makan dengan nasi dingin   #ngeles.com. Akhirnya saya beli majic itu karena sejak Wildan suka ke rumah Mbah Dok, kalau di rumah sendiri mau makan, Wildan panasi dulu nasi di panci!. Kembali ke ruma Mbah Dok. Selain &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nge Game&lt;/span&gt; dan makan, Wildan bisa juga tidur-tiduran di kasurnya mas Ardha. Rumah Mbah Dok ini ciri khasnya memiliki ruang tamu yang luas, yang digabung dengan ruang nonton TV dengan pembatas bufet saja. Di ruang itulah Wildan menghabiskan waktu dengan bahagia sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun yang sama dengan kesukaannya di rumah Mbah Dok, sebaliknya Wildan sangat antipati masuk rumah Eyang Ti (nenek) di Desa Sidomulyo. Padahal di rumah ibu saya itu Wildan lahir dan hingga usia 2 tahun tinggal. Hingga dia usia 11 tahun, tidak pernah ada masalah bila diajak ke rumah Eyang Ti. Entahlah, pada 2008 itu Wildan akan menangis bila diajak masuk. Saat lebaran maupun acara-acara keluarga, kami jadi tidak bisa ikut dengan enak karena Wildan hanya mau masuk untuk salaman...trus menangis minta keluar dan tidak bisa kembali lagi. Naun juga tidak disangka-sangka pada tahun 2010, sebaliknya Wildan malah tidak mau pulang ke Areng-2.....minta tinggal di rumah Eyang Ti (bahkan sampai 16 bulan di sana). Ada banyak cerita tentang keberadaannya di rumah Eyang Ti yang telah saya tulis di blog ini. Rumah Yang Ti memiliki ruang tamu yang luas, ruang keluarga yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngerong&lt;/span&gt; (seperti di bawah tanah) dan diatas ruang keluarga adalah kamar tidur masa remaja saya. Pokoknya ruang-ruangnya naik turun deh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kami menduga-duga...&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wildan akan tidak suka dengan rumah sbb:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Terlalu banyak barang, atau&lt;br /&gt;2. Tidak ada majalah sama sekali, atau&lt;br /&gt;3. Nampak suram, atau&lt;br /&gt;4. Agak mistis, atau&lt;br /&gt;5. Tidak ada Televisi, atau&lt;br /&gt;6. Ada banyak kaligrafi, atau&lt;br /&gt;7. Dan masih kami pikir2 yang lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wildan lebih suka rumah sbb:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Sedikit barang, atau&lt;br /&gt;2. Banyak majalah, atau&lt;br /&gt;3. Terang benderang, atau&lt;br /&gt;4. Televisinya dinyalakan, atau&lt;br /&gt;5. Lebih banyak foto/lukisan, atau&lt;br /&gt;6. Selalu ada kue-kue, atau&lt;br /&gt;7. Ada bantal yang banyak, atau&lt;br /&gt;8. Memiliki komputer yang tidak rusak, atau&lt;br /&gt;9. Dsb.&lt;br /&gt;Saya tulis “atau” karena aslinya kamipun masih belum bisa pastikan hehehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-4996690326734898623?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/4996690326734898623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=4996690326734898623&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/4996690326734898623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/4996690326734898623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/11/misteri-rumah-bagi-si-dia.html' title='Misteri Rumah Bagi Si Dia'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-5376482852020751844</id><published>2011-10-05T05:29:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T05:35:49.639-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Autis Wildan'/><title type='text'>Menu Campuran</title><content type='html'>Hati-hati bila menata menu makan di meja sebab Wildan tidak bisa membedakan mana yang pas. Seperti malam ini, dipiring Wildan tercampurlah menu bakso dengan langut ikan bakar yang bersantan kental!. Duh...jadi merasa bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Wildan juga akan menyampur menu soto daging dengan urap-urap (daun keniker/daun singkong dengan parutan kelapa).  Sayur bening gambas dengan kare ayam, dan atau sup dengan pepes pindang.  Nasi goreng dengan gulai terong.  Alamak, bagaimana ya rasanya?.  Sangat mengherankan, ternyata Wildan tetap saja makan campuran itu dengan lahap!. Duhai kekasihku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, saya yang seharusnya mengatur menu dengan baik hehehe. Namun kadangkala pusing juga memasak apa karena anggota rumah memiliki kesukaan yang berbeda. Ayah paling suka dengan menu berkuah, terutama bakso dan sup yang mana adik tidak suka bakso dan sayur.  Adik sangat maniak dengan menu yang berbahan daging ayam dan bumbu yang berbahan kacang dengan segala olahannya, sementara ayah tidak doyan dengan daging ayam. Wildan dan mama adalah pemakan segala masakan tanpa ada penolakan hehehe.  Jadi ada saat mama terpaksa memasak masakan yang tidak padan bila dipadukan. Sementara menu yang semua mau/suka adalah tempe penyet,  sate, nasi goreng, dan mie saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara menu yang semua dilahap Wildan, ada masakan-masakan favorit dia. Seperti Orem-Orem tahu tempe, bakwan jagung, mendol tempe, dan nasi goreng.  Andai setiap hari mama masak empat masakan tersebut, niscaya Wildan tidak akan pernah bosan rasanya. Sayangnya tiga diantara empat menu itu kurang disukai oleh ayah dan adik.&lt;br /&gt;Terhadap menu yang disukai, ada perilaku Wildan yang terlihat lucu menggemaskan. Bila kami mengambil untuk makan, Wildan akan mengawasi dan cepat-cepat menutupnya begitu kami  selesai menyendok. Seolah takut habis hahaha.  Pernah ada tamu (family) yang kami suguhi menu kesukaan Wildan. Eh, Wildan ikut duduk bersama. Saat salah satu tamu ambil orem-orem, tangannya ditahan oleh Wildan supaya ambilnya tidak kebanyakan! Aduh, bikin malu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi begitulah Wildan. Dia lakukan itu tanpa ekspresi kemarahan dan rasa bersalah. Biasa-biasa saja ekspresinya, seolah itu hal yang wajar dilakukan setiap orang. Padahal, kalau sebaliknya kami lakukan padanya...yaitu menahan dia ambil makanan...dia akan memandang kami, seolah bertanya, “kenapa tidak boleh untukkua????”. Hahaha...ah, autisme.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-5376482852020751844?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/5376482852020751844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=5376482852020751844&amp;isPopup=true' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/5376482852020751844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/5376482852020751844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/10/menu-campuran.html' title='Menu Campuran'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-4397659965685285152</id><published>2011-09-20T20:34:00.000-07:00</published><updated>2011-09-21T03:03:46.599-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perasaan untuk Wildan'/><title type='text'>Adik Adalah Sahabat dan Teraphist</title><content type='html'>Banyak saudara yang jarang bertemu dan teman-teman kami yang bertanya, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bagaimana hubungan Wildan dengan adiknya&lt;/span&gt;?.”........” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apa Wildan mengerti kalau mempunyai adik?&lt;/span&gt;.”......”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apakah adik Wildan bisa menyayangi kakaknya&lt;/span&gt;?.”...dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mendapat pertanyaan seperti itu, sebongkah haru tiba-tiba menyeruak dalam diri kami karena yang terbayang adalah adik yang luar biasa dan hubungan mereka yang menyejukkan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-OH3JlUxqoxc/Tnlk5ZvYYUI/AAAAAAAAAP4/jD8ZQqa5C6k/s1600/DSC_1133.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-OH3JlUxqoxc/Tnlk5ZvYYUI/AAAAAAAAAP4/jD8ZQqa5C6k/s320/DSC_1133.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654661744465305922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik- Ghulam Ridho Lazuardy- adalah sahabat istimewa Wildan setelah ayah. Sejak kecil baru merangkak, Ghulam sudah menunjukkan ekspresi-ekspresi kebanggan pada sang kakak. Hal tersebut nampak dari pandangan dan sinar matanya saat menatap sang kakak. Selalu matanya berbinar-binar dan berusaha selalu dekat sang kakak. Sementara Wildan sangat cuek, seolah tidak ada orang lain termasuk keberadaan adik. Sementara Wildan sibuk dengan dunianya sendiri, adik selalu mengikuti dengan mata berbinar-binar dan senyum mengembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat usia dua tahun, Ghulam yang sudah bisa berbicara dan mempunyai banyak teman tetap saja “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngglibet&lt;/span&gt;” pada sang kakak. Tidak jarang Wildan merasa terusik dengan kehadiran adiknya. Saat  Wildan tantrum, adik adalah sasaran utama. Ditendang, disepak, dibenturkan kepalanya saat kami lengah. Walau menangis, Ghulam masih saja memandang kakaknya dengan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat saat sekitar tahun 1998 di rumah Ngijo. Ghulam dan Wildan sedang bermain dengan anak-anak sekitar rumah. Suasana ramai ceria. Ada yang berlarian sepeti Wildan, ada pula yang bawa mobil-mobilan. Suatu ketika dengan cueknya Wildan mengambil mobil-mobilan salah satu anak untuk diputar-putar rodanya. Tentu tanpa permisi, main comot begitu saja. Seorang anak yang agak besar nyelutuk, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Wildan khi nakal!&lt;/span&gt;.”. Entah apa yang sedang dilakukan adik saat itu, tiba-tiba saja Ghulam meloncat didepan kakaknya....menghadap ke anak yang nyelutuk tadi...Tanganya melentang melindungi sang kakak sambil melotot marah, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;kakakku tidak nakal!&lt;/span&gt;”. Lalu sepanjang waktu berikutnya, Ghulam tidak mau beranjak dari depan kakak, tidak boleh satu orangpun menyentuh sang kakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada masa-masa sulit, dimana kami harus pindah kontrakan. Setiap pindah rumah, Ghulam yang beinisiatif memperkenalkan diri dan kakaknya pada teman-teman sebayanya. “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;hey...namaku Ghulam. Ini kakakku..namanya Wildan. Kakakku autis, tapi jangan takut. Kakak tidak apa-apa&lt;/span&gt;.” Itu kalimat perkenalannya. Lalu Ghulam akan memberi instruksi pada sang kakak, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;kakak...cium&lt;/span&gt;.” Dan Wildan akan mengecup pipi adiknya, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lho ga papa....kamu juga boleh cium kakakku&lt;/span&gt;.".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Empathy&lt;/span&gt; Ghulam pada sang kakak luar biasa. Ketika Wildan uring-uringan dan tak terkendalikan, kam mengeluh pada adik, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dek..mama pusing deh, kenapa sih kakak itu uring-uringan saja?&lt;/span&gt;”. Sambil main mobil-mobilan Ghulam menjawab sambil lalu, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kakak itu sedih maaa...karena mama marah-marah terusss.&lt;/span&gt;”..... atau adik akan menegurku, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kakak itu...ingin mama lihat lukisan yang baru dibuatnya&lt;/span&gt;.”.  Sejak mengerti sekitar usia SD hingga sekarang, Ghulam selalu antusias untuk menterjemahkan apa keinginan kakak. Pun pada saat kami tidak mengerti apa arti gambar kakak ketika dia meminta sesuatu. Ghulam akan mencoba menterjemahkan walau salah...sampai kakaknya diam tidak rewel karena kami tidak mengerti maksud dari gambarnya. (Kadang kalau dia minta sesuatu, kami instruksikan...”Apa?...gambar...”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-y-DalqjfIR8/TnlnG11VLKI/AAAAAAAAAQI/bVD9_cO57uI/s1600/Foto0943.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-y-DalqjfIR8/TnlnG11VLKI/AAAAAAAAAQI/bVD9_cO57uI/s320/Foto0943.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654664174368009378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya, mereka berdua juga pribadi yang saling melengkapi. Secara fisik, Wildan gendut, adik ceking hehehe....Wildan suka sayur tidak mau buah, sebaliknya Ghulam tidak suka sayur dan sangat maniak buah-buahan. ....Kalau makan telur, Ghulam suka putih telur..sementara Wildan suka kuningnya. Dimasa usia TK, kalau Ghulam makan dengan telur, dia akan sisakan kuning telur dan bilang, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ini nanti untuk kakak....ini kesukaan kakak&lt;/span&gt;.”. Akhirnya,  Wildanpun kalau kami ajak beli kue, dia akan ambil dua kue yang sama...ternyata yang satu untuk adiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat usia SD, setiap libur sekolah....Ghulam selalu punya inisiatif  untuk ikut antar kakaknya sekolah autis maupun inklusi.  Lalu dia akan menunggui kakaknya hingga jam pulang, sementara mama atau ayah habis mengantar langsung kerja dan nanti menjemput mereka kembali. Wildan sangat senang kalau adiknya ikut menungguinya. Adik dituntun...dan dikenalkan pada guru-gurunya (disuruh salaman ke guru). Lalu Wildan sibuk carikan adik kursi di sebelahnya (terpaksa temannya sebangku mengalah hehehe). Sebaliknya, waktu Ghulam TK dan SD.....kalau Wildan kami ajak menjemput adik, adik juga tidak malu memperkenalkan kakak kepada teman-teman sekolahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal Ghulam berinisiatif untuk mencarikan kegiatan bersama dengan sang kakak. Entah itu main bola, main banteng-bantengan, jumpritan, main layan-layang (walau kadang adik terlalu asyik dengan teman sebayanya dan sedikit mengabaikan sang kakak)...... Saat masih usia SD hingga Ghulam kelas VII kadang mereka kemping di ruang tengah..... Tidak jarang, Ghulam libatkan kakak  menggoreng telur atau jamur dan membuat mie di dapur. Wildanpun jadi patuh sama sang adik. Bahkan mengalahkan kepatuhannya pada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghulam pula yang bersihkan kakak saat buang air besar manakala saya dan ayah tidak di rumah. Bila harus pembantu yang bersihkan kakak, tidak jarang Ghulam akan cek ulang, dan bila kurang bersih, pembantu diminta mengulang bersihkan kakaknya. Suatu ketika, saat Ghulam sudah sunat (kelas VI SD) sepulang dari kantor Ghulam bilang, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ma, tadi kakak habis buang air besar dan bersihkan bokongnya sendiri.&lt;/span&gt;"....Saya respon, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lho, adik kemana&lt;/span&gt;?."...Dia jawab, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku ada, tapi sekarang lho aku merasa jijik kalau bersihkan kakak karena kakak sudah besar&lt;/span&gt;."...Deg! dalam hatiku. Ghulam melanjutkan, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jadi tadi kakak kuajari bersihkan sendiri. Aku yang pegang gayung air, kuguyur bokongnya, kakak bersihkan dengan tangannya sendiri&lt;/span&gt;." Masih sedikit kecewa, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bersih enggak ya dik&lt;/span&gt;?&lt;/span&gt;.". Dengan antusias Ghulam menjelaskan, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bersih kok. Sudah kulihat. Kucium bokongnya juga tidak bau. Tadi kakak juga kuajari cara menyabunnya&lt;/span&gt;.". Oalah.....mama dan ayah  lebih tidak tega..bukannya tidak mau...mengajari kakak bersihkan sendiri, namun apa yang dilakukan Ghulam adalah hal yang baik. Dengan demikian Wildan akan semakin mandiri merawat dirinya. Sejak saat itu, kami sepakat tidak membantu Wildan bersihkan diri sehabis buang air besar. Ada saat kami sangat tidak tega, terutama ayah - bila Wildan dengan kepolosannya minta dibersihkan. Tetapi demi kebaikannya, kami harus tega!. Sekarang Wildan sudah sangat mandiri mengurus diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanglah dengan bertambahnya usia, tentu Ghulam juga mempunyai kehidupan sendiri sebagai remaja. Kadang saya takut Ghulam merasa harus sering berkorban untuk kakaknya. Saya khawatir dia merasa selalu harus mengalah, dst. Untungnya, ayah sering mengajak Ghulam bicara sebagai "lelaki". Tidak bosan, ayah selalu memberi pengertian pada Ghulam, betapa dia harus lebih bersyukur dibanding kakaknya. Ghulam mempunyai banyak teman, banyak mainan, banyak kesempatan, banyak keahlian...sementara kakaknya sungguh sangat terbatas. Maka, siapa lagi yang akan mengerti tenang kakak kalau bukan saudaranya (adik Ghulam), mama, dan ayah. Begitu petuah ayah setiap waktu pada Ghulam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun yang lalu, saat Ghulam kelas satu SMP....eyang Ti menyampaikan keresahannya pada Ghulam....mama di kamar dengar pembicaraan mereka, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dek, kakak besuk bagaimana ya kalau sudah besar? Kakak kerja apa?.&lt;/span&gt;”. Tanya eyang Ti. Ghulam menjawab serius, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kakak itu besuk ikut aku, Yang....kakak menjadi tanggunganku&lt;/span&gt;.”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik juga pernah bicara denganku, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ma, do’akan besuk aku sukses ya?. Kalau aku kaya, kakak akan kubuatkan galeri...jadi kakak bisa melukis disitu sambil menjual lukisannya.&lt;/span&gt;”. Oh, dalam hati aku menyimpan pesannya itu sebagai amanah kepadaku...akan kudo’akan nak....walaupun kakakmu kelak bisa  mandiri. Tetap kudo’akan. Kalian akan bersama-sama mewarnai hidup kalian bersama, saling mengisi dan saling membantu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-4397659965685285152?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/4397659965685285152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=4397659965685285152&amp;isPopup=true' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/4397659965685285152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/4397659965685285152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/09/adik-adalah-sahabat-dan-teraphist.html' title='Adik Adalah Sahabat dan Teraphist'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-OH3JlUxqoxc/Tnlk5ZvYYUI/AAAAAAAAAP4/jD8ZQqa5C6k/s72-c/DSC_1133.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-3417737747896197911</id><published>2011-09-16T03:55:00.000-07:00</published><updated>2011-12-04T20:04:06.791-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Autisme Wildan'/><title type='text'>Cabut Uban</title><content type='html'>Paling “sebel” kalau sudah lihat Wildan kencan dengan Ayah. Soalnya bisa berjam-jam mereka “autis” pada kami. Sibuk kegiatan berdua. Tidak di kamar, di depan TV, di Gazebo, bahkan di dapur!. Walau sesekali terdengar “jeritan” Ayah...atau suara kemarahan Wildan, namun mereka tetap saja lakukan kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Apa siiiiih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Cari uban!. Nah lho. Wildan paling teliti dan serius kalau sudah cari uban di kepala dan jenggot Ayah. Malah sudah bisa dibilang kecanduan. Begitupula dengan sang Ayah, sehari saja tidak dicabuti ubanya  oleh Wildan juga nampak “limbung” hihihihi. Mama pikir-pikir, kegiatan tersebut banyak manfaatnya juga bagi autisme Wildan. Antara lain, melatih kesabaran Wildan, melatih motorik halus Wildan, juga sebagai “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;teraphy&lt;/span&gt;” pusing bagi Ayah hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Lucu-lucu kisah cabut uban oleh Wildan. Selain ayah, biasanya eyang Teu juga menjadi langganan Wildan. Mereka minta Wildan harus cari yang pendek dan sudah putih. Katanya uban yang seperti itu, bikin guatel. Nah, kalau Wildan berhasil cabut uban yang pendek, dia akan tunjukkan pada ayah atau eyang Teu. Dikumpulkan di tangan beliau. Tapiiii....kalau yang tercabut adalah uban panjang, Wildan akan cepat-cepat membuangnya...hehehe....kalau yang tercabut  rambut putih yang ujungnya masih hitam, segera Wilan memotongnya: yang putih ditunjukkan sementara yang hitam cepat-cepat dibuang hahaha...takut dimarahi juga rupanya!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Hasrat Wildan untuk cabut uban, kadangkala kelewat semangat.  Bila ada tamu berambut uban, waduh...kami kewalahan juga menekan keinginan Wildan mencabutinya. Iya kalau tamunya berkenan, kalau tidak khan berabe!.  Tamu-tamu yang sudah dekat dengan kami sih kebanyakan maklum. Bahkan malah nawarin Wildan. Tidak jarang para tamu jadi terkantuk-kantuk keenakan dicabuti ubannya oleh Wildan. Bagi yang baru tahu,  hati-hati... kalau anda yang beruban kerumah kami, siap-siap melihat Wildan mondar-mandir dengan pinset di tangan. Siap memangsa kepala anda hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Barangkali, rambut putih membawa sensasi tersendiri bagi Wildan. Suatu ketika kami curiga, kenapa Wildan sembuyi-sembunyi bawa piring kecil isi makanan ke teras. Setelah kami intip, rupanya Wildan lagi asyik cabuti bulu kucing!!!!. Kucing tersebut warna putih. Nah lho...di badan bagian sampingnya sudah botak.  Trik Wildan, kucing tersebut diberi makan. Saat makan dengan aman sentosa dia bebas cabuti buku kucing itu. Heran, kucingnya kok ya mauuuuu..meooong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-PCbxRhqYiTE/TtxCP7bDKfI/AAAAAAAAAUY/Gtakj05AwTo/s1600/Kucing.png"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 96px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-PCbxRhqYiTE/TtxCP7bDKfI/AAAAAAAAAUY/Gtakj05AwTo/s200/Kucing.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682489671251339762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kalau kami ajak ke pasar, Wildan juga gatal ingin cabut bulu yang masih ada di daging ayam!. Terutama yang bercokol di sekitar “brutu”  dan sayap ayam. Biasanya daerah tersebut memang agak susah dan sering kurang bersih dicabuti oleh para penjual daging ayam. Setiap kali lewat penjual ayam potong, Wildan menunjuk..”Ik..ik..”. tentu saja kularang. Tapi sesekali kuajak berhenti dan dia akan menyempatkan cabut satu dua bulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kupikir-pikir lagi.....apa di rumah kupasang plang “Terima Cabut Uban dan Bulu Putih, Ongkos Rp. 50.000 perjam” yaaaa?????.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-3417737747896197911?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/3417737747896197911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=3417737747896197911&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/3417737747896197911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/3417737747896197911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/09/cabut-uban.html' title='Cabut Uban'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-PCbxRhqYiTE/TtxCP7bDKfI/AAAAAAAAAUY/Gtakj05AwTo/s72-c/Kucing.png' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-2802606339814871141</id><published>2011-09-09T19:17:00.000-07:00</published><updated>2011-09-29T10:33:13.102-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#bookyourblog'/><title type='text'>#bookyourblog</title><content type='html'>Leutika Prio Self Publishing mengadakan Lomba Event membukukan Isi Blog!. Ide itu sangat cerdas dan solutif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media &lt;span style="font-style:italic;"&gt;online&lt;/span&gt; merubah dunia komunikasi secara revolusioer. Terutama berkomunikasi secara tulis. Sebelum ada media &lt;span style="font-style:italic;"&gt;online&lt;/span&gt;, menulis terasa begitu sulit. Hal tersebut disebabkan adanya jarak waktu antara munculnya "inspirasi" dan kemampuan menuangkan inspirasi tersebut dalam bahasa tulis. Media online terasa tidak membatasi bentuk tulisan kita sehingga kita tidak takut salah. Seiring dengan waktu, kebiasaan menulis itu akan dengan sendirinya sebagai proses belajar untuk segera menulis yang baik. Begitupula membaca melalui media online juga sangat menyenangkan karena bisa memunculkan banyak warna dan gambar sehingga tidak membosankan. Tidak kalah penting adalah sifatnya yang "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;real time&lt;/span&gt;" sehingga dalam berkomunikasi, baik sebagai penulis maupun pembaca, kita disuguhi informasi dan perasaan yang terbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran media &lt;span style="font-style:italic;"&gt;online&lt;/span&gt; membuat kehidupan lebih kaya akan berbagai hal. Namun sayang, tidak semua orang bisa memanfaatkan media &lt;span style="font-style:italic;"&gt;online&lt;/span&gt;. Selain kendala teknis, kendala budaya juga menjadi penyebab adanya gap di kalangan masyarakat tersebut. Nah, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;event&lt;/span&gt; yang diselenggarakan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Leutika Prio&lt;/span&gt; ini menurut saya merupakan solusi yang tepat. Tulisan dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Blog&lt;/span&gt; yang dibukukan merupakan jawaban untuk mengurangi gap dalam komunikasi di era &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cyber&lt;/span&gt;. Masyarakat dengan budaya "bhttp://www.blogger.com/img/blank.gifuku cetak" tetap bisa mendapatkan informasi dari &lt;span style="font-style:italihttp://www.blogger.com/img/blank.gifc;"&gt;cyber society&lt;/span&gt; yang sangat dinamis. Sebaliknya, para penulis&lt;span style="font-style:italic;"&gt; blog&lt;/span&gt; juga akan mendapatkan dokumen karya melalui buku cetak yang bisa dibawa, disebarkan, dan dipajang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bila &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Blog&lt;/span&gt; tentang Wildan ini diikutkan lomba yaaa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin ikutan? cek ini: http://www.leutikaprio.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Twitter: @leutikaprio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/leutikaprio&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-2802606339814871141?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/2802606339814871141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=2802606339814871141&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/2802606339814871141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/2802606339814871141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/09/bookyourblog.html' title='#bookyourblog'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-8092186540818915441</id><published>2011-09-06T23:09:00.000-07:00</published><updated>2011-09-06T23:58:26.870-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Autis Wildan'/><title type='text'>Sholat Idul Fitri Yang Pertama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-knkFZUcsa5o/TmcQIL0wF2I/AAAAAAAAAPg/gKl31bHu-wI/s1600/foto0896.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-knkFZUcsa5o/TmcQIL0wF2I/AAAAAAAAAPg/gKl31bHu-wI/s320/foto0896.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649501990358620002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa (30/09) adalah awal bulan syawal terindah bagi kami.  Menutup Romadlon yang juga sangat membahagiakan (karena kembalinya Wildan ditengah-tengah kehidupan kami di rumah Areng-areng, setelah 15 bulan lebih dia di rumah Eyang Ti dan ini tahun pertama Wildan Puasa Romadhon), setelah berusia 15.5 tahun Wildan mengikuti Sholat Idul Fitri!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu pagi jam 5 pagi Wildan mandi dalam urutan kedua setelah Eyang Teu (Eyang Makasar yang tahun ini bersama kami Sholat Id di Malang). Seperti biasa, dia memilih baju sendiri. Dia belum tahu kalau akan kami ajak Sholat Id. Lalu bergantian kami mandi, hingga kami  semua  rapi dengan baju untuk Sholat. Baru deh Wildan kuberi baju koko barunya (Jika Wildan sudah rapi duluan, malah bikin kami panik sebab dia pasti tidak sabar untuk segera berangkat). Supaya mau, saya bilang, "Wildan, ayo pakai baju baru..kita pergi ke kampus, sholat di Lapangan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Helly&lt;/span&gt;." Pokoknya ada kata-kata "PERGI" hehe. Dengan senang Wildan kenakan bajunya. Itu baju yang dia pilih sendiri ketika kami membeli di Sidoarjo seminggu sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-280-6OoB0fU/TmcOtNoQkwI/AAAAAAAAAPY/O1iJxN6R87g/s1600/foto0894.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-280-6OoB0fU/TmcOtNoQkwI/AAAAAAAAAPY/O1iJxN6R87g/s320/foto0894.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649500427474998018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di UMM, parkiran sudah penuh sehingga ayah meminta kami berempat turun lebih dahulu sementara ayah mencari tempat parkir. Mama dan Eyang Teu gandeng tangan Wildan yang nampak ceria. Adik mencari  tempat sholat, sementara Wildan direncanakan ikut dalam shof wanita saja bersama mama dan Ayang Teu. Kami memilih yang paling belakang sebagai jaga-jaga apabila Wildan “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;trouble&lt;/span&gt;”.  Tidak lama, sholat dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sholat, tentu saya tidak bisa kusyu’ karena deg-degan Wildan bikin “ulah”. Rakaat pertama, Alhamdulillah Wildan mengikuti dengan lancar. Takbir, ruku’, dan sujud. Meskipun tidak “tumaknina”, dan Wildan selalu sujud mendahului imam hehehe. Rakaat kedua..nah!. Habis takbir pertama, aman. Takbir kedua...Wildan langsung ruku’....walah...kulirik dia tolah toleh...lalu diam-diam dia ikut sendekap lagi. Takbir ketiga...Wildan langsung ruku’ lagi..hehe..dia tolah toleh..lalu diam-diam ikut sendekap lagi....(mungkin dia mulai bingung hiks.)...Takbir keempat....sebelum kecele ruku’ lagi, Wildan tolah-toleh dulu....hahaha....trus mungkin untuk menutupi malu, dia cium Eyang Teu (pasti  Eyang juga jadi tidak kusyu’ deh). Begitulah....hingga dua rakaat ditutup dengan salam, Wildan mengikuti penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya dengar ceramah. Wildan duduk bersila dengan santai. Tidak “bersuara”, tapi wajahnya penuh dengan senyuman gembira. Eyang juga nampak bahagia karena baru tahun ini bisa Sholat Id bersama Wildan (dapat ciuman lagi hahaha). Mereka berdua nampak mesra. Menjelang akhir ceramah,  Wildan menoleh menatap eyang....tiba-tiba dia tersenyum lebar dan sedikit mengangkat pantatnya yang kiri...lalu terdengar “duut!” Aduh mak!...Wildan kentut!. Kami bertiga tertawa...aduh, untung duduk paling belakang dan Wildan duduk ditengah-tengah antara mama dan eyang....untung tidak berbau dan semoga tidak ada yang mendengar .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat usai semuanya, kami berjalan bergandengan....adik dan ayah terpisah sudah. Wow.....berjubel orang menuju jalan keluar di jembatan depan kantor satpam. Saya sudah khawatir Wildan akan rewel ditengah-tengah kerumunan itu. Alhamdulillah, ternyata tidak juga. Meski berjubel-jubel, Wildan nampak santai saja..malah beberapa kali dia berjalan di depan kami menerobos mencari jalan. Sampai di tempat parkir yang jaraknya sekitar 100 meter, Wildan tidak rewel sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pengalaman pertama Wildan ikut Sholat Id di usia 15.5 tahun. Selama ini kalau sholat id, mama dan ayah bergantian nemani Wildan melihat Sholat dari dalam mobil saja. Kami selalu mencari tempat sholat id yang terbuka dan bisa dilihat dari lokasi parkiran. Biasanya di halaman SDN Sengkaling karena kami bisa melihat dari parkiran di depan Warung SS (atau depan kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab.Malang). Bukan apa-apa, kami takut perilaku Wildan mengganggu kekusyukan para jamaah sholat. itupula yang menjadi alasan kenapa kami belum memperkenalkan Wildan sholat di masjid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat masih tinggal di Dau, usia Wildan kira-kira 7-8 tahun, dia suka ke musholla dekat rumah. Tapi Wildan tertarik dengan kabel dan microfon. Saat itu, dia suka merebut microfon orang yang sedang berbicara melaluinya. Trus juga Wildan tidak bisa duduk atau berdiri diam. Pasti dia akan jalan-jalan di musholla. Disamping itu hingga sekarang, Wildan masih suka keluarkan gumaman dari mulutnya. Tentu semua itu akan mengganggu konsentrasi para jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih ya Allah, tahun ini kasih sayangMu begitu nyata. Semoga Sholat Idul Adha ke depan dan Sholat Id dari tahun ke tahun selanjutnya Wildan bisa mengikuti. Termasuk puasa romadhon dan sholat fardlu yang masih sangat jelek kwalitas maupun kwantitasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-8092186540818915441?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/8092186540818915441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=8092186540818915441&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/8092186540818915441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/8092186540818915441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/09/sholat-idul-fitri-yang-pertama.html' title='Sholat Idul Fitri Yang Pertama'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-knkFZUcsa5o/TmcQIL0wF2I/AAAAAAAAAPg/gKl31bHu-wI/s72-c/foto0896.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-5580462530960198412</id><published>2011-08-26T06:04:00.000-07:00</published><updated>2011-08-26T07:32:20.459-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Kegiatan Melukisnya'/><title type='text'>Rekaman Dedaunan</title><content type='html'>Taman dan tanaman di rumah sekarang menjadi akrab dg Wildan. Bagaimana tidak, Wildan sangat konsisten menjalankan tugas menyiram tanaman setiap hari.  Melakukan itu, terlihat Wildan sangat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;enjoy&lt;/span&gt;. Meskipun udara sangat dingin akhir-akhir ini, tugas tersebut selalu dikerjakan dengan baik.  Meski akhirnya kaos kaki dan bajunya basah (kaos kaki yang basah, akan segera disetrika olehnya). Tidak pernah telat.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-_4lm_msFTPs/TlegI6585HI/AAAAAAAAAPA/YDrLgSECRUM/s1600/COPY.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 192px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-_4lm_msFTPs/TlegI6585HI/AAAAAAAAAPA/YDrLgSECRUM/s320/COPY.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5645156733043926130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-d9yNc1LU2OU/TlefeHLklZI/AAAAAAAAAO4/ybtMLwcnqq4/s1600/CROP.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 192px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-d9yNc1LU2OU/TlefeHLklZI/AAAAAAAAAO4/ybtMLwcnqq4/s320/CROP.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5645155997604681106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-EENDmAKNhSw/TledAuuWzII/AAAAAAAAAOg/f_4BeZ7PTKc/s1600/COMPRESSED.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 192px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-EENDmAKNhSw/TledAuuWzII/AAAAAAAAAOg/f_4BeZ7PTKc/s320/COMPRESSED.png" &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-dNmkGcsFmCg/TledBB5X99I/AAAAAAAAAOw/ezpENjw4ov4/s1600/CROP.png"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang ada dalam pikirannya  tentang tanaman, tapi Wildan telah merekam tanaman tersebut dalam goresan-goresan kursor &lt;span style="font-style:italic;"&gt;words paint&lt;/span&gt; di laptopnya. Daun agaknya menjadi perhatian tersendiri bagi Wildan. Daun-daun yang dimakan ulat sehingga bolong, tetap menjadi objek yang mengasyikan untuk digambar oleh Wildan.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-5580462530960198412?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/5580462530960198412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=5580462530960198412&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/5580462530960198412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/5580462530960198412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/08/daun-daun-dlm-rekaman-wildan.html' title='Rekaman Dedaunan'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-_4lm_msFTPs/TlegI6585HI/AAAAAAAAAPA/YDrLgSECRUM/s72-c/COPY.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-4569355608788961378</id><published>2011-08-13T17:03:00.000-07:00</published><updated>2011-08-25T07:49:17.335-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Autisme Wildan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Autis Wildan'/><title type='text'>Hikmah Bulan Romadhon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-BR6Uuc5ogO4/TlZglbZZeQI/AAAAAAAAAOA/M7zyg7jkGS0/s1600/Foto0862.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-BR6Uuc5ogO4/TlZglbZZeQI/AAAAAAAAAOA/M7zyg7jkGS0/s320/Foto0862.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644805379081206018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, sudah 10 malam Wildan di rumah Areng-areng lagi. Tepatnya sejak nenek harus opname di rumah sakit, kamis 4 agustus 2011.  Hari pertama puasa romadhon, Wildan dan nenek tidur areng2 tapi senin 1 agustus saat nenek harus pulang, Wildan ikut lagi ke Sidomulyo. Kamis usai taraweh, kami ke Sidomulyo mendapati nenek yg sedang menggigil sakit di kamar Wildan. Mereka hanya berdua. Kami panggilkan dokter, katanya hanya masuk angin. Lalu nenek dan Wildan kami bawa ke rumah Areng2 supaya mudah merawatnya. Hingga jam 23-an nenek semakin panas.  Akhirnya kami bawa ke rumah sakit dan harus &lt;span style="font-style:italic;"&gt;opname&lt;/span&gt; hingga Minggu. Selama itu saya nungguin nenek. Praktis Wildan harus di rumah Areng2 dengan ayah dan adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Wildan sangat mengerti. Begitu diajak nengok nenek di rumah sakit, Wildan melihat sendiri bahwa nenek tidak mungkin pulang dengannya. Dipijitnya kaki nenek. Diperiksa selang infus. Lalu lihat tangan neneknya. Saat harus pulang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bezoek&lt;/span&gt;, Wildan juga mau salim sama nenek. Kata ayah, di rumah Wildan juga tidak rewel. Minggu nenek pulang dari rumah sakit dan Selasa nenek pulang ke rumah Sidomulyo, Wildan juga tidak rewel diajak pulang lagi ke Areng2. Sampai saat ini. Apalagi Rabu nenek juga kembali kami jemput ke Areng2. Hari ini, Minggu 14 Agustus nenek akan pulang lagi ke Sidomulyo. Semoga Wildan tidak minta pulang ke Sdomulyo lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di rumah areng-2, Wildan punya kegiatan tetap: menyiram bunga di taman depan maupun di taman samping. Setiap waktu dia inginkan hehe. Sehari bisa empat kali dia menyiram bunga. Selain itu, dia dengan tertib akan cek apakah handuk adik sudah dijemur, piring2 sudah dicuci atau belum, dan selalu buka gembok pintu pagar sebelum adiknya berangkat sekolah. Lalu Wildan akan ikut saya antar adik sekolah dan dilanjutkan dengan belanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rutinitas kami di bulan puasa Romadhon ini rupanya juga diamati oleh Wildan. Sudah empat hari ini Wildan ikut puasa!. Saat sahur dia ikut bangun dan makan. Lalu sepanjang hari dia tidak makan dan minum lagi hingga tiba berbuka. Mula-mula kami mengira Wildan tidak berselera dengan nasi yang kurang lembek (dia suka nasi lembek. Dan kadangkala menangis kalo nasi agak keras). Namun, saat saya sediakan juga nasi lembek..ternyata memang benar dia juga tidak tertarik. Rupanya Wildan ingin juga puasa!. Alhamdulillah.....walau kami tidak tega sebenarnya mengingat selera makannya itu luar biasa. Tapi karena itu keinginannya sendiri, kami mensyukuri betul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tersenyum geli saat menunggu adzan magrib. Wildan akan periksa apa yang terhidang. Begitu adzan tiba, sama dengan yang lain...Wildan akan ikut menyerbu hidangan takjil terlebih dahulu. Lalu dengan tergpoh-gopoh, Wildan segera mengambil nasi dan lauk pauknya. Lahap sekali makannya hingga tuntas. Tidak seperti biasa, selama puasa kalau makan dia tidak pernah nambah. Seolah memberi tahu bahwa dia makan secukupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada peristiwa lucu pada hari keempat. Selama puasa, kami tetap menaruh kaleng biskuit di meja makan. Khawatir bila Wildan lapar di siang hari. Namun, selama dia puasa Alhamdulillah tidak tergoda mengambil biskuit tersebut. Begitupula dengan minuman, Wildan tidak minum sama sekali sepanjang hari. Padahal juga biasanya luar biasa banyak minum air putih. Nah, sabtu kemarin....sepulang dari kampus jam 12.30-an (dia dengan suka ria ikut saya ke kampus sejak jam 8 WIB), Wildan buka kaleng biskuit. Tapi dia ambil remah-remahnya saja. Saya pura-pura tidak lihat. Eh, lalu dia buka kaleng biskuit lagi. Pas nenek melihatnya. Nampak Wildan malu. Dia ambil cuma setengah potong sambil tertawa lalu lari keluar ke gazebo dan cepat-cepat memakan biskuit tersebut. Setelah itu dia  puasa lagi hingga magrib tiba!.hahaha &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah...kami sangat bahagia dengan semua ini. Wildan semakin mengerti dan semakin bisa kendalikan diri. Tatapan matanya juga semakin lama. Saat dia “berkomunikasi’, selalu menatap mata orang yang diajak berkomunikasi hingga selesai “pembicaraan”. Ciri utama anak autis adalah menghindari tatap mata dengan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi teringat 3 bulan pertama intervensi dilakukan saat Wildan berusia dua tahun. Tiga bulan pertama itu, Wildan hanya diajari dan dipaksa mau kontak mata. Begitu memang metode &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lovaas&lt;/span&gt; yang diterapkan oleh &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cakra Autism Therapy Centre&lt;/span&gt;. Tentu saat itu begitu sulit. Wildan mengamuk. Meja dan kursi belajarnya dilempar. Dia mengompol di ruang kelas. Pelatih dilempar botol susu. Teriak. Menangis, dan membangkang luar biasa. Segala macam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;prompt&lt;/span&gt; (bantuan) juga nampak sia-sia. Baik &lt;span style="font-style:italic;"&gt;model prompt, visual prompt,&lt;/span&gt; apalagi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;phyisic prompt&lt;/span&gt;...(&lt;span style="font-style:italic;"&gt;aduh! Saat menulis ini Wildan menggelendot dibelakang pundakku, ikut membaca. Bahaya nih, jangan-jangan dia mengerti sedang kutulis hehe. Tapi lanjut saja deh karena dia senyum-senyum sambil sesekali ciumi pipiku).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, begitu Wildan mau menatap mata pelatihnya walau hanya satu detik...sudah merupakan pencapaian luar biasa. Dua detik, tiga detik, empat detik...selalu disertai dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;reward&lt;/span&gt; untuknya. Tidak terbayangkan saat itu bahwa sekarang dia sudah mau kontak mata sepanjang “berkomunikasi”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada proses intervensi dan eksperimen saya dengan bu Anne (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;teraphist&lt;/span&gt;), akhirnya dikemudian hari kami menemukan bahwa melatih Wildan efektif dengan metode &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Model Prompt&lt;/span&gt;. Itupula barangkali, saat ini tanpa diminta dan diajarkan, Wildan empat hari ini mau berpuasa romadhon. Dia mengamati kami sebagai model dengan rutinitas kami selama puasa ini &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Subhanallah.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-4569355608788961378?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/4569355608788961378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=4569355608788961378&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/4569355608788961378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/4569355608788961378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/08/hikmah-bulan-romadhon.html' title='Hikmah Bulan Romadhon'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-BR6Uuc5ogO4/TlZglbZZeQI/AAAAAAAAAOA/M7zyg7jkGS0/s72-c/Foto0862.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-3675121054619864874</id><published>2011-07-25T00:51:00.000-07:00</published><updated>2011-07-25T01:07:38.884-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rencana Untuk Wildan'/><title type='text'>Hari Pertama Pulang dan Kenakan Kaos Lukis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-MKcE8UyEVAU/Ti0kC1BmoWI/AAAAAAAAAN4/v8Mdu2FqThE/s1600/ayam%2Bjuga.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-MKcE8UyEVAU/Ti0kC1BmoWI/AAAAAAAAAN4/v8Mdu2FqThE/s320/ayam%2Bjuga.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5633198339922501986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 23 Juli kemarin Wildan ikut arisan keluarga Jurusan. Sepanjang arisan lebih kurang 3 jam dia nampak enjoy saja. Duduk dengan tenang diantara ibu-ibu dan anak-anak yang lain. Tidak rewel sama sekali dan tidak tantrum. Ini pertama kali Wildan silaturahmi keluar rumah setelah 15 bulan tidak mau pulang ke Areng-Areng dan “bertapa” di rumah Sidomulyo-Batu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, 22 Juli siang mama ke rumah Sidomulyo sepulang dari kampus. Sekitar jam 15.30 WIB saat mau pulang, mama ajak Wildan bersama nenek ikut pulang ke Areng-Areng. Wildan merespons dengan melepas kaos kaki, lalu memberesi laptopnya. Ganti baju dan siap ikut pulang. Suatu kejutan tersendiri. Cepat-cepat nenek juga ganti baju sebelum Wildan berubah pikiran. Lalu bertiga kami meluncur ke Areng-Areng. Sampai rumah Areng-Areng, Wildan juga nampak biasa saja, enjoy dan ceria. Adik menyambut dengan pelukan hangat. Lalu mereka berdua sibuk membuka laptop kakak dan nge-game. Kakak keluar halaman menyiram bunga-bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang isya’, sesekali Wildan menunjuk ke arah Kota Batu. Isyarat dia ingin pulang ke Sidomulyo. Tapi kami kompak hanya bilang, “iya..tunggu ya.” Begitu terus sambil mama dan nenek pijat-pijat kaki Wildan hingga dia tertidur. Bangun pagi, udara masih dingin sekitar jam 05.00 Wildan bangun. Tapi dia masih bermalas-malasan di bawah selimut. Malah mengambil tanganku, ditaruh di bawah pipinya sambil dia pejamkan mata. Duuuh.....nyaman sekali menyentuh pipinya yang empuk! Hahaha. Lalu kesibukan pagi kami isi dengan menyiapkan sarapan dan anak-anak mandi. Pas jam 09.00 saya minta anak-anak siap untuk berangkat ke arisan di Karangploso, “Wildan, ayuk kita pergi yuk, pake baju bagus.”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu Wildan kenakan T-Shirt putih dengan gambar lukisannya. Wildan nampak senang sekali lukisannya ada di kaos. Itu akan menjadi produk komersial Wildan yang pertama, yang kami harapkan kelak bisa menjadi salah satu sumber ekonomi bagi dirinya sendiri. Selain juga sebagai apresiasi atas karya lukisan Wildan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukisan yang kami print di kaos adalah lukisan segerombol ayam dengan dominasi warna kuning tanah. Lukisan Crayon dengan media kertas poster. Lukisan yang dia buat saat di halaman samping kami gunakan untuk tempat transit ayam yang akan di potong (sekarang area itu sudah menjadi taman dengan kolam ikan dan gazebo mini).  Sekitar tahun 2008. Dia melukis induk-induk ayam dengan beberapa anak ayam. Uniknya dalam dunia Wildan, induk-induk ayam tersebut “hamil” atau mengandung anak ayam di perut. Khas dunia anak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-3675121054619864874?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/3675121054619864874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=3675121054619864874&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/3675121054619864874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/3675121054619864874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/07/hari-pertama-pulang-dan-kenakan-kaos.html' title='Hari Pertama Pulang dan Kenakan Kaos Lukis'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-MKcE8UyEVAU/Ti0kC1BmoWI/AAAAAAAAAN4/v8Mdu2FqThE/s72-c/ayam%2Bjuga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-9098792420302772234</id><published>2011-05-20T06:28:00.000-07:00</published><updated>2011-05-20T06:59:19.207-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perasaan untuk Wildan'/><title type='text'>Avatar Wildan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-_Rt5wzac-X0/TdZznr2998I/AAAAAAAAANE/XDc7eZRHu14/s1600/Foto%2BBaru.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-_Rt5wzac-X0/TdZznr2998I/AAAAAAAAANE/XDc7eZRHu14/s200/Foto%2BBaru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608797511561902018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" line-height:115%;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;Apa yang bisa kutulis, anakku?. Betapa susah mendapatkan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;feel&lt;/i&gt; tanpamu dalam keseharian ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" line-height:115%;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;Beberapa hari ini ayah, mama, dan adek merasakan pandangan kakak sepertinya sedang sediiih. Matanya sayu walau wajahnya tetap bercahaya. Mama tidak seberani ayah dalam mengungkapkan perasaan tentang keadaan Wildan karena mama tidak mau terjebak dalam kesedihan dan membuat suasana menjadi sedih atau pesimis. Berat rasanya menyimpan semua dalam hati!.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" line-height:115%;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;Minggu ini, ayah membuatkan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;account&lt;/i&gt; untuk Wildan di &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;facebook&lt;/i&gt;. Ayah berharap mama ikut meramaikan status tersebut. Tapi, mama hanya diam. Hanya bisa mengikutinya tapi tidak aktif mengisinya. Mama tidak berani mencegah, namun juga tidak berani terlibat. Hari-haripun berlalu sejak itu, dan ayah larut dengan status Wildan. Baru pagi tadi mama sedikit buka suara, &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;“kenapa ayah lakukan itu?.”.&lt;/i&gt; Ayah jelaskan, akhir-akhir ini dia melihat Wildan seolah sangat sendirian, jauh dari masyarakat bahkan jauh dari orang lain. Dimata ayah, hari-hari Wildan begitu terasa sepi dan sendiri. Jadi ayah ingin Widan dikenal oleh oran lain, eksistensinya dikenal oleh banyak orang melalui &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;facebook. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="mso-element:para-border-div;border:none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt; mso-border-bottom-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 0cm 1.0pt 0cm"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;border:none;mso-border-bottom-alt: solid windowtext .75pt;padding:0cm;mso-padding-alt:0cm 0cm 1.0pt 0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;Ayah menciptakan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;avatar&lt;/i&gt; Wildan di dunia maya sehingga Wildan nampak eksis, berinteraksi, dan berkomunikasi dengan orang lain. Kini teman Wildan banyak. Baik dari teman ayah, teman mama, dan teman adek. Teman-teman tersebut menerima eksistensi Wildan, berinteraksi dan berbicara dengan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;avatar&lt;/i&gt; Wildan. Apa dayaku bila itu bisa membuat ayah merasa kehidupan Wildan sama dengan kehidupan kami??. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;border:none;mso-border-bottom-alt: solid windowtext .75pt;padding:0cm;mso-padding-alt:0cm 0cm 1.0pt 0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;Mama tidak bisa membicarakan ini lebih jauh lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-9098792420302772234?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/profile.php?id=100002419628948&amp;sk=wall' title='Avatar Wildan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/9098792420302772234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=9098792420302772234&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/9098792420302772234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/9098792420302772234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/05/avatar-wildan.html' title='Avatar Wildan'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-_Rt5wzac-X0/TdZznr2998I/AAAAAAAAANE/XDc7eZRHu14/s72-c/Foto%2BBaru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-2931216634927960618</id><published>2011-04-04T01:17:00.001-07:00</published><updated>2011-04-04T01:33:28.000-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perasaan untuk Wildan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rencana Untuk Wildan'/><title type='text'>Tulisan Gado-Gado</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Hampir dua bulan tiada satupun tulisan di blog ini. Berawal dari kesadaran saat Ulang Tahun Wildan 10 Februari 2011 lalu. Kesadaran yang mengacaukan perasaan kami, bahwa tahun ini Wildan sudah berusia 15 tahun. Usia remaja yang mestinya dia lalui ceria dengan banyak teman-teman sekolah, sepermainan, dan seusianya. Namun, dia terlalu sibuk dengan kesendirian. Dia terlalu asyik dengan dunianya yang sunyi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Pagi itu si ayah menangis terus setiap kali mengingat usia anak kami. Dan akupun tidak bisa berbuat apa-apa. Berbicara hanya akan menambah kesedihan. Menulis tentang Ultahnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hanya akan mengiris hatiku. Aku hanya bisa menghindari pertemuan bahkan tatapan mata dan pembicaraan. Sejauh mungkin kuhindari berada dalam satu ruang yang sama dengan si ayah..... karena aku juga tidak tahu harus gembira ataukah sedih bersama. Tidak ada satupun yang mampu saling menguatkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Malam sepulang kerja, kami bertiga baru mampu ke rumah Batu. Menjemput Wildan untuk makan di luar. Dia memilih menu &lt;i style=""&gt;Fried Chicken&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;cola&lt;/i&gt;, dan &lt;i style=""&gt;ice cream&lt;/i&gt;. Kami biarkan dia makan dua porsi karena melihat wajahnya yang sangat berhasrat. Kami puas-puaskan memandang wajahnya. Ayah memotretnya berulang kali. Rekaman itu tidak bisa kami urai sepanjang dua bulan ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: BatangChe;" lang="IN"&gt;Anakku, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: BatangChe;" lang="IN"&gt;pasti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kau bahagia dengan takdir yang penuh kasih ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: BatangChe;" lang="IN"&gt;Tuhan kita lebih tahu yang terbaik untukmu, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: BatangChe;" lang="IN"&gt;untuk kami, dan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: BatangChe;" lang="IN"&gt;untuk kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: BatangChe;" lang="IN"&gt;Masa remajamu, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: BatangChe;" lang="IN"&gt;teman-temanmu yang sempurna, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: BatangChe;" lang="IN"&gt;segala kesenangan di setiap usiamu, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: BatangChe;" lang="IN"&gt;telah disediakan olehNya dalam ruang dan waktu yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: BatangChe;" lang="IN"&gt;Kita saja yang tidak mampu melihat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: BatangChe;" lang="IN"&gt;Kita yang tidak mampu bersabar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;-------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Hari ini ayah di Kendari, dan adik sedang keluar rumah mencari sesuatu dengan teman sekolahnya. Kubuka laptop dan mulai menulis tentang Wildan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Terakhir aku menemuinya jum’at 1 April lalu. Semakin ganteng, bersih, dan lembut perilakunya. Berada dekat Wildan adalah kenyamanan dan kedamaian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Ada sebersit kerisauan soal keterikatannya pada ibuk (neneknya).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Meski sehari-hari nenek sering keluar rumah karena kesibukan sosialnya, Wildan bisa mengurus diri sendiri. Namun manakala lewat jam 16.00 WIB nenek belum juga pulang, Wildan mulai gelisah. Dia akan berulang kali menggambar wajah nenek dan menunjukkan pada tantenya. Sekali waktu kegelisahannya itu berwujud agresivitas dengan menyakiti diri sendiri atau orang lain. Sesekali dia akan menangis penuh kemarahan. Sekonyong-konyong begitu nenek datang dan menyapanya, “Kakak....”, maka Wildan segera mengusap air matanya dengan cepat dan kembali ceria.&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Agaknya dia merasa nyaman bila ada nenek. Walaupun kalau nenek berbaring di kamarnya, Wildan tidak mau masuk kamar tersebut. Nenek juga tidak boleh pakai selimutnya. Kalau nenek berbaring di kamar, selimutnya segera disingkirkan di pojok kasur. Sebagai kompensasi, dia akan ambilkan nenek selimut dari kamar nenek sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Sesekali Wildan menggoda nenek dengan merubah saluran TV dari TV Nasional yang disukai nenek ke saluran TV lokal kesukaan Wildan. Tapi saat merubah saluran tersebut sambil melirik nenek dan senyam senyum. Dia tahu pasti nenek akan marah atau jengkel. Sebelum nenek buka suara, cepat-cepat dia kembalikan ke saluran TV nasional lalu lari keluar kamarnya sambil tertawa. Begitu seterusnya, kadang mereka ribut berdua gara-gara TV. Perilaku itu nyaris seperti anak-anak lain, bukan????.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dalam banyak hal relasinya dengan nenek, Wildan mampu berkompromi. Kecuali ritual harus ada kue dan air putih sehabis dia cuci muka di pagi hari. Setelah itu mandi sendiri, dan menunggu sarapannya.....setelah itu dia mandiri melakukan kegiatannya sepanjang hari.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kisaran jam 15-16 dia mandi sore dan ganti celana panjang menunggu orang-orang rumah datang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kisaran jam 20-21 Wildan sudah berbaring manis di kamarnya. Banyak aturan nenek yang dia jalankan dengan penuh kepatuhan. Terlihat sekali upaya Wildan menjaga supaya nenek tidak marah atau kecewa padanya. Seolah dia takut tidak dikehendaki di rumah nenek!. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;----------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Hari ini aku punya jadwal dengan adik mengambil pigora untuk dua lukisan Wildan. Lukisan lama yang ditorehkan di atas kertas dengan warna krayon. Minggu lalu, aku dan adik memilih gambar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;barongsai dan gambar sket anak-anak yang akan dipigora. Masih ada 12 gambar lagi yang menunggu giliran dipigora. Entah kapan, kalau sudah tersedia anggaran Hehehe.&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Seorang sahabat menyarankan lukisan Wildan dijadikan lukisan kaos, lalu dijual terbatas. Boleh juga. Sejauh ini belum terpikirkan sampai disitu. Padahal tempat tinggal Wildan sekarang adalah daerah wisata. Dekat hotel dan objek wisata alam. Hmmmmm....usulan yang sangat &lt;i style=""&gt;oke.&lt;/i&gt; Berarti langkah pertama adalah mencari sampel&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kaos dan tempat &lt;i style=""&gt;printing&lt;/i&gt; yang &lt;i style=""&gt;oke&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bila perlu Wildan dikenalkan dengan cat khusus untuk kaos. Jadi dia bisa langsung melukis di kaos tanpa lalui &lt;i style=""&gt;Printing.&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Wah itu akan sangat mengasyikan!. Terimakasih mbak Khoiriyah Trianita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Siapa yang pesan? .....haha...ayo...ayo!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-2931216634927960618?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/2931216634927960618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=2931216634927960618&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/2931216634927960618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/2931216634927960618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/04/tulisan-gado-gado.html' title='Tulisan Gado-Gado'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-7084348176762447179</id><published>2011-02-05T06:48:00.000-08:00</published><updated>2011-02-05T07:53:39.031-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Autis Wildan'/><title type='text'>Ritual Potong Rambut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TU1tYOduZ3I/AAAAAAAAAMk/ZSGFL1m17EE/s1600/potong%2Brambut%2Biii.bmp"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 112px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TU1tYOduZ3I/AAAAAAAAAMk/ZSGFL1m17EE/s200/potong%2Brambut%2Biii.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570228577094231922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Apa sih arti potong rambut bagi anak autis seperti Wildan?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mendengar “Potong rambut, yuk” bagi dia seolah sudah tertusuk sembilu sehingga segera Wildan menjawab dengan teriakan, “Tidak! Tidak!’” yang menyayat hati (&lt;i style=""&gt;ihh..lebay boleh dong&lt;/i&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mungkin bagi Wildan potong rambut begitu mengerikan seperti gambar-gambar yang disimpannya di laptop, berikut:&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TU1xXp-ywEI/AAAAAAAAAM0/i9ETFhOF7uE/s1600/potong%2Brambut%2Bii.bmp"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 112px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TU1xXp-ywEI/AAAAAAAAAM0/i9ETFhOF7uE/s200/potong%2Brambut%2Bii.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570232965347328066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami amati, Wildan selalu memilih gunting sendiri, dan apa yang dipilihnya tidak bisa diganti. Kalau dia ingin gunting yang gagangnya hitam ya hitam. Diganti yang gagang coklat, dia akan menolak dan apabila diteruskan dia akan rewel sehingga acara potong rambut terancam gagal!.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seperti Minggu 30 Januari lalu. Berdua saya ajak dia ke tukang potong rambut. Saat kami masuk, masih ada seseorang yang potong. Wildan mengamati dengan seksama cara tukang potong bekerja. Apalagi saat menggunakan cukur listrik, dan kemudian cukur biasa untuk membersihkan rambut-rambut yang kecil di sekitar leher belakang. Begitu kain penutup badan mulai dibuka, Wildan tahu sesaat lagi pasti gilirannya. Dengan serta merta, Wildan segera memberesi alat cukur, cukur listrik, dan gunting seset….dimasukkannya dalam sebuah laci. Sehingga tinggal satu gunting bergagang hitam. Rupanya dia takut di cukur!. Jangan coba-coba menggunakan alat yang lain yang tidak dia pilih. Bisa gagal acara potong hari itu.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TU1xXwn7rfI/AAAAAAAAAM8/22HKEep5Sy8/s1600/potong%2Brambut.bmp"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 112px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TU1xXwn7rfI/AAAAAAAAAM8/22HKEep5Sy8/s200/potong%2Brambut.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570232967130492402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya pernah menulis tentang bagaimana tersiksanya saat-saat dia harus potong rambut. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Saat usianya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;3-4 tahun, kami harus “&lt;i style=""&gt;nggrebuk&lt;/i&gt;” di salon rambut hingga akhirnya ada satu salon saja yang dia mau masuk. Salon tersebut berjarak sekitar 10&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;km dari rumah kami. Itupun Wildan harus dirayu-rayu dengan diberi kebebasan memegang tabung semprotan air. Hal tersebut menjadi semacam ritual. Alhasil begitu tuntas rambutnya dipotong, sang pemotongpun mesti rela basah kuyub hehehe..&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Usia 5-8 tahun acara potong rambut dilakukan di sekolah. Para pelatih (&lt;i style=""&gt;therapist&lt;/i&gt;) mencoba mengajak Wildan bermain ayunan. Sambil bermain itulah rambut dipotong sedikit demi sedikit. Biasanya memerlukan waktu tiga-lima hari terantung &lt;i style=""&gt;mood &lt;/i&gt;Wildan sampai kepalanya &lt;i style=""&gt;plonthos.&lt;/i&gt; Alhasil, bukan hal yang mengagetkan lagi selama tiga-lima hari Wildan melenggang dengan rambut &lt;i style=""&gt;blontang-blonteng&lt;/i&gt; di kepala. Kami putuskan untuk selalu menggundulinya supaya tidak sering-sering motong rambut lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tahun 2004 saat usianya 8 tahun lewat hingga usia 10 tahun, Wildan lebih kooperatif saat potong rambut. &lt;span style="" lang="FI"&gt;Tempatnya di sebuah salon kira-kira satu kilo meter dari rumah. Meskipun ketika dijak, ”potong rambut, yuk” dia masih jawab ”Tidak! Tidak!”, namun Wildan dengan sukarela mau masuk salon dan duduk di kursi ”pesakitan”. Ada ritual yang rupanya membuat dia senang, yaitu usai potong......dia langsung mandi di salon tersebut!.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Usia 10 tahun hingga 14 tahun, salon langganan pindah ke salon yang sangat populer dikalangan mahasiswa. Diajak ke salon tersebut, Wildan langsung mau nyaris tanpa perlawanan. Bahkan ketika harus antre, dia juga tidak rewel. Agaknya Wildan menikmati karena di salon tersebut banyak majalah. Sambil menunggu gilirannya, dan saat mulai dipotong rambutnya, dia asyik membuka-buka majalah yang penuh dengan gambar-gambar mode.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Alhamdulillah, sekarang usia 15 tahun Wildan bisa diajak potong di salon manapun. Asal...dia yang tentukan gunting mana yang akan dipakai. Astaga! Baru kepikiran saat menulis ini, kenapa kami tidak membawa gunting sendiri saja yaaa....barangkali Wildan lebih merasa &lt;i style=""&gt;enjoy.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-7084348176762447179?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/7084348176762447179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=7084348176762447179&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/7084348176762447179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/7084348176762447179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/02/ritual-potong-rambut.html' title='Ritual Potong Rambut'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TU1tYOduZ3I/AAAAAAAAAMk/ZSGFL1m17EE/s72-c/potong%2Brambut%2Biii.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-3505496007354825524</id><published>2011-02-02T03:33:00.000-08:00</published><updated>2011-02-02T03:38:46.697-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rencana Untuk Wildan'/><title type='text'>Matur Nuwun, Thank All of You</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sejak &lt;i style=""&gt;blog &lt;/i&gt;Wildan mendapat liputan Radar Malang, teman-teman dan handai taulan menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;aware &lt;/span&gt;dengan keberadaan blog tersebut. Gelombang dukungan dari teman-teman dan handai taulan menjadi semangat sekaligus menjadi koreksi kami. Bukan bermaksud lebih dari sekedar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;expose,&lt;/span&gt; sebenarnya liputan Radar Malang (RM) itu melalui proses timbang menimbang dengan sang redaktur.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Begini ceritanya; Suatu sore saya dapat telepon dari redaktur RM yang menyampaikan ide untuk liputan tersebut. Mula-mula saya tidak bersedia karena merasa apa yang telah kami lakukan belum layak sebagai tauladan. Saya diskusikan dengan ayah. Pertimbangan ayah adalah sudah saatnya juga masyarakat mendapatkan informasi yang faktual. Selama ini seolah-olah media massa terlalu “memberi mimpi” kalau mengekspose penyandang autis. Hanya keberhasilan-keberhasilan spektakuler. Padahal, bisa jadi fenomena yang belum “berhasil” juga banyak.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kasus penyandang autis bermacam-macam. Sama dengan penyakit yang lainnya…..ada gradasi tingkat keparahan. Tentunya ada yang autis ringan, ada pula yang sangat parah. Bahkan ada yang “komplikasi” dengan kekhususan yang lainnya. Misal, ada penyandang autis yang disertai dengan &lt;i style=""&gt;hyperaktif&lt;/i&gt; atau &lt;i style=""&gt;hypoaktif&lt;/i&gt;. Autis disertai dengan &lt;i style=""&gt;down syndrome.&lt;/i&gt; Autis dengan tuna wicara. Autis dengan ….dsb.sederetan kekhususan bisa ditempelkan menyertai penyandang autis. Tapi ada jua penyandang autis yang berbakat (&lt;i style=""&gt;gifted&lt;/i&gt;), autis yang jenius, autis yang cerdas……dst.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Perpaduan-perpaduan di atas berkorelasi dengan akselerasi apa yang biasa masyarakat sebutkan sebagai “keberhasilan” setiap anak. Tentunya penyandang autis dengan beberapa kelebihan akan lebih mudah untuk “disembuhkan” (dalam bahasa saya sebenarnya bukan disebut penyembuhan, melainkan menuju “kehidupan normal” dalam kaca mata kebanyakan masyarakat.). Nah, bagaimana dengan anak autis yang justeru disertai dengan beberapa kelemahan?. Apa indikator segala upaya orang tua dikatakan “berhasil”?. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saudaraku, itulah pertimbangan kami memutuskan untuk menerima tawaran redaktur RM. Wildan, merupakan salah satu penyandang autis yang belum kami temukan apa kelebihan utama yang bisa kami stimulasi demi “keberhasilannya”. Tidak selalu yang kami upayakan mendapatkan hasil yang memuaskan. Namun dalam keterbatasan dan proses tersebut kami memiliki cara untuk mensyukuri dan memandangnya sebagai suatu &lt;i style=""&gt;progress,&lt;/i&gt; bukan sebagai suatu akhir dari proses.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, saya menghubungi Redaktur RM. Kami mau diliput dengan catatan liputan tersebut lebih mengekspose &lt;i style=""&gt;blog&lt;/i&gt; ini. Semoga dengan bantuan media Surat Kabar, niatan kami untuk berbagi bisa lebih meluas dan dapat diakses lebih banyak orang. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Terimakasih kepada Radar Malang dan teman-teman besertai handai taulan yang mendukung kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-3505496007354825524?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/3505496007354825524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=3505496007354825524&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/3505496007354825524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/3505496007354825524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/02/matur-nuwun-thank-all-of-you.html' title='Matur Nuwun, Thank All of You'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-1517857444988236528</id><published>2011-01-23T15:44:00.000-08:00</published><updated>2011-01-23T17:27:32.904-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rencana Untuk Wildan'/><title type='text'>Penanganan Non Medis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Autisme &lt;/span&gt;menurut kalangan medis adalah penyakit &lt;span style="font-style: italic;"&gt;neuro biologis&lt;/span&gt;. Oleh karena itu ditangani secara medis. Efek dari penyakit tersebut mengharuskan intervensi psikologis. Namun tulisan kali ini tidak mengulas lebih jauh tentang hal tersebut. Saya ceritakan pengalaman-pengalaman usaha penanganan non medis. Apa yang telah kami alami sungguh banyak pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal kami sadar Wildan ada "kelainan", yaitu ketika usia 1.5 tahun perhatian lebih pada keadaan tidak mau bicaranya. Mengikuti tradisi, banyak yang menyarankan untuk menangani lidahnya dengan cara di kerik dengan cincin, atau sendok. Lucu juga kepercayaan tersebut, namun kami lakukan juga hehe....Kata tradisi, saat yang tepat untuk melakukannya pada saat malam jum'at legi. Dan ada seorang ibu yang dipercaya bisa melakukan itu dengan baik karena cincinnya dari Makkah! :). Tidak terlalu lama kami melakukannya, hanya sekitar 3 kali jum'at legi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terapi autis di Surabaya dihentikan dan Wildan cukup satu sebulan sekali ke psikiater, intervensi dilakukan oleh guru terlatih (waktu itu lulusan speech therapist) di rumah, kami mulai mengupayakan pengobatan dengan pijat syaraf. Sang pemijat, seorang pensiunan yan diyakini masyarakat memiliki keahlian tersebut berada di Desa Dengkol-Singosari. Seminggu dua kali kami bawa Wildan ke sana. Biasanya yang dipijat adalah telapak kaki dan sekitar mata kaki, jari-jari dan lengan, serta leher khususnya bagian belakang. Daerah-daerah tersebut, kata pemijatnya untuk melemaskan syaraf-syaraf wicara dan "ketenangan". Bisa dibayangkan, bagaimana tingkah Wildan saat dipijat. Dia tidak bisa duduk tenang, dan beberapa kali harus dibantu dengan "pelukan kunci". Namun, san pemijat sangat telaten. Pemijatan dilakukan dengan mengikuti kemana Wildan berjalan dan melakukan sesuatu. Upaya ini cuma berjalan sekitar 3 bulan. Selama itu Wildan masih mengonsumsi obat-obatan dari psikiater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, ada masa "pengobatan" non medis dan medis berhenti total. Kami hanya mengandalkan pelatihan-pelatihan di sekolah ABK RSI Unisma dan  intervensi sosial pada Wildan. Hingga pada tahun 2003-2004, saat saya di Bogor...ayahnya sering membawa Wildan pijat ke orang tua di Garum-Blitar dan Kediri sebulan sekali. Disela-sela itu juga dibawa ke pemijat terkenal di Sawojajar (tapi pengakuan ayah hanya dua kali karena antreannya panjang, Wildan tidak sabar). Menurut ayah yang bikin capek adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan sesama pasien tentang autisme hehehe...betapa tidak, dalam obrolan-obrolan tersebut banyak sekali ide aneh-aneh muncul. Misalnya ada yang mengomentari itu mungkin ada yang memberi guna-guna, dan saran-saran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;magic &lt;/span&gt;bahkan syirik.&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cerita-cerita menarik mengelilingi kisah pengobatan Wildan. Seperti suatu ketika, disaat istirahat di sebuah warung, ayah dihampiri seorang bapak yang tidak dikenalnya sama sekali. Dia bilang, ”S&lt;span style="font-style: italic;"&gt;udah mas, coba diminumi air kelapa hijau.&lt;/span&gt;”. Merasa kaget ayah bertanya, ”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maksud Bapak&lt;/span&gt;?”. Orang tersebut menimpali, ”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anaknya ada yang sakit kan?. Kelihatan sekali mas, anaknya ada yang sakit&lt;/span&gt;”. Ayah lansung deg. ”o&lt;span style="font-style: italic;"&gt;h iya mas, anak sulun saya autis&lt;/span&gt;”. Bapak tersebut lalu menjelaskan bahwa dalam tubuh Wildan banyak racun, air kelapa hijau bisa menggelontor racunnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Akhirnya, kamipun mencari informasi tentang kelapa hijau. Awalnya beli eceran di jalan yang kami lalui sehari-hari. Tapi belakangan kami khawatir kelapanya tidak asli kelapa hijau. Lalu akhirnya saya mendapat teman yang bersedia membelikannya di Jagalan-Malang secara rutin dan Insya Allah benar-benar kelapa hijau. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pemberian air kelapa hijau berjalan rutin setiap hari selama 3 bulan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Wildan nampak menikmati sekali melihat kesibukan memecah kelapa, menampung air, dan segera meminumnya. Bahkan begitu habis magrib, seringkali justeru Wildan yang segera menyiapkan segala sesuatu berkaitan dengan ”ritual” pecah kelapa hahaha. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tahun 2011 ini ada kisah yang menarik. Januari 2011 kami memiliki sahabat keluarga baru. Sepasang suami isteri yang sudah sepuh, namun sangat energik. Awal perkenalan kami adalah saat ayah akan mulai mengolah lahan untuk perumahan. Kebetulan lahan tersebut berada di depan rumah pasangan suami isteri tersebut. Tidak disangka ternyata bapak sepuh tersebut adalah seorang lulusan teknik sipil dan pernah menjadi pemborong besar. Sekarang sedang menikmati masa tua bersama isterinya. Nalurinya sebagai seorang tekniker bangunan mendorongnya untuk membimbing generasi muda. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Klob&lt;/span&gt;lah dengan usaha ayah saat ini. Ayah dan Bapak tersebut langsung akrab. Begitupula isterinya, sangat perhatian pada ayah. Mereka berdua menganggap ayah sebagai anak. Sayapun dikenalkan. Kami sering cerita-cerita tentan keluarga, sampai kemudian mereka tahu tentang Wildan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Malam itu, hari senin kami tunjukkan foto-foto Wildan. Mereka berkaca-kaca dan ingin bertemu Wildan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhanallah,&lt;/span&gt; besuknya selasa sore Wildan pulang ke rumah Areng-areng bersama nenek. Rabu pagi Wildan minta pulang lagi ke Batu. Saat diantar ke Batu, ayah mengajak Wildan singgah ke rumah pasangan suami isteri (kami memanggilnya Bapak dan Budhe) tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saya tidak ikut karena mendampingi mahasiswa yan mau pameran poster.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kamis, ayah menyampaikan pesan bahwa Bapak dan Bude baru saja dari Donomulyo menemui ”guru spiritualnya”. Mereka bilang mencarikan ”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tombo&lt;/span&gt;” untuk Wildan. Kata guru mereka, Wildan terhambat karena ”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ari-ari&lt;/span&gt;”nya yang dipendam di dalam tanah, terhalang sesuatu misalnya batu atau apa gitu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alamaaaak.....!.&lt;/span&gt; Kami terperanjat, khawatir akan terhampar jalan yang salah dalam kesyirikan. Sore itu sepulang kerja saya langsung ke lokasi lahan ayah serta bertemu Bapak dan Bude di rumah mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mereka ungkapkan perasaannya tentang Wildan, setelah bertemu Wildan pada tidak bisa tidur, mendiskusikan bagaimana membantu Wildan supaya lebih baik. Akhirnya Bapak dan Bude menempuh perjalanan jauh untuk bekonsultasi dengan guru spiritualnya itu. Hati kami berdesir....haru menyeruak melihat ketulusan mereka. Apa daya, rasanya tidak tega menolak ide mereka untuk rencana membongkar ari-ari Wildan dan memberi Wildan minum air putih dari sang guru. Malam itu kami pulang membawa air putih untuk Wildan. Bismmillah...jika memang bermanfaat, semua itu atas ijin Allah semata.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seminggu kemudian, hari kamis juga. Sore, saya masih di kantor ketika sms ayah masuk, ”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ma, ternyata hari ini tadi Bapak dan Bude membuat tumpeng untuk Wildan. Yah, mereka selamatan untuk Wildan. Mama pulang kantor langsung ke rumah mereka ya&lt;/span&gt;.”. Betul-betul hati saya bimbang, antara ketulusan mereka dan keyakinan kami.  Dalam perjalanan ke rumah Bapak dan Bude, adek bertanya, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ma, kenapa sih kakak diselamatkan?&lt;/span&gt;". Saya senyum saja dengar bahasa adek itu. Singkat cerita, akhirnya hari jum’at pagi kami berempat ke Batu membongkar ari-ari Wildan. Rupanya ari-ari Wildan tertindih ari-ari adeknya. Kemudian bude memindah ari-ari adek di sebelah ari-ari Wildan. Entahlah......&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-1517857444988236528?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/1517857444988236528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=1517857444988236528&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/1517857444988236528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/1517857444988236528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/01/penanganan-non-medis.html' title='Penanganan Non Medis'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-5285178910768517472</id><published>2011-01-21T08:46:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T09:28:08.747-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perasaan untuk Wildan'/><title type='text'>RINDU</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;oleh: Ayah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Malam ini ayah minta di upload puisi karyanya untuk Wildan. Goresan perasaanya usai pulang kerja. Katanya saat itu wajah anaknya terbayan terus):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;.......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dalam pelukan pekatnya malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku tunduk dalam diam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sontak keheningan ini teraduk-aduk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ketika lintasan ingatan pada seraut wajah yang terasa amat dekat dengan sepenggal nyawaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;.......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;W i l d a n &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;anakku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tanpa ampun rasa rindu ini memenuhi dada dan kepala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seperti masih baru kemarin kunikmati suara engaumu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Suara yang dapat membuat kepala terasa berat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berat karena rasa cintaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku rindu dengan suaramu itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tak lelah rasanya berusaha mencari di setiap sudut rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;untuk sekedar mencari bau tubuhmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;terasa "eman" bila bantal bekasmu kubasahi dengan air mata yang akan menghapus bau tubuhmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sayang...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sedang apa kau saat ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ayah kangen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Toh seandainya kamu tidak bisa "normal" seperti anak yang lain, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ayah ingin engkau selalu di sini di rumah ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ayah hanya inginkan itu. Tidak ingin apa-apa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tuhan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bukannya aku tak rindu padaMU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bukannya aku takut untuk menghadapMU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tapi izinkanlah aku selamanya bisa mendampingi dia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;selamanya.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ya, selamanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Hubungan ayah dengan Wildan hanya bisa mereka pahami sendiri. Kadangkala saya iri juga saat Wildan tidak menggubrisku saat ber"mesraan" dengan ayahnya. Dulu, saat Wildan masih suka "mengamuk", ayah selalu siapkan punggungnya untuk dilukai Wildan daripada Wildan melukai dirinya sendiri atau melukai orang lain. Pelampiasan seperti itu bisa meredakan emosi Wildan. Kadang saya juga jengah dengan ide-ide ayah seperti ingin donorkan otaknya pada Wildan. Begitulah ayah......yang dulu sering dibilang teman-temannya sebagai ayah yang jahat. Namun dengan "jahat"nya itu Wildan menjadi bisa banyak hal. Dan terutama Wildan sangat berterimakasih dengan kasih sayang ayah yang hanya terlukiskan pada pandang matanya saat menatap Wildan. Bahasa seorang ayah)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-5285178910768517472?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/5285178910768517472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=5285178910768517472&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/5285178910768517472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/5285178910768517472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/01/rindupuisi-karya-ayah.html' title='RINDU'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-7067020451113198249</id><published>2011-01-19T15:58:00.000-08:00</published><updated>2011-01-20T04:09:37.591-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Apresiasi thd Karya Wildan'/><title type='text'>Manusia, Objek Utama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TTeC1RyMTsI/AAAAAAAAAMQ/Uy4tz1smNFc/s1600/putri%2Bduyung.bmp"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 112px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TTeC1RyMTsI/AAAAAAAAAMQ/Uy4tz1smNFc/s200/putri%2Bduyung.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564059716458139330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia menjadi objek yang paling banyak digambar oleh Wildan. Awalnya, dia gambar manusia tunggal, lambat laun mulai dua manusia dan tiga manusia. Seperti gambar-gambar yang saya unggah hari ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila diintepretasi "asal-asalan", gambar-gambar tersebut seolah mengesankan perkembangan sosial Wildan atau mengesankan proses penerimaan Wildan akan kehadiran orang lain. Gambar dengan objek tunggal adalah gambaran dunia "kesendiriannya". Gambar dengan objek dua manusia adalah gambaran dia sudah mulai bisa menerima orang lain dalam konteks hubungan antar personal. Sedangkan gambar objek manusia lebih dari dua adalah gambaran keinginan atau kesiapan Wildan hidup bermasyarakat.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TTeKIqjVrFI/AAAAAAAAAMY/cC8RTODyEIA/s1600/kvgh.bmp"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 112px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TTeKIqjVrFI/AAAAAAAAAMY/cC8RTODyEIA/s200/kvgh.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564067746105633874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TTd9xLQOtsI/AAAAAAAAAL4/oeBmxOwdArY/s1600/p-man.bmp"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kehidupan Wildan sendiri. Masa-masa "membuka" dunia kesendiriannya, Wildan sangat autistik, berpusat pada diri sendiri, menolak kehadiran orang lain, dan sibuk dengan dunianya seolah tiada orang lain. Keinginan adik (Ghulam) untuk bermain dengannya ditolak mentah-mentah. Saat adik menghampirinya, Wildan pergi. Bahkan tidak jarang sang adik mendapatkan tendangan atau amukan. Beberapa kali kami kecolongan menjaga adik saat secara cepat Wildan membenturkan kepala adik, menendang dada, atau menjambak.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TTeA2xtomJI/AAAAAAAAAMA/z3TqDj1ZOnc/s1600/sahabat.bmp"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 112px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TTeA2xtomJI/AAAAAAAAAMA/z3TqDj1ZOnc/s200/sahabat.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564057543185569938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun usaha adik yang selalu gigih, dan penuh kasih pada Wildan akhirnya membuahkan buah yang manis. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adik adalah sahabat pertama dan utama bagi Wildan. &lt;/span&gt;Tidak jarang adik meng&lt;span style="font-style: italic;"&gt;handle&lt;/span&gt; tugas kami dan pembantu dalam menjaga Wildan. Menemaninya, membersihkan kotoran, memandikan, menyiapkan makanan, bermain, bahkan juga mengajari keterampilan-keterampilan mengurus diri sendiri (mandi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cebok&lt;/span&gt;, memasak). Usaha itu berbuah manis karena Wildan jadi "patuh" pada adiknya. Konsep "patuh" adalah hal yang sangat penting bagi intervensi pada anak autis. Dengan kepatuhannya, kita bisa lebih lanjut "mengarahkan" perilaku anak-anak autis. Saya pernah tulis: adik adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;therapist &lt;/span&gt;yang paling &lt;span style="font-style: italic;"&gt;significant &lt;/span&gt;bagi Wildan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan usia dan pengalaman kehidupannya, Wildan juga mulai belajar hidup bermasyarakat. Hal ini berlangsung pesat pada tahun 2004. Dia memiliki "sahabat" di luar keluarga intinya. Masuk dalam kerumunan dan kegiatan warga mulai dilakukan Wildan. Beberapa tetangga mulai berani menerima kehadiran Wildan, dan bahkan mulai melibatkan Wildan dalam kegiatan bersama. Wildan juga nampak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;enjoy &lt;/span&gt;berada ditengah-tengah mereka. Kadang Wildan juga iseng, &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TTeA3_ODcvI/AAAAAAAAAMI/w6OAm6ZWgkg/s1600/tvri.bmp"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 112px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TTeA3_ODcvI/AAAAAAAAAMI/w6OAm6ZWgkg/s200/tvri.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564057563991077618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;menggoda mereka. Misalnya, menubruk dengan sengaja, minta pangku, mencium, minta gendong, atau meminta tolong sesuatu.  Suatu perilaku yang sebelumnya tidak dilakukan Wildan pada orang di luar anggota keluara inti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah saya mengaitkan ambar-gambar objek manusia dengan perkembangan kehidupan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;relationship&lt;/span&gt; Wildan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-7067020451113198249?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/7067020451113198249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=7067020451113198249&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/7067020451113198249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/7067020451113198249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/01/manusia-objek-utama.html' title='Manusia, Objek Utama'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TTeC1RyMTsI/AAAAAAAAAMQ/Uy4tz1smNFc/s72-c/putri%2Bduyung.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-7979727741345428794</id><published>2011-01-12T17:24:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T18:02:43.199-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Autis Wildan'/><title type='text'>Pulang Hanya Semalam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selasa, 11 Januari 2010 jelang magrib.....ayah membawa rombongan dari Batu. Kejutan, selain ibuk (nenek) dan adek,  Wildan ada diantara rombongan tersebut!. Ini kali pertama Wildan pulang ke areng-areng tanpa rewel. Konon, keinginannya pulang atas kemauan sendiri saat ayah menjemput adek dari liburan di Batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh..tak terkira senangnya hati kami semua. Melihat Wildan di rumah, rasanya nafas ini berhenti karena kekhawatiran dia rewel minta balik Batu. Sejak dia masuk rumah dengan ceria, semua orang harus menjaga ucapan dan sikap, jangan sampai ada yang menyinggung soal rumah Batu atau membuat hatinya "tidak berkenan" hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wildan masuk rumah. Hal pertama yang dilakukan adalah memeriksa semua ruangan. Lalu dia hidupkan televisi, dan menyiapkan laptop di meja. Beberapa menit kemudian, dia sudah sibuk dengan game di laptop. Malam itu, saya tidak bisa berlama-lama bersamanya. Sebab, sudah ada janjia dengan dokter di Lavalette. Saat pulang dari dokter, pas di Dinoyo 7 km dari rumah ayah sms supaya kami tidak masuk rumah dulu sebab Wildan baru saja rewel  minta balik ke Batu dan saat itu sedang "dibaringkan" supaya segera tidur dan melupakan keinginannya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oalah...repot amat yach :).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun jalankan mobil pelan-pelan.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;Mampir beli terang bulan, mampir ke minimarket untuk mengulur waktu. Begitu masuk jalan ke kavling rumah, saya sms ayah memastikan apakah Wildan sudah tidur?. Eh, ternyata belum. Akhirnya mobil saya parkir agak jauh dari rumah, dan pelan-pelan kami lewat belakang rumah langsung ke dapur. Pintu masuk rumah induk hanya satu di belakang. Kami menunggu di dapur. Mata sudah sangat mengantuk, jam 22-an Wildan belum juga tidur. Akhirnya saya tertidur di dapur. Entah berapa menit lamanya, saat kemudian dibangunkan ayah. Sayapun masuk rumah walau Wildan belum tidur. Tapi tidak berani menengok ke arahnya, takut dia mengerti bahwa mobil sudah pulang dan dia minta antar lagi ke Batu. Tidak kuat dengan kantuk dan capek, saya langsung tidur di kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok pagi, Wildan kesiangan bangun. Sementara saya siap-siap masuk pagi karena harus cek anak-anak PR yang mau pameran Poster hasil pertanggungjawaban Praktik PR (baca beritanya di: www.umm.ac.id/umm-news-1783-pertanggung-jawaban-praktik-pr-lewat-poster.html).  Tentu saya tidak berani membangunkannya. Pelan-pelan kuberbaring sejenak disamping Wildan. Rasanya ingin memeluknya. Posisi tidurnya lucu sekali, menjingkrung hehe. Tidak berapa lama dia bangun, kesempatan segera menciumnya. Lalu saya siap-siap ke kantor. Waktu saya berangkat, Wildan baru saja usai mandi. Kupamiti, dia salim dan cium pipi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharian kemudian, saya menenggelamkan diri dengan tugas-tugas di kampus. Sore jam 16.30 pulang. Malas rasanya karena sudah tahu dari sms ayah, bila Wildan, adek, dan nenek telah kembali ke Batu pagi saat saya di kantor.  Masuk rumah jam 17.15, suasana lenggang. Yah, konon Wildan minta ikut kembali ke Batu karena nenek waktu itu akan pulang sebab ada urusan mengerjakan tugas-tugas Koperasi IBU. Begitu Wildan lihat nenek siap pulang, dia segera memberesi barang-barangnya: laptop, buku, dan celana panjang. Semua dimasukkan tas dan dia siap ikut kembali ke Batu. Akhirnya adek juga ikut ke Batu karena masih liburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, rasanya seperti mimpi saja Wildan pulang...tidur rumah hanya semalam.  Saya kecele'. Kupikir si dia sudah mau pulang, ternyata hanya menengok rumah. Bantal dan kasur belum sepenuhnya bau dirinya......&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-7979727741345428794?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.umm.ac.id/umm-news-1783-pertanggung-jawaban-praktik-pr-lewat-poster.html' title='Pulang Hanya Semalam'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/7979727741345428794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=7979727741345428794&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/7979727741345428794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/7979727741345428794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2011/01/pulang-hanya-semalam.html' title='Pulang Hanya Semalam'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-1747002214301264003</id><published>2010-12-30T00:40:00.000-08:00</published><updated>2010-12-30T00:55:52.368-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Kegiatan Melukisnya'/><title type='text'>Corat-Coret di Buku</title><content type='html'>Pagi tadi saat mau berangkat kerja, disaat lagi "ribet" antara ambil buku dan meladeni obrolan ayah Wildan: Buku yang kuambil tersibak...sehingga nampaklah halaman Daftar Isi. Ayah Wildan terperanjat, "Lho kenapa itu bukunya Ma? kok kotor???.". Saya tersenyum saja sambil lalu jawab, "Yaaa..sudah lama sekali, ini termasuk "korban" aksi Wildan". Ayahnya langsung antusias, "OOhhh....gambaranya kakak ya? aduh anakku...hatiku langsung serr ma..jadi kangen sama Wildan.". Akhirnya sejenak kami amati corat-coret di Daftar Isi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal-awal Wildan suka menggambar, medianya sangat unik. Dia lebih suka menggambar di kertas-kertas bekas, termasuk di halaman-halaman buku. Tidak peduli, buku baru atau buku lama. Jadi jangan heran, bila mendapati buku kami tidak pernah bersih. Termasuk bukunya adik. Namun, khusus untuk buku adiknya, kami cukup ketat mengawasi jangan sampai sering di corat-coret Wildan.  Tidak hanya buku, majalah, dan surat kabar juga bisa menjadi sasaran empuk. Uniknya lagi, ada masa Wildan sangat menikmati menggambar di bekas kotak kue, dan pot bunga. Bahkan lebih lucu lagi, adiknya tidak pernah bisa tenang manakala memakai baju koko polos..karena pasti akan dikejar-kejar Wildan..untuk digambari!. Sang adik sih sebenarnya senang-senang saja saat Wildan menggambar di baju kokonya. Apalagi bila di bagian punggung. Kata adik, enak...seperti ada yang menggaruk-garuk punggungnya. Tidak jarang adik sampai tertidur.  Saat adiknya tertidur, Wildan bisa pindah media menggambarnya..dari baju adik ke kening adik..juga ke kaki adik hahaha.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali bukti-bukti gambar Wildan di berbagai media tersebut, tidak seluruhnya terdokumentasi dengan baik. Pernah saya kumpulkan gambar-gambarnya di media koran bekas dan majalah bekas. Kubingkai dengan kertas warna-warni (asturo). Lalu pihak sekolah autis meminta, konon hanya pinjam untuk pameran sekolah. Dua kali saya meminjamkan gambar yang berbeda-beda pada sekolah autis. Sayang, semuanya tidak kembali. Waktu saya minta, katanya masih ketlisut..entah dimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga masih ada yang tersisa yang belum kami dokumentasikan. Duh..rasanya ingin sekali liburan dan mencari gambar-gambar Wildan  di tumpukan majalah di rumah Areng-areng maupun rumah Batu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-1747002214301264003?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/1747002214301264003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=1747002214301264003&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/1747002214301264003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/1747002214301264003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2010/12/corat-coret-di-buku.html' title='Corat-Coret di Buku'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-2258237988162037151</id><published>2010-12-17T10:19:00.000-08:00</published><updated>2010-12-17T11:03:21.143-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Apresiasi thd Karya Wildan'/><title type='text'>Lukisan-Lukisan Komputer</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQuwPF-CZbI/AAAAAAAAALk/ofncUyQrxzA/s1600/PENARI%2BPERUT%2B6.bmp"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 149px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQuwPF-CZbI/AAAAAAAAALk/ofncUyQrxzA/s200/PENARI%2BPERUT%2B6.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551724739011175858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQuuBAfrE1I/AAAAAAAAALM/3ppVe2jv0RQ/s1600/PENARI%2BPERUT%2B2.bmp"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 149px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQuuBAfrE1I/AAAAAAAAALM/3ppVe2jv0RQ/s200/PENARI%2BPERUT%2B2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551722298000216914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQutY0VTstI/AAAAAAAAALE/2eA7sSjPg64/s1600/PENARI%2BPERUT.bmp"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 149px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQutY0VTstI/AAAAAAAAALE/2eA7sSjPg64/s200/PENARI%2BPERUT.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551721607540749010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pengobat kangen, unggahan lukisan-lukisan Wildan via komputer (word paint) ini semoga bisa menyejukkan. Seri ini saya pilihkan untuk mengamati bagaimana perspektif Wildan pada sosok perempuan dengan berbagai pose&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQuvdYhGYWI/AAAAAAAAALc/EUsRLCx5s10/s1600/PENARI%2BPERUT%2B5.bmp"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 149px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQuvdYhGYWI/AAAAAAAAALc/EUsRLCx5s10/s200/PENARI%2BPERUT%2B5.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551723884996616546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu pasti darimana ide Wildan menggambar sosok&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQuuqjM5_ZI/AAAAAAAAALU/kk3vHDnFyzU/s1600/PENARI%2BPERUT%2B3.bmp"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 149px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQuuqjM5_ZI/AAAAAAAAALU/kk3vHDnFyzU/s200/PENARI%2BPERUT%2B3.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551723011691380114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; perempuan dengan perut terbuka, seperti para wanita India ini. Padahal televisi sudah lama tidak menayangkan Film India hehe..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-2258237988162037151?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/2258237988162037151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=2258237988162037151&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/2258237988162037151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/2258237988162037151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2010/12/lukisan-lukisan-komputer.html' title='Lukisan-Lukisan Komputer'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQuwPF-CZbI/AAAAAAAAALk/ofncUyQrxzA/s72-c/PENARI%2BPERUT%2B6.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-3942971932846584836</id><published>2010-12-17T06:58:00.000-08:00</published><updated>2010-12-17T09:46:43.751-08:00</updated><title type='text'>Semakin Menyendiri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQugxaMjjwI/AAAAAAAAAKc/zvEpRYJ8fzI/s1600/DSC_0947.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQugxaMjjwI/AAAAAAAAAKc/zvEpRYJ8fzI/s200/DSC_0947.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551707736370286338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Wildan memutuskan tinggal di rumah Sidomulyo-Batu, kehidupan sosialnya mengalami kemunduran. Saat ini sudah tujuh bulan lebih dia tidak mau pulang lagi ke Areng-Areng oleh sebab yang tidak kami mengerti. Sejak itu pula Wildan mulai tidak suka diajak keluar dari rumah. Hari-harinya hanya dihabiskan di dalam rumah. Sibuk dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;laptop&lt;/span&gt;nya yang berisi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Game&lt;/span&gt; merawat tanaman hias atau mondar-mandir di dalam rumah dari ruang keluarga-ruang tamu-kamar atas-kamar bawah-ruang makan, dan dapur. Bahkan di awal-awal bulan, dia menolak kehadiran tamu yang datang. Termasuk kami, ayah-ibu, dan adiknya. Begitu ada tamu, dia langsung heboh minta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;salim&lt;/span&gt; (salaman) supaya tamunya segera pulang!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kelamaan dia bisa menahan diri untuk tidak langsung "mengusir" tamu. Hanya bila sudah jam 20.00 WIB dia akan resah manakala tamu tidak segera pamit. Pas jam 21.00 WIB bila tamu tidak jua pulang, maka Wildan akan berulang kali minta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;salim&lt;/span&gt; sebagai tanda tamu harus segera pamit. Maklumlah, jam 21.00 adalah jam tidur biologisnya. Dia perlu ketenangan menjelang&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQuh4c5c0zI/AAAAAAAAAKk/jiZ1LhWzdN4/s1600/DSC_1145.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQuh4c5c0zI/AAAAAAAAAKk/jiZ1LhWzdN4/s200/DSC_1145.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551708956866171698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; tidur tersebut. Saat seperti itu adalah saat yang menegangkan bagi kami semua karena Wildan akan sangat sensitif dan uring-uringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bukan itu yang paling meresahkan kami. Keengganannya untuk keluar rumahlah yang paling meresahkan karena dengan begitu dia tidak banyak berinteraksi dengan orang lain. Penghuni rumah Batu sendiri hanya terdiri dari Wildan, nenek, om dan tante, serta si bayi. Seringkali mereka ada di ruangan yang berbeda. Paling Wildan lebih suka "nggelibet" pada neneknya (ibu saya) yang sudah berusia 65 tahun. Apabila diajak nenek keluar rumah, Wildan selalu menolak. Bahkan manakala dia ingin kue, tetap tidak mau diajak bersama-sama ke toko. Kalau sudah begitu, neneknya akan diambilkan dompet dan dirayu-rayu supaya mau membelikannya kue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih menyedihkan, kami yang berusaha membujuk dengan iming-iming mengajaknya&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQud7UmrFRI/AAAAAAAAAKM/TtB9UfMfJZc/s1600/DSC_1133.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQud7UmrFRI/AAAAAAAAAKM/TtB9UfMfJZc/s200/DSC_1133.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551704608133027090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; berenangpun tidak bisa membuatnya "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;jatuh iman&lt;/span&gt;". Padahal renang adalah aktivitas yang dulu paling disenanginya!. Seperti kita tahu, air merupakan wahana yang cenderung sangat disukai anak-anak autis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesendirian, kesunyian yang dialami Wildan saat ini sudah menunjukkan dampak negatif. Salah satunya adalah Wildan nampak kuper sekali. Beberapa kali kami berhasil membujuknya keluar rumah. sekedar membeli bakso, atau jagung bakar dalam durasi waktu yang pendek. Pada saat seperti itu, begitu dia keluar mobil....langsung menutup kedua telinganya dengan tangan atau berlindung dalam pelukan ayahnya atau pelukanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sangat prihatin dengan keadaan ini. Tapi entah sampai kapan bisa keluar dari kondisi ini. Betapa rindunya mengajak Wildan berenang, jalan-jalan ke alun-alun dan mall, atau sekedar bersilaturahmi ke handai taulan. Kami merencanakan rekreasi ke luar kota, tapi entah bisa terealisasi atau tidak. Andai Wildan tidak mau ikut...betapa tidak berartinya liburan yang kami rencanakan itu........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-3942971932846584836?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/3942971932846584836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=3942971932846584836&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/3942971932846584836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/3942971932846584836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2010/12/semakin-menyendiri.html' title='Semakin Menyendiri'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQugxaMjjwI/AAAAAAAAAKc/zvEpRYJ8fzI/s72-c/DSC_0947.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-3375421286009172735</id><published>2010-06-24T01:20:00.000-07:00</published><updated>2010-06-24T01:39:15.034-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Autis Wildan'/><title type='text'>PUTUS ASA?</title><content type='html'>Hari ini para orang tua wali murid  Sekolah Dasar pada menerima raport. Tanda kenaikan kelas tiba. Namun, kami tidak termasuk keluarga yang menerima raport. Bukan karena sekolahan tidak mau membuat laporan perkembangan belajar Wildan, tapi karena sudah hampir dua bulan Wildan mogok sekolah!. Jadi apa yang akan dilaporkan, toh?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula dengan diterimanya Wildan sekolah di SDN 2 Tlekung dan juga melihat betapa riang gembiranya Wildan berangkat sekolah, kami mulai merasakan kelegaan. Seolah masalah studi Wildan akan terpecahkan. Namun seiring berjalannya waktu, Wildan hanya bertahan sekolah 3 bulan. Selanjutnya, tanpa sebab yang pasti...Wildan mogok. Maunya hanya di rumah nenek di Batu dan andai ada di rumah, dia ogah-ogahan ke sekolah. Bila dipaksa sekolah, dia marah dan uring-uringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini kami tidak tahu pasti, kenapa?.&lt;br /&gt;Hasil dialog dengan guru sekolah, mereka menduga Wildan mengalami semacam trauma karena sempat kami terlambat menjemput hingga satu jam. Saat itu, jam 9.30 seharusnya dia sudah keluar kelas untuk pulang. Tapi penjemput datang jam 10.30-an. Selama menunggu jemputan, konon Wildan menangis, marah, dan minta diantar pulang oleh salah satu guru yang ada. Sejak itu dia mulai ogah sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun berbarengan dengan kasus tersebut adalah Wildan mulai sangat kerasan tinggal di rumah nenek dan bermanja-manja di sana. Datang ke sekolah mulai senin-kamis. Apalagi setelah sekolah sempat diliburkan 3 hari karena pihak sekolah fokus pada persiapan UNAS untuk murid kelas VI.  Semakin bertambah lagi manakala sekolah diliburkan seminggu karena UNAS. Lengkap sudah. Wildan semakin merasa enjoy tidak sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktis, dua bulan ini rasanya tidak ada progress soal akademik Wildan.&lt;br /&gt;Satu masa yang sangat sulit bagi kami. Rasanya mengalami jalan buntu bagaimana mengarahkan Wildan. Mana dia juga tidak mau pulang, tidak mau dijemput dari rumah nenek, bahkan tidak mau ditungguin saat di sana. Kenapa dia menolak kami (ayah dan ibunya)?. Itu yang menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengamati, sepertinya Wildan ingin nenek tinggal bersama dia. terserah mau di rumah Batu apa di rumah Areng-areng. Keberadaan nenek yang setiap waktu ada dekat dengannya sepertinya membuat Wildan nyaman. Sekaligus manja. Makan minta disiapkan nenek, seringkali juga minta disuapin. Apa daya, nenek tidak bisa tinggal bersama kami di Areng-areng. Rasanya kami tidak tega memaksa nenek menghentikan seluruh kegiatan sosial masa tuanya di Batu. Berbagai pengajian yang diikuti, aktivitas sebagai pengurus ormas keagamaan, aktivitas sebagai pengurus koperasi desa, aktivitas sebagai pengurus PKK, merupakan jejaring sosial yang penting bagi seorang pensiunan seperti nenek. Kwalitas hidup sosialnya didapatkan dari kiprahnya di masyarakat. Mana mungkin kami memutus semua aktivitas yang baik itu digantikan dengan meminta nenek tinggal di rumah Areng-areng?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai mungkin kami seharusnya bisa mengantar nenek di setiap aktivitas itu. Toh jarak rumah Areng-areng dan rumah Batu hanya 10 km?. Beranikah kutawarkan solusi ini pada nenek?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-3375421286009172735?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/3375421286009172735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=3375421286009172735&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/3375421286009172735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/3375421286009172735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2010/06/putus-asa.html' title='PUTUS ASA?'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-4002487315559399232</id><published>2010-04-16T21:42:00.000-07:00</published><updated>2010-12-17T10:03:57.144-08:00</updated><title type='text'>Semua Lagi Kangen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQul7JAPwCI/AAAAAAAAAK0/EXxrpnugKtI/s1600/DSC_0632.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 132px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQul7JAPwCI/AAAAAAAAAK0/EXxrpnugKtI/s200/DSC_0632.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551713401112084514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 10 hari rumah tanpa Wildan.&lt;br /&gt;Sepi, tidak terdengar "bunyi"nya. Tidak terdengar langkah-langkah kakinya yang bertebaran di setiap ruang. Tidak ada juga dengkuran halusnya kala malam merayab. Tidak ada juga si "raja maksa" spy kami rela dicabut kumis, dan uban. Tidak ada yang menggelanyut di pundak, atau meletakkan kakinya dengan jenaka di tubuh kami. Tidak ada suara Zuma yang menggelegar. Tidak terlihat pula sinar dari layar PC di kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang ke rumah jadi kurang greget.&lt;br /&gt;Adik juga nampak lesu. Jarang senyum. Suka tidur siang.&lt;br /&gt;Ayah sering bicara sendiri seolah sedang "ngomeli" Wildan.&lt;br /&gt;Asisten Rumah Tangga juga mengeluh kesepian krn tidak ada yang minta ini itu.&lt;br /&gt;Masakan sering tidak habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keheningan itu gara-gara Wildan tidak mau pulang dari rumah neneknya di Sidomulyo-Kota Batu. Jarak ditempuh 60 menit dari rumah PP. Waaaa.......!.&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQulhOoHUfI/AAAAAAAAAKs/khaMjCu0TJ4/s1600/DSC_0629.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 132px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQulhOoHUfI/AAAAAAAAAKs/khaMjCu0TJ4/s200/DSC_0629.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551712955944882674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula Kamis, 8 April lalu. Pagi hari Wildan sdh gelisah dan menunjuk ke arah Batu. Kami pura-pura tidak mengerti dan seperti biasa meminta Wildan menggambar apa yang dia mau.&lt;br /&gt;Wildan ambil laptop dan digambarlah tiga gundukan Gunung dengan jalan berkelok. Disela-la kaki gunung di gambar sebuah rumah. Rumah ibuku. Jadi Kamis itu karena sekolahnya libur, akhirnya kami antar Wildan ke Sidomulyo. Eh..ternyata hari jum'at dijemput ayahnya, dia tidak mau. Bahkan ayahnya tidak boleh masuk rumah neneknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, ganti saya yang menjemput. Ternyata juga tidak mau. Bahkan begitu saya di depan pintu masuk, dia langsung teriak, "tidak..tidak...!". Sama dengan ayah, sayapun didorong-dorong supaya segera keluar dan pulang dari rumah neneknya. Bagaimana siih???. Minggu habis magrib saya jemput lagi. Hujan deras. Dia ragu-ragu. Kira-kira 15 menit kemudian dia mau ikut dengan mobil pulang ke areng-areng. Namun, sampai rumah Wildan mulai menangis. Minta kembali ke rumah nenek. Hujan masih turun malam itu. Saya dan adik merayu-rayu sampai  rasanya habis kesabaran. Sempat kubentak, "Wildan...tidak..malam ini tidak ke rumah eyang. Kita tidur disini!". Wildan masuk kamar dengan membanting pintu. Dari dalam terdengar tangisannya meraung-raung. Adik dan saya berpandangan...tersenyum..sedih dan geli. Tangisannya itu lhoo...kayak diapakan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu jam 20 WIB kami menyerah. Tangisan dan ekspresi Wildan meruntuhkan "iman"ku dan adik. Akhirnya bertiga kami kembali ke Batu dibawah guyuran hujan. Ayahnya belum pulang karena habis magrib ada kondangan. Kami bertiga tidur rumah Batu. Senin pagi jam 06.15 kembali turun ke Malang karena adik harus sekolah. Wildan tetap tidak mau ikut pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, habis acara di Batu...saya sempatkan nengok Wildan denngan harapan dia mau pulang. Ternyata siang itu jam 14 an dia tidur. Terpaksa tidak kuajak serta pulang karena saya ada acara di Malang. Selasa siang, ayahnya berusaha menjemput. tetap tidak mau. Seperti sebelumnya, juga diusir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadiiiii...smp sekarang dia tidak di rumah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-4002487315559399232?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/4002487315559399232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=4002487315559399232&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/4002487315559399232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/4002487315559399232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2010/04/semua-lagi-kangen.html' title='Semua Lagi Kangen'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQul7JAPwCI/AAAAAAAAAK0/EXxrpnugKtI/s72-c/DSC_0632.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-8808983585096433788</id><published>2010-03-22T03:03:00.000-07:00</published><updated>2010-12-17T09:06:09.240-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Autis Wildan'/><title type='text'>ORKESTRA DISEKELILING WILDAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQuX2ATIPzI/AAAAAAAAAJs/5XJFsTTAabI/s1600/DSC_1119.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQuX2ATIPzI/AAAAAAAAAJs/5XJFsTTAabI/s200/DSC_1119.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551697919713230642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Misi utama pembuatan &lt;em&gt;blog &lt;/em&gt;ini adalah memberi informasi, inspirasi, dan motivasi bagi siapa saja yang hidup bersama penyandang autis. Siapa saja yang hidup bersama anak autis, saudara autis, tetangga autis, teman autis, maupun kenal anak autis. Saya ingin berbagi dari sudut pandang yang sangat subjektif sebagai seorang ibu yang kebetulan sebagai &lt;em&gt;civitas academica&lt;/em&gt; sebuah perguruan tinggi. Barangkali peran saya tersebut membuat tidak objektif dalam mengupas sesuatu tentang Wildan dan karya-karya Wildan. Maka apa yang saya sampaikan disini, bukanlah sebuah sejarah. Namun hanyalah merupakan serpihan jejak dari jendela pikiran seorang ibu yang kebetulan sebagai &lt;em&gt;civitas academica.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang ibu, saya memandang perkembangan Wildan dari banyak kacamata. Ada kacamata kekhawatiran, harapan, keputusasaan, kepasrahan, dan ketidak berdayaan. Ketika harapan dan kepasrahan sedang bersemayam dalam diri ini, maka cerita-cerita tentang Wildan adalah sebuah cerita yang menggembirakan, terkesan jenaka, lucu, menyenangkan dan mendapat banyak hikmah serta rasa takjub kepadaNya atas semua caraNya memberi hikmah. Namun ketika kekhawatiran, keputusasaan, dan ketidak berdayaan yang menguasai diri, maka cerita tentang Wildan kadangkala harus kusembunyikan dalam kata-kata yang berbeda. Bukan untuk menyembunyikan sejarah, namun untuk mengingatkan bahwasannya lebih banyak cerita yang menyenangkan bersama dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada saat kekhawatiran, keputusasaan, ketidak berdayaan tidak lagi mampu diterjemahkan kedalam kata-kata......tidak pula sanggup dibagi dengan yang lain, meski itu dengan suami atau ayah dari Wildan. Saya tahu sebenarnya ayah Wildan juga mengalami hal yang sama. Pasang surut emosi dan logika. Bahkan terkesan lebih rapuh perasaannya pada Wildan. Masa waktu pertama Wildan senam disekolah, ayahnya menyempatkan telepon ke hapeku bilang terharu lihat Wildan senam dengan gembira. Perasaan mereka memang ada sejarah yang panjang (&lt;em&gt;walah...kok seperti anak angkat ya? Qiqiqi&lt;/em&gt;). Ada suatu masa, ayah Wildan merasa hidup sendirian bersama Wildan. Suka duka dilalui hanya dengan Wildan, dalam keheningan cakap dengan Wildan, hanyalah percakapan kasih sayang diantara mereka berdua. Yaitu ketika saya harus melanjutkan studi di Bogor tahun 2002-2004. Dan adik Wildan, harus sekolah di Batu dan tinggal bersama neneknya. Jadi, soal Wildan seringkali ayah Wildan lebih cengeng dan melankolis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama masa itu, kemajuan yang sangat besar bagi Wildan adalah terlepasnya dia dari pola makan yang monoton (hanya susu, telur, mie, kue bolu.....yang pernah kuungkap dalam tulisan terdahulu di blog ini) menjadi pola makan yang beragam selayaknya orang lain. Wildan mulai mau makan sayuran, nasi, dan berbagai lauk pauk. Wildan juga mulai bisa meninggalkan botol susunya berganti gelas. Hal itu merupakan usaha keras, konsisten, dan disiplin dari ayah Wildan yang melakukan konspirasi dengan pembantu dan para guru di sekolah autis ha..ha..ha.!. Tentu saja semua harus dilakukan dengan pemaksaan. Wildan sampai muntah-muntah ketika dipaksa memasukkan sayur, nasi, dan lauk yang baru. Bahkan ketika dia dipisah dari botol susunya, ayah Wildan bela-belain begadang selama dua minggu karena nemani Wildan yang gak bisa tidur tanpa ngedot!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu upaya yang gak mungkin bisa aku lakukan!. Sebagai seorang ibu dari anak penyandang autis sebenarnya aku termasuk kurang tegas, konsisten, dan disiplin. Begitupula apabila berkaitan dengan ”pemaksaan” saat Wildan sakit harus ke dokter. Pernah lutut Wildan harus dijahit, atau saat sunat, ayah Wildan yang harus mendampingi. Pokoknya hal-hal yang ”tidak menyenangkan” itu menjadi tugas ayah Wildan. Gak ayal, dia mendapat julukan ”ayah yang galak” dari teman-temannya. Namun rupanya, kasus Wildan sangat memerlukan seseorang yang ”galak”, tepatnya ”tegas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu sekali mengamati "ketakutan" Wildan sama sang ayah.   Bila Wildan dimarahi ayahnya....seperti anak-anak yang lain, dia selalu berlindung diketiak ibunya. Namun kalo anak-anak lain melakukan dengan tersamar, Wildan melakukan dengan ”lebay” dan wajah jenaka, sehingga bikin orang gak tahan marah lama-lama kepadanya ha..ha... Bisa kebayang bahwa ayah Wildan teraduk-aduk perasaannya, antara ingin memeluk dan memberinya pelajaran. Namun, demi konsistensi tampang "galak" harus dipertahankan dibalik perasaan teraduk-aduk itu. (&lt;em&gt;Semoga urat leher dan wajah sang ayah tidak putus saja hehe..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Orang kedua yang harus tegas setelah ayah Wildan adalah adik Wildan. Ada tulisanku tentang &lt;em&gt;significant person&lt;/em&gt; bagi kemajuan Wildan di awal-awal kemunculan &lt;em&gt;blog &lt;/em&gt;ini yang menceritakan bagaimana sang adik adalah &lt;em&gt;prime therapist&lt;/em&gt; bagi Wildan. Adik yang mengajarkan kakak Wildan bisa membersihkan diri sendiri usai b a b (buang air besar). Manakala ayah tidak ada, adik yang mengatasi “pembangkangan” Wildan menjadi kepatuhan. Adik yang bisa membuat Wildan melakukan kegiatan-kegiatan seperti anak-anak lain yang sebaya dengannya. Adik yang bisa bertengkar dengan kakak sehingga kakak serasa anak-anak “normal” yang nakal, sekaligus yang “berbakti”. Mereka punya permainan-permainan yang hanya mereka berdua yang tahu bahwa itu mengasyikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang &lt;em&gt;civitas academica&lt;/em&gt;, saya melihat fenomena Wildan dari sisi ilmu pengetahuan dan kontrol sosial. Bercerita tentang Wildan, tentang karya-karyanya, perkembangannya, rencana-rencana untuknya merupakan hamparan Ilmu Pengetahuan yang menakjubkan. Tentang Wildan adalah bab-bab tentang teori komunikasi. Mengikuti gerakannya adalah melagukan not-not balok. Mengamati kebiasaannya adalah ilmu kesehatan. Relasinya dengan orang-orang sekitar sangat sosiologis. Mengikuti kemauanya adalah praktek politik tanpa &lt;em&gt;vested interested.&lt;/em&gt; Membacanya seolah membaca manuskrip-manuskrip kemanusiaan. Menyelami apa yang dilakukan adalah tabulasa personal. Berenang didalam matanya adalah kebajikan. Memandangnya adalah keimanan akan kebesaran Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran itu menuntunku untuk bercerita tentang Wildan dari sisi yang lebih rasional dan logis, dimana melalui cerita tersebut aku berharap orang lain mendapat informasi dan pelajaran tentang autisme dan penyandang autis. Melalui peran itu, blog ini juga ingin melakukan kontrol sosial, terutama pada gerakan warga minoritas. Bagaimana masyarakat yang dilegalkan oleh negara masih melakukan diskriminasi pelayanan pada warga minoritas yang perlu perlakuan khusus. Namun kujaga seobjektif mungkin apabila terjadi hal yang sebaliknya, terutama setelah anak-anak sekolah (TK dan SD) mulai dibiasakan menerima kehadiran anak-anak berkebutuhan khusus, berinteraksi, dan saling mengenal diantara mereka. Sekolah Inklusi adalah pilihan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah........&lt;br /&gt;Semoga semua pihak bisa mengambil hikmah apa yang tersajikan dalam blog ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-8808983585096433788?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://facebook.com' length='0'/><link rel='enclosure' type='' href='http://fridakusumastuti.multiply.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/8808983585096433788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=8808983585096433788&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/8808983585096433788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/8808983585096433788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2010/03/orkestra-disekeliling-wildan.html' title='ORKESTRA DISEKELILING WILDAN'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQuX2ATIPzI/AAAAAAAAAJs/5XJFsTTAabI/s72-c/DSC_1119.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-3169905039240882468</id><published>2010-02-15T21:08:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T21:25:44.703-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rencana Untuk Wildan'/><title type='text'>Pelajaran Sekolah</title><content type='html'>Tanggal 10 Februari lalu, usia Wildan persis 14 tahun. Alhamdulillah.......sepanjang usianya, banyak sekali hikmah yang bisa kami ambil. Kehadirannya adalah ayat-ayat Allah yang sangat panjang, yang mesti dihayati dan dijadikan sebagai hikmah. Semoga, hidup yang akan dilaluinya kedepan selalu membawa kebaikan. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiah istimewa di usia ke 14 ini adalah Wildan mulai menerima pelajaran sekolah setara dengan kelas 3 SD. Ada 10 pelajaran. Olah raga, bina diri, Bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Matematika, Pendidikan Agama Islam, kesenian dan keterampilan, kesehatan, Kewarganegaraan. Tetapi satu hari cukup dua pelajaran saja.  Belum ada yang bisa saya ceritakan tentang pelajarannya itu karena mulai diberlakukan hari senin, 15 Fenruari 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya antar-jemput Wildan sekolah. Masa waktu kujemput pulang, Wildan gak segera mau pulang. Dia malah sibuk makan kue sementara saya menunggu di luar ruangan. Satu ruang khusus Wildan berisi 3 siswa dengan tiga guru plus satu guru bantu. Dilihat dari kondisi itu, kurasa pelajaran bisa sangat efektif. Tapi kami para orang tua anak-anak berkebutuhan khusus menyadari betul, bahwa anak-anak kami memiliki kemampuan spesifik. Tidak selalu bisa mengikuti semua pelajaran. hakekat sekolah inklusi adalah memberi pengalaman anak-anak berkebutuhan khusus untuk belajar pada lingkungan yang "normal", sebaliknya bagi anak-anak yang "normal" kehadiran program inklusi adalah memberi pengalaman bahwa disekitar mereka ada anak-anak berkebutuhan khusus. Jadi, kami tidak menuntut apa yang bisa dicapai oleh anak-anak kami harus sama dengan yang lain. Melainkan memang spesifik, dan sesuai dengan kompetensi anak masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, Diknas sedang membahas tentang model ijazah atau kompetensi ijazah bagi anak-anak berkebutuhan khusus. itu langkah maju sebagai salah satu penghargaan dan pengakuan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Saya pribadi berharap, ijazah atau penentuan kelulusan anak-anak berkebutuhan khusus disesuaikan dengan kompetensi anak, bukan semata-mata kompetensi Sekolah Dasar secara umum. Disinilah tugas orang tua bahu membahu dengan pihak sekolah untuk menemukan dan menumbuh kembangkan kompetensi anak dengan kebutuhan khusus. Kita tunggu saja, bagaimana Diknas mengapresiasi pendidikan anak berkebutuhan khusus. Semoga Allah memberi hidayah dan jalan yang terang benderang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-3169905039240882468?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/3169905039240882468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=3169905039240882468&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/3169905039240882468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/3169905039240882468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2010/02/pelajaran-sekolah.html' title='Pelajaran Sekolah'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-1495393999057479707</id><published>2010-02-04T23:21:00.000-08:00</published><updated>2010-02-04T23:45:29.640-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rencana Untuk Wildan'/><title type='text'>Hari-Hari Sekolah Kembali</title><content type='html'>Minggu ini Wildan memulai kegiatan baru. Sekolah di SD inklusi. Meskipun letaknya agak jauh dari rumah, sekitar 3 km...Wildan selalu berangkat sekolah dengan riang gembira. Apalagi sepanjang jalan antara rumah dan sekolahnya melewati daerah yang masih bisa dibilang sepi, jauh dari keramaian. Suasana alam masih terasa. Maklum, daerah sepanjang jalan itu adalah daerah yang baru menjadi target pembangunan Kota Batu. Masih banyak sarana prasarana yang baru. Jalan baru, bangunan baru, kantor pemerintahan baru.....Bisa dibilang, melewati daerah tersebut kita masih bisa merasakan kesegaran dan udara yang sejuk. Pemandangan luas. walau mulai muncul beberapa perumahan yang menggusur tanah-tanah produktif pertanian. Suasana pagi dengan ilustrasi jalanan yang kami tempuh ke sekolah, sungguh dinikmati betul oleh Wildan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi, begitu bangun tidur..tidak peduli bangunnya masih agak petang, Wildan langsung mandi, lalu ganti baju seragamnya!. Bahkan sambil menunggu yang ngantar selesai berdandan, Wildan sudah siap di mobil ha..ha.... Hal yang membuatku paling suka, Wildan selalu disiplin untuk mau sarapan sebelum sekolah dan tentu selalu disiplin cek tasnya sudah ada kue bekal apa tidak ha..ha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan disekolah diikuti dengan gembira. Jam pertama, Wildan akan ikut senam pagi bersama di halaman sekolah. Meskipun gerakan senamnya agak tidak beraturan dan tidak mengikuti persis gerakan sang instruktur...tapi Wildan nampak berusaha mengikuti sesuai dengan musiknya. Terutama saat gerakan tepuk tangan dan berteriak "HHHHUU!". Agak lebay juga karena Wildan terlalu banyak tepuk tangan dari yang seharusnya. Gak apa deeeeeh...yang penting happy. Betul gak?. Cuman saya agak gak enak sama bu guru instruktur niy...karena Wildan nampak menonjol karena paling gede dan gerakannya paling beda....anak-anak yang lain jadi sering menoleh lihat Wildan daripada mengikuti gerakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah senam selesai, Wildan masuk kelasnya. Lepas sepatu dan kaos kaki...lalu meletakkan sepatu di rak sepatu. Dimejanya sudah siap buku warna dan aneka pewarna. Kelas yang menyenangkan. Karpet biru di lantai, dinding dengan warna hijau biru yang cerah. Meja belajar yang besar dengan beberapa kursi disekelilingnya, satu alat music (elektone), TV dengan monitor LCD, bola-bola untuk rehap medis, kamar mandi yang bersih dibalik tembok...membuat anak-anak berkebutuhan khusus nampak merasa nyaman. Sebentar lagi Wildan akan melengkapi kelas tersebut dengan komputer. Harapan dengan adanya komputer, Wildan bisa memiliki kegiatan yang lebih variatif. Apalagi pihak sekolah telah menunjuk &lt;em&gt;shadow&lt;/em&gt; dari pihak sekolah sendiri yang memiliki kompetensi mengoperasionalkan komputer. Semoga berjalan seperti yang diharapkan. Amiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, akan kita ikuti bagaimana proses belajar mengajar untuk Wildan. Namun tidak kali ini saya tuliskan karena masih terlalu dini untuk dikomentari. Ada beberapa yang masih perlu dikonfirmasi dan masih dalam proses yang masih sangat dini. Sabar yaaaaa....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-1495393999057479707?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/1495393999057479707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=1495393999057479707&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/1495393999057479707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/1495393999057479707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2010/02/hari-hari-sekolah-kembali.html' title='Hari-Hari Sekolah Kembali'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-5399338827261930254</id><published>2010-01-22T22:33:00.000-08:00</published><updated>2010-01-22T23:20:48.570-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Autis Wildan'/><title type='text'>Kalau Wildan Sakit</title><content type='html'>Adakah pelajaran yang bisa diambil dari seorang penyandang autis?. Jawabnya tentu saja ada dan banyak. Salah satunya adalah ketika dia sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang hidup Wildan ini, ada beberapa kali dia mengalami sakit. Seperti anak-anak pada umumnya, sakit flu..diaree..batuk...pilek..demam...gatal/alergi...luka terbuka...sakit mata...dan infeksi luka..juga dialami oleh Wildan. Semoga tidak ada penyakit yang aneh-aneh. Amin ya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman sering bertanya, bagaimana bila Wildan sakit?.&lt;br /&gt;Subhanallah...Allah memang Maha Adil dan Bijaksana.&lt;br /&gt;Penyandang autis, konon memiliki ambang rasa sakit yang dalam. Artinya dia lebih kuat bertahan dibanding rata-rata anak biasa. Mungkin dalam kasus Wildan itu benar. Dia sangat cool dan mandiri saat sakit. Tidak pernah merengek...manja...dan rewel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja dia kena "cantheng". Itu loh, luka di kuku kaki. Biasanya di jempol. Nah sebulan dia canthengen di jempol kaki sebelah kanan. Kukunya menghujam ke daging, nampak berusaha mengelupas, daging disekitar kuku bengkak. Pastilah rasanya cenut-cenut. Namun begitu, Wildan tidak pernah menangis, Dia tetap beraktivitas sperti biasa, mandi seperti biasa, dan tentu pake kaos kaki seperti biasanya. Bedanya hanya dia minta jempolnya selalu diperban. Kalo tidak ada yang tahu, dia akan ganti sendiri perbannya setiap kali habis mandi atau perban sdh nampak kotor. Ketika kami belikan obat oles dan salep...dia juga gunakan salep itu sendiri, tdk perlu nunggu ditolong. Jadi teringat saat dia sunat. Wildan merawat sendiri luka sunatnya itu. Bahkan tidur tidak mau ditemani siapapun. Kemandiriannya patut disyukuri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuamati dan kuingat-ingat pelajaran darinya dalam menghadapi sakit.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wildan lebih banyak minum air putih manakala sakit.  Lebih banyak tidur. Makan tetap teratur&lt;/span&gt;.  Dan tertib minum obat apabila memang disediakan obat. Sangat jarang kami memberi obat-obatan yang diminumkan kecuali sangat terpaksa. Alhamdulillah, sejauh ini cepat sekali sembuhnya. Mungkin karena dia selalu pakai kaos kaki di rumah. Sepanjang waktu. Hanya dilepas manakala keluar rumah dan ke kamar mandi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-5399338827261930254?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/5399338827261930254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=5399338827261930254&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/5399338827261930254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/5399338827261930254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2010/01/kalau-wildan-sakit.html' title='Kalau Wildan Sakit'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-1435266852736237490</id><published>2010-01-22T01:11:00.000-08:00</published><updated>2010-01-22T02:09:18.426-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rencana Untuk Wildan'/><title type='text'>Hunting Sekolah Inklusi</title><content type='html'>Selasa, 19 Januari 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya ijin untuk tidak ke kantor. Ingin kuhabiskan hari bersama Wildan. Hari ini sehabis ngoreksi dan menyelesaikan entry nilai, kuajak Wildan ke sekolah. Siapa tahu ada yang cocok.&lt;br /&gt;Tidak terperi betapa senang dan ceria wajah Wildan begitu kubilang, "Wildan, ayo kita keluar. Ganti baju, nak". Tanpa dua kali, Wildan segera memilih bajunya sendiri. Dia sudah tahu mana baju untuk pergi dan mana baju untuk di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun meluncur ke arah Kota Batu melalui kecamatan Junrejo.&lt;br /&gt;Sekolah pertama, sebuah SD Negeri yang belum pernah kami kunjungi sebelumnya. Terpampang plang sekolah "SD Inklusi" (artinya menerima murid dengan kebutuhan khusus, seperti Wildan). Nampak beberapa murid mengenakan baju olah raga sedang siap-siap pulang. Wildan langsung mau ke halaman sekolah dan berlari ke dalam. Gerakannya agak tak terkendali kesana-kemari mengintip ruang demi ruang. Ada beberapa bangunan yang sedang diperbaiki. Rupanya SD ini juga merupakan SD satu atap dengan TK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuajak Wildan memasuki ruang Kepala Sekolah yang agaknya sedang sibuk dengan berkas-berkas. Namun, blio dengan ramah mempersilahkan kami masuk. Diantara kewalahan dengan gerakan Wildan kuutarakan maksud kedatangan kami. Kepala Sekolah merespon dengan baik dan memanggil salah satu guru inklusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wildan berlari tertawa-2 letika guru inklusi datang. Blio mengejar Wildan (mungkin juga semacam penjajagan). Kesempatan itu kugunakan lebih banyak konsultasi dengan Kepala Sekolah. Pada dasarnya ketika sebuah sekolah sudah memasang "Sekolah Inklusi" maka mereka sudah berkomitmen menerima murid-2 berkebutuhan khusus. Artinya tidak boleh menolaknya. (teringat bagaimana dulu tahun 2002 dan 2004 Wildan ditolak oleh TK Swasta di daerah Dinoyo dan Sengkaling dengan alasan para Orang Tua Wali murid-2 yang "normal" keberatan). Kebetulan sang Kepala Sekolah dan guru inklusi SD ini baru mengikuti Seminar Autis. Jadi penerimaan mereka sangat baik terhadap maksud kami. Namun, ketika Wildan dan guru inklusi masuk bergabung dengan kami....ada semacam kesimpulan awal, bahwa sang guru merasa kewalahan dengan perilaku Wildan yang memang nampak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;over acting&lt;/span&gt; itu. Maklumlah, sekarang Wildan lebih tinggi daripada saya. Blio bilang, Wildan sebaiknya ditemani shadow (er) bila jadi sekolah di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya bisa maklum pada saat itu, Wildan nampak liar atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;over acting&lt;/span&gt; begitu. Sementara SD ini masih memiliki guru inklusi yang terbatas. Hanya satu. Lulusan Fakultas Psikologi. Tapi masih sukwan. Begitu pula sarana atau fasilitas kelas inklusi yang masih sangat jauh dari ideal. Berdasarkan pembicaraan dan evaluasi tersebut, Kepala Sekolah menyarankan kami melihat dulu sekolah yang lain. Blio memberi rekomendasi dua sekolah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur Alhamdulillah...sekarang sudah banyak SD inklusi di Batu dan Kota Malang. Bahkan sudah ada SMP inklusi. Ini kemajuan luar biasa, mengingat pada tahun 1999-2000 kami yang bergabung di HOPA (Himpunan Orang Tua Peduli Autis) begitu nelangsa manakala anak-anak kami ditolak oleh sekolah-sekolah (TK dan SD). Sementara sekolah autis juga masih terbatas jumlahnya. Di Malang Raya saat itu hanya ada dua sekolah autis. Hingga tahun 2004 kemudian mulai bermunculan sekolah autis dan anak berkebutuhan khusus. sepengetahuan saya sekarang di Kota Malang sudah ada tujuh sekolah autis dan di Kota Batu ada satu. Tahun 2007 mulai menggembirakan ketika banyak SD mengajukan diri dan ditunjuk oleh Diknas untuk menjadi SD Inklusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wildan sendiri sudah pernah masuk TK Inklusi selama dua tahun, yaitu di TK Dharma Wanita Dinoyo (belakang RSI Unisma Dinoyo). terimakasih kepada para guru di sana yang dengan penuh empathy, kasih sayang, dan pengertian menerima Wildan. Keluar dari TK Dharma Wanita, Wildan masuk SD Inklusi. Namun, dia tidak mau masuk bahkan melewati gerbang sekolah saja dia sudah memberontak. Entah karena apa. Yang jelas pernah saya mengantarnya, Wildan hanya boleh mengikuti olah raga dan dia tidak punya bangku di kelas. Sekolahnya hanya sebatas halaman sekolah. Bahkan tas bawaannya hanya bisa ditaruh di bangku semen yagn ada di halaman sekolah. begitu pula dengan seorang teman Wildan yang juga autis. Hanya bangku semen di halaman sekolah yang menjadi bangku mereka. Mungkin karena itu Wildan tidak mau sekolah disitu. Dia merasa tidak dikehendaki. Tidak ada guru yang menyambut kedatangannya. Saat kuantar itu, pas murid-2 latihan upacara dan berbaris. Mereka tiba-2 bubar untuk menyambut Wildan, namun ekspresi guru olaha raga namak tidak suka dan memarahi murid-murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Wildan hanya sekolah di rumah. Guru dari sekolah autis datang ke rumah bergantian, sampai Wildan sendiri yang menolak mereka. Kami cari lagi sekolah SD Inklusi. Ada lagi yang menjajikan Wildan bisa diterima. Saat kami datang, SD tersebut sedang renovasi kantor sehingga kelas inklusi  semenetara menunggu kelas baru, digunakan sebagai kantor. Kepala Sekolah menerima dengan baik dan kami diperkenankan melihat-lihat kelas inklusi "darurat". Nampak sangat tidak layak, menempati ruang yang sangat sempit, pengap, dan tidak sehat. Tentu saja Wildan tidak akan suka. Benar saja, pada hari yang lain...kami ajak Wildan ke SD tersebut...Wildan hanya menangis. Hari-hari selanjutnya, bahkan Wildan tidak mau masuk melewati gerbang sekolah!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, harapan baru muncul dalam langkahku menunjkkan pada Wildan ada sekolah inklusi yang bagus dan akan membuatnya betah. Kamipun meluncur ke SD Negeri Tlekung 2 yang baru mendapatkan bantuan pemerintah sekian ratu juta untuk menangani kelas inklusi. Disebuah halaman sekolah  yang berlokasi di sebuah perkampungan, kuparkir kendaraan. Wildan turun dan mulai menuju satu tempat. Ada beberapa guru puteri seperti habis sholat dhuhur. Salah satu langsung merangkul Wildan dan mengajaknya salaman. Suasana begitu ramah. Sayapun mengutarakan maksud kedatangan kami secara singkat. "saya Kepala sekolahnya", begitu jawab dari seorang guru yang tadi merangkul Wildan. Lalu dengan penuh semangat kepala sekolah mengikuti kemana Wildan melangkah, dan penuh sayang Wildan dipandu ke kelas Inklusi. Ruangan yang menyenangkan dengan warna dan gambar yang ceria. Ada tiga guru yang masih muda sedang mengerjakan sesuatu, bersamaan menyapa Wildan dengan bersahabat. Wildanpun mulai mengeplorasi ruangan tersebut. Sesekali dengan tiba-2 Wildan berpindah ke ruang lain. Mengintip dari jendela dan atau berusaha menengok dari pintu. Seorang guru lelaki mengajaknya bermain bel sekolah (kemudian saya tahu itu guru agama). Suasana jadi sangat menyenangkan dengan semua orang bertanya dan menyapa kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayapun diajak ke ruang Kepala Sekolah, sementara Wildan dibiarkan mengekplorasi sekolah dengan pengawasan mata semua orang yang ada di sana. Terasa, kami merasa enjoy. Ini yang penting bagi anak autis. Dia akan memilih sendiri sekolahnya!.&lt;br /&gt;Dalam hati saya merasa Wildan bakal suka di sekolah ini.&lt;br /&gt;Hasil pembicaraan menyimpulkan, kami akan mencoba Wildan sekolah di sini mulai 1 Februari.&lt;br /&gt;Ya Allah......semoga ini adalah yang terbaik yang Engkau pilihkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-1435266852736237490?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/1435266852736237490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=1435266852736237490&amp;isPopup=true' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/1435266852736237490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/1435266852736237490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2010/01/hunting-sekolah-inklusi.html' title='Hunting Sekolah Inklusi'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-5929928669155710813</id><published>2010-01-22T00:32:00.000-08:00</published><updated>2010-12-17T09:13:42.747-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Autis Wildan'/><title type='text'>Maafkan Mama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQuZ8C7R9vI/AAAAAAAAAJ0/5xiSstsTNRA/s1600/DSC_0633.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 132px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQuZ8C7R9vI/AAAAAAAAAJ0/5xiSstsTNRA/s200/DSC_0633.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551700222520981234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 16 Januari 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini saya terlambat berangkat ngantor. Gara-gara Wildan menghalangi terus.&lt;br /&gt;Pertama, saat mau mandi...dia merebut handukq dan segera menaruh di jemuran. Meski sambil tertawa-2 menggoda, saya mengerti Wildan ingin saya tetap di rumah. Tapi apa daya, hari ini harus menguji skripsi. Kedua, Wildan mendorong-2 saya untuk ke tempat tidur. Ada ayahx disitu. Rupanya Wildan mengatur supaya saya dan ayahnya tetap tidur biar masing-masing tidak berangkat kerja. Bahkan untuk meyakinkan kami tidak berangkat, Wildan duduk di kakiq sementara kakinya sendiri ditumangkan ke dada ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajahnya yang jenaka dan gayanya yang tak berdosa, membuat kami tertawa sumbang. Sisi satu terus terang kami merasa geli dengan tingkah polahnya, namun disisi yang lain kami merasa sangat bersalah seringkali meninggalkan Wildan di rumah. Apalagi sejak dia tidak mau lagi sekolah dan les melukisnya berhenti. Praktis sehari-hari Wildan hanya di rumah sama pembantu. Sementara adiknya datang dari sekolah jam 12.30 WIB. Saya datang jam 16.00 WIB. Begitu pula ayahnya yang bisa seharian di luar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, volume pekerjaan saya meningkat. Bercanda dengan Wildan ketika pulang sampai dia tidur jam 21.00 WIB kami kira sudah cukup. Rupanya, bagi Wildan ada sesuatu yang hilang. Dan dengan caranya dia menyibukan diri sendiri. Dan dengan caranya dia mengingatkan kami bahwa dia perlu sesuatu yang lebih. Tidak jarang ketika saya akan bangun pagi, Wildan segera menyelimutiku kembali....mengharap saya kembali tidur yang itu artinya tidak keluar rumah. Kutatap wajahnya dalam-dalam...mencoba menyelami apa yang dirasakan pagi ini.&lt;br /&gt;&lt;h3  style="font-weight: normal; text-align: center; color: rgb(51, 51, 255);font-family:courier new;" class="UIIntentionalStory_Message" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam sunyi sapamu,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3  style="font-weight: normal; text-align: center; color: rgb(51, 51, 255);font-family:courier new;" class="UIIntentionalStory_Message" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;mata hatimu menakar kasih. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3  style="font-weight: normal; text-align: center; color: rgb(51, 51, 255);font-family:courier new;" class="UIIntentionalStory_Message" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"  style="font-size:100%;"&gt;Dalam gerak ceriamu,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3  style="font-weight: normal; text-align: center; color: rgb(51, 51, 255);font-family:courier new;" class="UIIntentionalStory_Message" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"  style="font-size:100%;"&gt;batinmu menangis sedih.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3  style="font-weight: normal; text-align: center; color: rgb(51, 51, 255);font-family:courier new;" class="UIIntentionalStory_Message" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"  style="font-size:100%;"&gt;Aku yang keterlaluan,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3  style="font-weight: normal; text-align: center; color: rgb(51, 51, 255);font-family:courier new;" class="UIIntentionalStory_Message" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"  style="font-size:100%;"&gt;menyangka engkau baik2 saja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3  style="font-weight: normal; text-align: center; color: rgb(51, 51, 255);font-family:courier new;" class="UIIntentionalStory_Message" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"  style="font-size:100%;"&gt;(Maafkan mama, nak)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-5929928669155710813?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/5929928669155710813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=5929928669155710813&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/5929928669155710813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/5929928669155710813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2010/01/maafkan-mama.html' title='Maafkan Mama'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQuZ8C7R9vI/AAAAAAAAAJ0/5xiSstsTNRA/s72-c/DSC_0633.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-559175065326893924</id><published>2009-10-23T02:53:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T03:12:34.213-07:00</updated><title type='text'>Melukis dengan Guru Berhenti</title><content type='html'>Sedih sekali, sudah sebulan ini Wildan tidak ditemani guru lukisnya lagi. Les privatnya berhenti dengan cara yang kurang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, kami mulai merasa "nelangsa" karena ritme kehadiran sang guru tidak ajeg. Kadang satu minggu tiga kali, kadang sekali, kadang dua kali, kadang sebulan tidak masuk, lalu masuk berturut-turut. Begitupula dengan hari belajarnya. Kadang selasa, rabu, senin, jum'at, sabtu...yah... Memang sih selalu ada rasionalisasi alasan kenapa tidak bisa ajeg. Maklumlah sang guru juga punya kelas di sebuah sekolah selain juga punya banyak kegiatan. Diantaranya adalah jadi juri di event lomba lukis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana semula les lukisnya adalah minggu pertama sekali, minggu kedua dua kali, minggu ketiga dua kali, dan minggu ke empat satu kali. Tiap hari selasa atau rabu.  Setelah beberapa kali jadwal menjadi kacau, saya sampaikan pada sang guru bahwa hal tersebut tidak baik untuk Wildan. Baik berkaitan dengan mood, jg mengacaukan jadwal kami mengajak Wildan untuk bersosialisasi. Kadang kami sudah menjadwal ajak Wildan keluar..eh, gurunya menghubungi hari ini atau besok blio akan datang. Begitulah, akhirnya kami putuskan Wildan istirahat dulu les lukis karena sepertinya dia hanya diberi jadwal ketika sang guru tidak ada jadwal di tempat lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-559175065326893924?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/559175065326893924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=559175065326893924&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/559175065326893924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/559175065326893924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2009/10/melukis-dengan-guru-berhenti.html' title='Melukis dengan Guru Berhenti'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-6398753320778029787</id><published>2009-10-23T02:37:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T02:52:32.355-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Autisme Wildan'/><title type='text'>Bila Wildan Bermain Zuma</title><content type='html'>Zuma Game sangat disukai oleh Wildan. Seharian dia bisa betah memainkannya. Setiap buka Zuma, nampak target Wildan adalah memainkannya sampai pada semua level. Kalau tidak salah 12 level. Jadi, sudah pasti komputer di rumah akan selalu di bawah "kekuasaanya" penuh. Sudah berkali-kali dia "katam". Kami heran dengan caranya bermain yang sangat cepat dan berusaha mengejar bonus karena berhasil mencapai COMBO. Dia menyusun strategi bola-bola bisa lepas dengan berantai. Cara menyusun strateginya unik dan cerdas, sehingga pencapaian skor di setiap level begitu tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, akhir-akhir ini ada kebiasaan Wildan yang menjengkelkanku berkaitan dengan permainan Zumanya. Apabila sudah pada level ke 9 dst. dia akan menarik saya utk memperhatikan dia bermain. Tahu khan, pada level itu gerakan bola-bola sudah cepat bahkan sangat cepat. Nah, biasanya sy akan ikut deg-deg-an apabila bola tertelan dalam "goa". (&lt;em&gt;bukan apa-apa, sebab tidak jarang Wildan akan menangis bila bola tertelan. Suaranya itu lho bikin risih)&lt;/em&gt;. Agaknya Wildan menikmati ketegangan saya. Dengan ketawa-ketiwi dia sengaja tidak segera mengakhiri permainan. Caranya, bola dibuang selang-seling terus sehingga tidak ada habis-habis. Sudah begitu cara melemparnya sambil memandang ke arah lain, atau sambil melirik saya dengan jenaka. Kadang malah dengan menumpangkan kakix di meja bergaya "alah..keciiil...sebodo ah", begitu perasaanku membaca gayanya.&lt;br /&gt;Pokoknya gemeeeeezzz....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-6398753320778029787?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/6398753320778029787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=6398753320778029787&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/6398753320778029787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/6398753320778029787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2009/10/bila-wildan-bermain-zuma.html' title='Bila Wildan Bermain Zuma'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-6900017006633190268</id><published>2008-07-05T03:49:00.000-07:00</published><updated>2008-07-05T04:16:00.009-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Apresiasi thd Karya Wildan'/><title type='text'>Gambar Optis Komputer</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_cpTLJlDiYkY/SG9SZqsPiZI/AAAAAAAAAFk/QqceIpudq5k/s1600-h/WARTEL.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219481094055758226" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 248px; CURSOR: hand; HEIGHT: 190px" height="233" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_cpTLJlDiYkY/SG9SZqsPiZI/AAAAAAAAAFk/QqceIpudq5k/s320/WARTEL.JPG" width="266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sejak sore tadi, Wildan ngotot sekali minta gambar ini diposting ke blog-nya. Kuamati dengan mengabaikan goresan wajah, gambar ini nampak seperti bola api, namun dia arsir separonya dengan simetris. Lalu ditambahi dengan goresan wajah dengan garis biru ditepinya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Masih banyak gambar-gambar optiknya lewat komputer. Saat ini saya up load dua gambar &lt;a href="http://bp3.blogger.com/_cpTLJlDiYkY/SG9XBGZiVvI/AAAAAAAAAFs/kewoMy-Th7Q/s1600-h/Gambar+optis+2.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219486169554900722" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 203px; CURSOR: hand; HEIGHT: 155px" height="211" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_cpTLJlDiYkY/SG9XBGZiVvI/AAAAAAAAAFs/kewoMy-Th7Q/s320/Gambar+optis+2.bmp" width="246" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;saja. Gambar kedua bila diamati nampak seperti manusia dengan bayangannya. Lihat caranya memberi irisan warna biru dan kuning yang simetris.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-6900017006633190268?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/6900017006633190268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=6900017006633190268&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/6900017006633190268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/6900017006633190268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2008/07/gmbar-optis-komputer.html' title='Gambar Optis Komputer'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_cpTLJlDiYkY/SG9SZqsPiZI/AAAAAAAAAFk/QqceIpudq5k/s72-c/WARTEL.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-4032672029323633993</id><published>2008-06-24T00:43:00.000-07:00</published><updated>2008-07-05T19:47:05.514-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Autisme Wildan'/><title type='text'>Pelajaran Saat Listrik Padam Bagi Wildan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Setiap hari senin, kami selalu berdebar-debar. Sudah empat senin terakhir ini di desa kami mendapat giliran pemadaman listrik oleh PLN. Bisa dibayangkan, bagaimana kebijakan itu semakin menyusahkan kami yang harus melihat gelisah dan amarah Wildan saat di rumah lampu dan segala barang elektronik tidak bisa difungsikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi kebiasaan Wildan ‘berteman’ dengan televisi. Perilaku yang katanya sangat salah, tetapi kami tidak bisa merubahnya untuk Wildan. Di rumah kami, selama Wildan terjaga, televisi selalu hidup dengan tayangan dari stasiun tertentu yang dipilih Wildan. Jangan coba-coba merubah channel, apalagi mematikan televisi. Walau sekarang Wildan tidak marah-marah lagi, namun perubahan itu akan membuatnya tidak suka dan dia akan segera mengembalikan ke channel semula. Atau Wildan akan segera menghidupkan televisi kembali, walau dia tidak harus menonton apapun darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal listrik…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari senin berturut-turut, listrik padam pada sore-malam. Sudah bisa dipatikan Wildan akan menangis sepanjang listrik padam. Senin malam minggu lalu, listrik padam Wildan mulai rewel dan marah. Kami nyalakan banyak lilin di rumah, tidak juga meredakan marahnya. Lalu kuajak dia keliling mencari daerah yang tidak mendapat giliran dipadamkan. Rupanya desa sebelah, yaitu Jetak Lor gilirannya pada hari selasa. Maka, kuajak dia berkunjung ke desa tersebut. Kebetulan kami masih berhubungan baik dengan ibu kost yang dulu kami tempati rumahnya. Dua jam kami disana. Saat kuajak kembali ke desa kami, ternyata listrik masih dipadamkan. Akhirnya, kuajak Wildan ke warung yang ramai dimana kami harus antre untuk mendapatkan nasi goreng tiga bungkus. Tujuannya adalah mengulur waktu. Begitu listrik dinyalakan…..kami segera meluncur pulang…waktu menunjukkan jam 21-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini tadi, pagi…listrik sudah padam sekitar jam 07.30 WIB. Bersamaan dengan padamnya televisi, saat itu juga Wildan langsung nampak panik. Begitu sadar listrik padam, Wildan mulai menangis bercucuran air mata dan memintaku untuk memeriksa meteran listrik. Diriku yang sudah siap berangkat kerja terpaksa menahan diri. Di rumah hanya ada kami bertiga; Aku, Wildan, dan asisten rumah tangga. Rasanya tidak mungkin aku bisa pergi melihat Wildan mulai memukul-mukulkan kakinya ke lantai. Tidak jarang perilakunya itu membuat kakinya lecet-lecet dan harus di tensoplast. Sekitar satu jam Wildan dalam kondisi seperti itu dengan usahaku mencegah supaya kakinya tidak dibentur-benturkan. Padahal listrik akan padam minimal empat jam!. Kubilang apapun tidak didengar oleh Wildan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah putus asa, kuputuskan untuk mengajak Wildan bicara panjang lebar terserah dia mengerti atau tidak:&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Wildan..stop menangis!. Sekarang dengarkan mama. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Listrik ini akan padam selama empat jam. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lihat jam ini (sambil kusodorkan jam dinding). &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nanti listrik akan menyala lagi jika jarum pendek ini &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;di angka 12 sini!. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wildan harus mengerti ini kebijakan PLN karena PLN kekurangan daya &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;akibat warga Negara selama ini tidak bisa hemat energi. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seperti Wildan itu yang menghidupkan &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;televisi 24 jam!. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemerintah marah, menteri energi pusing, PLN gak berdaya. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jadi Wildan harus mengerti. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tidak usah menagis, nanti akan jadi bahan tertawaan orang”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku diam sebentar melihat reaksinya. Selama aku nyerocos dengan keras itu, dia membelakangiku, namun dia diam saja. Saat akan menangis lagi, segera kutimpali….&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“ Hayo..menangis lagi…biar Wildan diketawain orang &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;karena tidak juga mengerti. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Makanya, kamu juga harus ikut memberi solusi Negara&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;atas krisis energi ini, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;jangan hanya bisa menangis…”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak peduli, dia mengerti atau tidak. Tapi….wildan hanya diam saja. Lalu dia renahkan kepalanya dipangkuanku.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“ Kalo wildan mau kegiatan, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;silahkan pakai laptop mama dan buatlah gambar. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Namun satu jam lagi laptop &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;juga mati karena kehabisan daya”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Wildan berdiri..dan dia mengambil bukunya, lalu menuju teras. Dia duduk di sana sendirian. Aku tidak berani menyapanya, takut hanya mengingatkannya soal listrik yang padam. Akupun ke kamar. Membaca buku. Sesekali kutengok Wildan yang masih diteras melamun. &lt;em&gt;Oh…kasihannya anakku ….. &lt;/em&gt;aku tidak jadi kerja setelah kukirim pesan-pesan pada para mahasiswa. Semoga mereka mengerti kesulitanku, walau terkesan tidak professional. Bissmillah….&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setengah jam kemudian, Wildan beringsut ke halaman dan menit berikutnya mulai enjoy mengamati para tukang yang sedang membangun rumah di depan rumah kami. Kira-kira satu jam Wildan di luar, dia masuk rumah dan menghampiriku. Ditangannya ada sebuah lilin dan korek. Aku nanar memandang anakku. Oh, dia tidak juga mengerti, namun dia belajar bahwa apabila listrik padam maka perlu menyalakan lilin. Kupeluk dia….dan kunyalakan lilinnya. Kuajak dia ke kamar dan kuminta menutup jendela dan pintu kamar, biar lilin nampak benar peruntukannya. Wildan pun puas. Lalu dia keluar lagi, kembali mengamati tukang-tukang bangunan bekerja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akupun bersiap-siap kembali untuk berangkat kerja. Jam 11 saat aku sudah siap, kupanggil Wildan. Kubilang, &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wildan, mama kerja. Tidak boleh menangis soal listrik yang padam. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Insya Allah jam 12 sudah nyala kembali dan Wildan boleh main computer”.&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Diapun tersenyum&lt;em&gt;.&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Sekarang kalau mau main di luar, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ambil topi. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tidak boleh jauh-jauh”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat berangkat, aku tidak menoleh lagi kebelakang sampai kantor. Aku percaya, Wildan bisa mencerna kata-kataku yang putus asa tadi dan dia sudah mendapatkan keasyikan tersendiri dengan tidak menggantungkan diri pada pemadaman listrik oleh PLN. Semoga kelak dia menemukan energi listrik pengganti sehingga tidak usah menggunakan jasa PLN yang sudah lama memonopoli di negeri ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-4032672029323633993?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/4032672029323633993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=4032672029323633993&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/4032672029323633993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/4032672029323633993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2008/06/pelajaran-saat-listrik-padam-bagi.html' title='Pelajaran Saat Listrik Padam Bagi Wildan'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-7900103387690919214</id><published>2008-06-11T17:44:00.001-07:00</published><updated>2010-12-17T09:23:12.576-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Kegiatan Melukisnya'/><title type='text'>Dia Nampak senang apabila Kami Mengapresiasi Lukisannya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQucbP9Y7WI/AAAAAAAAAKE/IrqG70VYoHk/s1600/DSC_0700.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 154px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQucbP9Y7WI/AAAAAAAAAKE/IrqG70VYoHk/s200/DSC_0700.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551702957618687330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQubPKYyYjI/AAAAAAAAAJ8/JJG4UEgAPUA/s1600/DSC_0711.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQubPKYyYjI/AAAAAAAAAJ8/JJG4UEgAPUA/s200/DSC_0711.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551701650452931122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejenak, aku tak menyambut kedatangan Wildan sepulang les lukis minggu lalu. Tidak seperti biasanya memang. Biasanya sepulang les, dia selalu kuberondong dengan pertanyaan-pertanyaan walau tidak juga dijawab. Tapi hari itu aku malah sibuk dengan laptop mengumpulkan tulisan-tulisan dari situs Dewan Pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikapku itu baru kusadari setelah Wildan mondar-mandir dengan membawa gulungan kertas plano. Seperti biasa..mondar-mandir tanpa suara. Merasa agak terusik karena hadirnya sensasi gerakan Wildan, aku nyelutuk, “Wildan, ngapain yak ok jalaaaan saja. Ayo duduk..”. Ternyata adiknya yang menyahut,”Kakak lho ma ingin lukisannya dilihat”. Wow….akupun terhenyak…oh benar, dia memegang lukisannya yang baru!. Oh, anakku..maafkan ibumu ini…segera kuhampiri Wildan,”Oh..itu lukisan Wildan yang baru yaa..Lihat dong..". Wildanpun menyodorkan lukisannya yang masih tergulung. Kubeber lukisan besarnya seukuran penuh satu plano di lantai, dia tertawa meloncat-loncat dan kemudian bersamaku duduk di lantai melihat lukisannya. Lukisan manusia dalam garis-garis, dengan background warna coklat tanah. Manusia-manusia yang berjumlah 6 orang dalam bentuk nyaris garpu dan sendok itu kurasakan sebagai lukisannya yang paling original. Hati kecilku berbisik, lukisan kali ini khas coretan-coretannya saat di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa hari itu membuat mengingat-ingat perubahan yang terjadi pada diri Wildan. Akhir-akhir ini Wildan nampak sangat senang apabila aku "pamerkan" pada setiap tamu yang datang dan bertanya tentang lukisan Wildan. Biasanya lukisannya akan ku beber di lantai. Maklumlah, hingga saat ini kami belum juga membingkai lukisan-lukisan Wildan. Padahal, tentu akan semakin membuatnya semangat, senang, dan terinspirasi apabila kami membingkai dan memasangnya di tembok-tembok rumah.....Maafkan kami pelukisku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-7900103387690919214?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/7900103387690919214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=7900103387690919214&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/7900103387690919214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/7900103387690919214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2008/06/dia-nampak-senang-apabila-kami.html' title='Dia Nampak senang apabila Kami Mengapresiasi Lukisannya'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQucbP9Y7WI/AAAAAAAAAKE/IrqG70VYoHk/s72-c/DSC_0700.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-7413356870991900306</id><published>2008-05-02T05:58:00.001-07:00</published><updated>2010-12-17T09:53:26.637-08:00</updated><title type='text'>Lukisan-lukisan Wildan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/SBsQt9bLasI/AAAAAAAAAEg/4O36bWfGsgk/s1600-h/Gambar+4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195764976870714050" style="" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/SBsQt9bLasI/AAAAAAAAAEg/4O36bWfGsgk/s320/Gambar+4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/SBsQuNbLatI/AAAAAAAAAEo/ThHVHelS46A/s1600-h/Gambar+6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195764981165681362" style="" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/SBsQuNbLatI/AAAAAAAAAEo/ThHVHelS46A/s320/Gambar+6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mulai hari ini saya akan berusaha melampirkan lukisan Wildan setiap kali posting. Ini lukisan Wildan dengan menggunakan Pastel di atas Kertas ukuran 50 X 60 cm. Sampai dengan hari ini lukisan kertasnya yang telah kami simpan ada sekitar 25 lembar, dengan berbagai ukuran. Mulai dari A3 sampai dengan ukuran 100 cm X 100 cm. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selanjutnya kami akan mengarahkan Wildan untuk melukis diatas kanvas dengan cat. Memang tujuan kami adalah mempublikasikan karya Wildan, untuk menunjukkan bahwa anak autis memiliki peluang  kemampuan seperti halnya  anak "normal" pada umumnya. Kami ingin pada suatu saat Wildan akan mengadakan " &lt;a href="fridakusumastuti.multiply.com"&gt;pameran tunggal lukisan "&lt;/a&gt; dengan karya-karyanya yang luar biasa (bagi kami, orang disekitar Wildan) !! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kami berharap siapapun yang membaca blog ini bisa terinspirasi dengan karya-karya Wildan. Bahwa dengan segala keterbatasannya, anak autispun bisa berprestasi !&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-7413356870991900306?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/7413356870991900306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=7413356870991900306&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/7413356870991900306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/7413356870991900306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2008/05/lukisan-lukisan-wildan.html' title='Lukisan-lukisan Wildan'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/SBsQt9bLasI/AAAAAAAAAEg/4O36bWfGsgk/s72-c/Gambar+4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-8586039980291454033</id><published>2008-04-22T01:19:00.000-07:00</published><updated>2011-09-27T05:18:52.667-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Autisme Wildan'/><title type='text'>Pilihan Dikotomis: Suka Mendol atau Tidak Suka!.</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sejak tahun 2002 akhir, menu dan selera makan Wildan mengalami perubahan yang sangat besar. Usia 2 tahun sampai dengan usia 6 tahun, Dia HANYA mau makan mie, dan telur. Betul-betul hanya dua jenis itu yang dia makan sebagai makanan pokok. Bila sehari perlu makan tiga kali, maka yang tiga kali dia makan mie. Sementara telur bisa lebih dari tiga butir sehari. Selain makanan pokok yang tidak lazim itu, soal jajanan dia hanya mau roti (terutama roti kukus) dan biskuit. Lainnya tidak mau. Apalagi kue basah, memandang saja nampak dia jijik. Nah, pada tahun 2002 berkat paksaan ayahnya dan bantuan para gurunya di sekolah autisme, Wildan mulai mau makan nasi dan sayuran.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula sangat sulit merubah menu makan Wildan. Ayahnya harus bertindak "super jahat" tanpa kompromi memaksa Wildan mencicipi dan menelannya. Sampai dia muntah-muntah. Usaha memasukkan nasi dan sayur ke mulutnya terus dilakukan secara konsisten. Sampai dengan minggu kedua, mungkin Wildan capek juga memberontak, dia mulai menurut dan agaknya memilih kompromi dengan memakannya tanpa paksaan lagi. Bahkan pada minggu-minggu berikutnya, dia mulai bisa menikmati nasi dan sayuran. Bulan berikutnya sampai sekarang terjadi perubahan drastis....dia mulai melahap semua jenis sayuran, khususnya yang berwarna hijau!.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seleranya pada sayuran hijau sungguh diluar dugaan. Seolah Wildan ingin membayar 'hutang' empat tahun sebelumnya yang tidak kemasukkan satu sayurpun!. Paling disukai adalah sayur kangkung yang ditumis. Pada prinsipnya Wildan sangat &lt;em&gt;alholic&lt;/em&gt; dengan masakan yang berbumbu bawang putih dan bawang merah yang digoreng. Sehari bisa habiskan satu unting sampai dua unting sayur hijau (di Malang, harga satu unting sekitar Rp.1000). Tidak jarang tumis kangkung dia makan tanpa nasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal lauk pauk, telur masih digemari terutama telur mata sapi dan telur dadar. Daging sapi dan daging ayam, asalkan lunak dia senang banget. Terutama daging ayam. Paling menghebohkan adalah saat dia menyukai lauk tertentu. Pada tahun 2007 adalah era maniac dengan lauk bakwan jagung manis. Saking demennya, sampai-sampai orang lain tidak boleh ambil lauk itu. Dia akan jaga saat jagung mulai dibersihkan, dia tungguin saat jagung di haluskan..bahkan dia pastikan jangan sampai ada yang tercecer ha..ha..., diawasinya saat kami goreng, trus tugas Wildan adalah meletakkanya di piring dan di 'kuasai'nya. Saya harus bilang, "Wil, minta jagungnya...". Baru dia beri, itupun dipilihkan yang paling kecil!. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2008 ini dia sudah ogah-ogahan dengan bakwan jagung bahkan hampir tidak mau. Agaknya tahun ini akan jadi era maniac &lt;em&gt;MENDOL&lt;/em&gt;. Tahu mendol?. Itu lho lauk dari tempe kedelai yang dibumbu dengan kencur, daun jeruk purut, tumbar, bawang merah, bawang putih. Dicampur terus dihaluskan, dikepal-kepal kecil (sebesar biji durian ukuran sedang) lalu di goreng eh...Wildan lebih suka dibalut dikit dengan tepung (kami campur dengan tepung tapioka atau tepung beras). Wah, menu mendol membuat Wildan gak bisa berhenti makan rasanya...tambah..tambah..dan terus tambah...Sampai-sampai demi kesehatan perut, saya hanya keluarkan mendol sejumlah cukup untuk makan sekali. Pas-nya Wildan sekitar 5-6 biji.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku Wildan dalam urusan makan ini memberi pengetahuan tentang karaktristik khas-nya. Yaitu cenderung ekstrem dalam urusan suka tidak suka. Bila dia suka akan sangat suka, bila dia tidak suka juga akan sangat tidak suka. Tidak ada satupun menu yang menunjukkan dia sedang-sedang saja suka-nya. jadi apa yaaa...selera makan Wildan itu hanya ada dua pilihan dikotomis: Hitam atau Putih. Suka atau Tidak. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-8586039980291454033?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/8586039980291454033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=8586039980291454033&amp;isPopup=true' title='39 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/8586039980291454033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/8586039980291454033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2008/04/pilihan-dikotomis-suka-mendol-atau.html' title='Pilihan Dikotomis: Suka Mendol atau Tidak Suka!.'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>39</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-8921116877450647295</id><published>2008-04-17T18:48:00.000-07:00</published><updated>2010-12-17T10:09:03.468-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Autisme Wildan'/><title type='text'>Pernak-Pernik Ritual Sebelum Tidur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQum9u9pHtI/AAAAAAAAAK8/sehDZUdSXdg/s1600/DSC_0875.JPG"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salah satu ciri penyandang autis adalah memiliki aktivitas ritual. Begitu pula dengan Wildan. Aktivitas ritualnya yang paling nampak adalah menjelang tidur. Wildan memiliki barang-barang kesukaan yang bagi kami terasa "aneh". Barang-barang tersebut antara lain adalah sebuah bantal tanpa sarung yang memiliki biji-biji kapuk, sebuah &lt;em&gt;block note&lt;/em&gt; saku dengan sampul kulit imitasi warna biru, selimut satin yang sudah berusia 10 tahun lebih, dan sebuah &lt;em&gt;key board&lt;/em&gt; komputer yang tidak terpakai!&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQum9u9pHtI/AAAAAAAAAK8/sehDZUdSXdg/s1600/DSC_0875.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 130px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQum9u9pHtI/AAAAAAAAAK8/sehDZUdSXdg/s200/DSC_0875.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551714545173077714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang-barang tersebut terasa aneh karena keadaannya sudah 'bujubuneng', sementara Wildan begitu cinta sama barang-barang tersebut. Bantal warna merah misalnya, sudah berkali-kali bantal itu harus kami jahit. Kami punya banyak bantal, tapi Wildan hanya mau yang warna merah dan berisi kapuk yang banyak bijinya. Biasanya biji kapuk akan di"giring' Wildan menuju pojok bantal. Nah, dia kemudian akan asyik 'menthil' deh'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan si bantal merah, selimut satin warna blewah keadaannya juga robek-robek. Bahkan sisi dalam selimutpun busanya sudah habis. Wildan sendiri tidak nyaman dengan keadaan robek tsb, makanya dia selalu mentodorkan selimutnya untuk dijahit. Tetapi tidak mau ganti. Suatu ketika ibuk membelikan selimut baru warna merah dari bahan bulu yang sangat ringan tetapi hangat. Setiap waktu ibuk memasukkan konsep pada Wildan bahwa itu adalah selimut baru Wildan. Dua hari setelah beli, saat Wildan tidur...kami coba ganti selimutnya dengan selimut baru....sedetik...semenit..sepuluh menit...tiba-tiba Wildan bangun dan menyingkap selimut barunya, trus mengambil selimut lama...dan tidur lagi seolah kami tidak ada disekelilingnya. Besuknya, kami ulang usaha mengganti selimut. Pada waktu itu, akirnya Wildan juga tetap terbangun dan tidak mau tidur lagi!. Sejak itu kami tidak berni lagi mengganti selimut......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyboard komputer adalah keyboard yang sudah rusak. Rupanya Wildan sangat menikamti bunyi tuts-nya ketika dipencet tek..tektek..tek.. Dia akan mencet-mencet terus seperti orang mengetik. Dilakukaknya sambil duduk, berjalan, maupun tiduran...Bahkan menjadi tanda bagi kami saat dia ditawari makan dan setelah melihat menunya trus mengambil keyboards..tandanya dia cocok dengan menu makanannya. Padahal....key board itu sekarang sudah patah jadi dua (tapi gak sampai putus) dengan ujung-ujung yang sudah retak!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kalah mengenaskan kondisi block note sampul kulit imitasi. Sebenarnya itu block note saya diberi teman yang menjadi reporter RRI. Waktu Wildan melihat ada di tas saya, dia mengambilnya dan mulai 'meguasai'nya. Digambari dengan beraneka bednera negara sedunia, gambar presiden, dan apapun coretan bollpoinnya. Sekarang isi block note sudah sobek dan menhilang, tinggal sampulnya saja!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jangan coba-coba menyembunyikan barang-barang Wildan tersebut karena dia gak akan tidur dan terus rewel, bila barang-barang tersebut tidak berada disampingnya. Jadi bisa dibayangkan deh, setiap Wildan mau tidur, kami semua panik mencari barang-barang tersebut!.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-8921116877450647295?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/8921116877450647295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=8921116877450647295&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/8921116877450647295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/8921116877450647295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2008/04/pernak-pernik-ritual-sebelum-tidur.html' title='Pernak-Pernik Ritual Sebelum Tidur'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/TQum9u9pHtI/AAAAAAAAAK8/sehDZUdSXdg/s72-c/DSC_0875.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-1215589755003798023</id><published>2008-04-17T02:59:00.000-07:00</published><updated>2008-04-21T06:07:02.814-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Kegiatan Melukisnya'/><title type='text'>Horeeee..Wildan Semangat Lagi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hari sabtu 12 April, Wildan pergi ke sanggar lagi. Kata ayahnya yang anter dia, di sanggar Wildan nampak hepi. Apalagi sabtu sore itu banyak temannya. Duh, lega banget deh. Lumayan bisa mengurangi persaingan berebut lap top di rumah he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, Hari Rabu, 16 April kemarin, Wildan sudah nampak tidak sabar ingin berangkat ke sanggar. Pagi itu dia cepat mandi, ambil perangkat gambarnya ..eh, pake baju dulu lengkap dengan sepatu ketsnya. Duh, wajahnya berbinar cerah (lho..mata apa wajah ya yang berbinar?). Sejenak kusandera ayahnya untuk memotret kami (aku dan Wildan). Klik...hasilnya kurang memuaskan...saat mau di foto ke dua, Wildan sudah marah karena ingin segera berangkat. ceileee.....kalo lagi mau, dia mah gak sabaran segera ke sanggar. Coba ingat, beberapa hari bahkan hampir dua minggu dia mogok ke sanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah begitulah...moody banget. Itu khas autis apa khas seniman yach????&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-1215589755003798023?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/1215589755003798023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=1215589755003798023&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/1215589755003798023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/1215589755003798023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2008/04/horeeeewildan-semangat-lagi.html' title='Horeeee..Wildan Semangat Lagi'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-7560599945986585749</id><published>2008-04-02T02:59:00.000-07:00</published><updated>2008-04-21T01:16:10.527-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Kegiatan Melukisnya'/><title type='text'>Kalo Wildan Lagi Enggan ke Sanggar Lukis</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/SABn4Cwn19I/AAAAAAAAAEQ/Fk9mEWSjstc/s1600-h/presiden.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5188260983241955282" style="WIDTH: 235px; CURSOR: hand; HEIGHT: 166px" height="175" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/SABn4Cwn19I/AAAAAAAAAEQ/Fk9mEWSjstc/s320/presiden.JPG" width="259" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/SABn4Cwn1-I/AAAAAAAAAEY/ywi0bsTLXt0/s1600-h/logo+PDI.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5188260983241955298" style="WIDTH: 265px; CURSOR: hand; HEIGHT: 180px" height="169" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/SABn4Cwn1-I/AAAAAAAAAEY/ywi0bsTLXt0/s320/logo+PDI.JPG" width="265" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sudah lebih dari seminggu ini Wildan tidak mau berangkat ke sanggar lukis di Desa Caru, Pendem. Dia punya kegiatan yang mengasyikkan, yaitu main game di komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklumlah sudah cukup lama komputernya rusak. Baru seminggu ini sudah bisa digunakan lagi, jadi mungkin Wildan rindu main zuma. Untungnya selain main game, Wildan juga gunakan fasilitas paint untuk menggambar di komputer. Gambarnya lumayan juga. Kulihat di arsip, pernah dalam tiga hari pertama sejak komputer rumah bisa digunakan, Wildan telah menyimpan 148 gambarnya. Kuamati tema gambar yang ada meliputi aneka gambar capung berwajah, logo PDI-P, phas foto presiden dg latar belakang bendera, kegiatan dalam rumah potong ayam, masjid, monumen, aneka komposisi warna, bayangan, dan buah-buahan. Ada juga beberapa gambar orang dalam aliran naif.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Contoh karya Wildan dalam Paint.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-7560599945986585749?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/7560599945986585749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=7560599945986585749&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/7560599945986585749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/7560599945986585749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2008/04/kalo-wildan-lagi-enggan-ke-sanggar.html' title='Kalo Wildan Lagi Enggan ke Sanggar Lukis'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/SABn4Cwn19I/AAAAAAAAAEQ/Fk9mEWSjstc/s72-c/presiden.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-5513686243420898807</id><published>2008-03-25T02:51:00.001-07:00</published><updated>2008-05-02T06:25:31.982-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Apresiasi thd Karya Wildan'/><title type='text'>Buah Karya Wildan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/SBsVIdbLauI/AAAAAAAAAEw/-oAsLwSuAy8/s1600-h/Gambar+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195769830183758562" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/SBsVIdbLauI/AAAAAAAAAEw/-oAsLwSuAy8/s320/Gambar+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/SBsVItbLavI/AAAAAAAAAE4/gVFEQtqxvaA/s1600-h/Gambar+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195769834478725874" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/SBsVItbLavI/AAAAAAAAAE4/gVFEQtqxvaA/s320/Gambar+2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/R_HP-tQwM7I/AAAAAAAAAEI/veE9yijN67k/s1600-h/Lukisan+Wildan+2+ok.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/R-tmdNQwM5I/AAAAAAAAAD4/kv9OfNKOeyQ/s1600-h/Gambar+blog+1.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Wildan seringkali melukis apa yang dia lihat. Dalam hal ini ingatannya sangat kuat. Ketika dia dalam perjalanan, ketika melihat lingkungan sekitar, televisi, bahkan ketika dikhitan-pun dia tuangkan dalam gambar. Lengkap dengan dokter dan guru pendamping yang memegang dia ! Juga ada beberapa lukisan tak beraturan, yang perkiraan kami adalah lukisan tentang "dunia lain" milik dia.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-5513686243420898807?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/5513686243420898807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=5513686243420898807&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/5513686243420898807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/5513686243420898807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2008/03/buah-karya-wildan.html' title='Buah Karya Wildan'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cpTLJlDiYkY/SBsVIdbLauI/AAAAAAAAAEw/-oAsLwSuAy8/s72-c/Gambar+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-2969732894081224138</id><published>2008-03-07T23:23:00.000-08:00</published><updated>2008-04-17T03:26:48.142-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rencana Untuk Wildan'/><title type='text'>Wildan perlu pendampingan yang tepat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ketika pertama kali mendengar vonis Dokter bahwa Wildan menderita autis, saya dan suami tidak bisa berkata apa-apa... Kami bingung harus bagaimana. Pada waktu itu tahun 1998, pengetahuan tentang autis sangat terbatas. Bahkan dua psykiater yang kami datangi tidak bisa mendeteksi kelainan Wildan saat itu. Informasi tentang autis justeru saya dapatkan dari majalah Intisari yang sudah menjadi langganan kami sejak 1975.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupula tentang sekolah atau pusat terapi autis yang masih sangat terbatas di Jawa Timur. Kalau tidak salah hanya ada tiga saat itu di Surabaya. Bahkan di Kota Malang belum ada kecuali yang bergabung dengan anak-anak retradasi Mental. Setelah mengalami berbagai macam kesulitan dan keterbatasan (suka duka mempunyai/merawat anak autis) kami akhirnya mencoba berpikir jernih...&lt;br /&gt;Selain dg terapi dan sekolah autis. Kami beri kebebasan Wildan seperti saya menganggap bahwa Wildan adalah seperti anak pada umumnya. Bermain bersama teman, tetangga, ke warung, bersosialisasi dengan masyarakat, kita ajak ke rumah teman-teman, dll. Kami menganggap apapun yang dilakukan Wildan asalkan dia bahagia, kita ok ok saja.&lt;br /&gt;Untungnya hal ini ditunjang dg bantuan yang sangat luar biasa dari adiknya yang tidak autis. Bagaimana adiknya, Ghulam, bisa menemani Wildan dalam suka dan duka. Ini sangat berarti buat kami. Ghulam, adiknya seolah sejak batita harus menjadi 'terapist' bagi kakaknya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami amati, Wildan sangat suka menggambar dimanapun dan kapanpun. Tiap dia mendapat alat&lt;br /&gt;tulis, spidol, bolpoin, pensil dll dia akan menyalurkan hobinya dimanapaun, ada tembok pun jadi, kertas koran, buku diktat saya, buku pelajaran adiknya, bahkan secuil kertas dari dus kuepun tidak lepas dari aksi corat-coretnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami berpikir bahwa Wildan perlu diberi arahan tentang hobinya ini. Sisi lain kemampuan akademik Wildan terbatas. Jadi kami harus mengembangkan kemampuannya yg terpendam --&gt; kalo mungkin sih biar bisa jadi "keahliannya" kelak jika dewasa. Akhirnya Wildan kami beri fasilitas alat gambar dll. Les privat pada seorang pelukis yang memiliki sanggar lukis. Kami kumpulkan semua karya-karya wildan. Kami berharap suatu ketika Wildan bisa memamerkan lukisannya buat masyarakat. Misinya adalah meningkatkan rasa percaya diri Wildan dan anak-anak autis.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-2969732894081224138?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/2969732894081224138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=2969732894081224138&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/2969732894081224138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/2969732894081224138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2008/03/wildan-perlu-pendampingan-tepat.html' title='Wildan perlu pendampingan yang tepat'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8746638234642285311.post-305590035002769584</id><published>2008-03-03T02:13:00.000-08:00</published><updated>2011-08-13T23:28:29.170-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Autisme Wildan'/><title type='text'>Catatan tentang Wildan (anak autis yang hobi melukis)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Anakku Super Cuek dan Tidak Mau Kontak Mata dengan Orang Lain.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wildan Rizqya Lazuardi, anak laki-laki yang lahir di Kota Batu pada tanggal 10 Pebruari 1997. Wildan lahir dengan persalinan normal di usia kehamilan 9 bulan satu hari. Usia saya waktu itu adalah 27 tahun dan usia suami saya terpaut 2 tahun lebih tua dari saya. Bayi Wildan hanya berbobot 2 kg, termasuk kecil dan memang sudah diperkirakan oleh dokter pada masa kehamilan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai bayi yang sangat mungil dan sebagai anak pertama, saya belum berani memandikan Wildan sendiri. Sehingga mempercayakan kepada orang lain yang terlatih untuk mememandikannya hingga usia 10 hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan berat badannya sangat pesat menginjak usia 30 hari. Persis pada usia 50 hari, Wildan nampak gimbul dan dijuluki si bayi No Problemo seperti dalam iklan-iklan. Betapa tidak, minumnya sangat kuat. Karena air susu saya sangat tidak significant untuk membuatnya kenyang, maka Kami memberinya susu formula produksi Md dengan pertimbangan kadar mineral yang lebih tinggi dibandingkan susu formula lain. Pilihan pada Em, Ep, dan Ss sesuai dengan usianya. Porsi Wildan adalah 800 gram habis dalam lima hari.&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Perkembangan motorik WRL nampak normal. Usia 6 bulan dia sudah mulai berusaha mengangkat kepala saat dibaringkan. Usia 8 bulan dia sudah bisa duduk. Merangkak juga pada usia yang semestinya. Belum genap setahun dia sudah berdiri merayap. Perkembangan motorik halus juga nampak normal. Memegang benda-benda juga sudah bisa pada usia yang semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, ada satu perilaku WRL yang berbeda dengan bayi kebanyakan, yaitu WRL tidak pernah mau melihat orang-orang yang menggodanya. Bahkan cenderung sengaja melengos saat dipanggil atau ditatap wajahnya. Bayi WRL juga tidak begitu tertarik dengan bunyi-bunyi mainannya tapi dia sangat tertarik pada mainan yang berputar-putar. Bahkan lebih tertarik pada lambaian gordin jendela dan daun-daun yang terhempas angin daripada mainan anak-akan pada umumnya. Perilaku suka mlengos dan tidak mau merespon panggilan itu malah membuat gemess kebanyakan orang. Rasanya semua orang merasa lucu saja ada bayi kok cuek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMI MULAI CURIGA&lt;br /&gt;Sebenarnya, pada usia 11 bulan, WRL mulai berbicara, walau hanya satu kata. Yaitu ”ME” sebagai tanda dia minta minum. Dan pada usia 13 bulan kosakatanya bertambah satu, ”UDAH” bila dia ditatur untuk pipis. Namun, seiring usianya yang bertambah, kosakatanya tidak bertambah. Bahkan lambat laun hilang sama sekali pada usia 16 bulan dan dia hanya mengeluarkan suara saat tertawa dan menangis. Kami mulai khawatir dan semakin khawatir ketika masuk usia 2 tahun, WRL tidak juga berbicara dan semakin cuek dengan bahasa maupun kehadiran orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai komentar muncul disekitar kami, hampir semua memberi tanda untuk kebesaran hati, ”biasa..anak laki-laki...telat bicara” atau ”anak laki-laki memang biasanya jalan dulu..gak apa..biasa kok..”. Rasanya hanya Bapak saya (alm) yang sudah melihat adanya ketidak beresan pada diri cucunya. Beberapa kali Bapak mendesak supaya Kami segera memeriksakan WRL pada orang medis. Hal ini bisa kumaklumi, karena sejak Bapak pensiun, Bapaklah yang paling banyak bersama WRL pada saat kami bekerja pagi hingga sore. Tiap pagi, WRL diajak jalan-jalan sama bapak, meyusuri sawah dan taman bunga, lalu singgah di rumah sahabat-sahabat Bapak. Maklum cucu pertama. Apalagi sejak WRL usia 7 bulan, ayahnya berpindah kerja di Makassar dan pulang sebulan sekali, sementara kami tetap di Jawa dan pada saat WRL berusia 19 bulan, dia sudah memiliki adik. Maka perhatiankupun semakin terbagi dan terpecah, maka pelibatan Bapak pada cucu pertamanya itu sungguh suatu anugerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat usia WRL 2 tahun, Kami pindahan ke rumah sendiri, kira-kira 7 km dari rumah orang tua dimana selama ini Kami numpang. Suami memutuskan keluar dari tempat kerja supaya bisa berkumpul satu atap dengan Kami dan memulai usaha sendiri (wiraswasta). Kekhawatiran Kami semakin bertambah manakala WRL tidak menunjukkan kemajuan dalam wicara dan perilaku sosial. Dia juga memiliki kebiasaan-kebiasaan aneh yang bersifat ritual. Misalnya, setelah habis mandi, dia akan lari ke kamar tamu, menempelkan perutnya ke tembok, baru mau pake baju. Bila makan, dimeja makan kecilnya tersusun secara konsisten dengan urutan sebelah kiri tempat sendok, tengah kan minuman, dan sebelah kanan botol susu dengan posisi gambar menghadap dirinya. Pabila kami merubah posisi tersebut, maka WRL akan mengembalikan ke posisi semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran itulah yang kemudian awal dari perjalanan panjang kami bersama Wildan. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8746638234642285311-305590035002769584?l=anakkuautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakkuautis.blogspot.com/feeds/305590035002769584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8746638234642285311&amp;postID=305590035002769584&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/305590035002769584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8746638234642285311/posts/default/305590035002769584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakkuautis.blogspot.com/2008/03/catatan-tentang-wildan-anak-autis-yang.html' title='Catatan tentang Wildan (anak autis yang hobi melukis)'/><author><name>Mama Frida</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18044129094046888578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry></feed>
